Bustomi Pergi Haji, Lini Tengah Arema Dimodifikasi
Senin, 14 September 2015 - 20:17 WIB
Bustomi Pergi Haji, Lini Tengah Arema Dimodifikasi
A
A
A
MALANG - Kepergian Ahmad Bustomi untuk menunaikan ibadah Haji bakal mereduksi kekuatan lini tengah Arema Cronus di babak 8 Besar Piala Presiden 2015. Pelatih Arema Cronus Joko Susilo mengungkapkan jika Bustomi sudah berpamitan tidak bisa melanjutkan kiprahnya di Piala Presiden. "Akhir pekan lalu dia sudah meminta izin berangkat ibadah haji," ujar Joko Susilo.
Dijelaskan dia, pemain berusia 30 tahun tersebut bakal berangkat pada 16 September hingga akhir Oktober. Dengan demikian pemain bersapa Cimot bakal absen di seluruh pertandingan Piala Presiden bahkan jika Arema Cronus mampu lolos ke partai final sekali pun.
Kehilangan satu pemain, apalagi sekelas Bustomi, diakui Joko menjadi kekurangan yang cukup serius. Namun dirinya berupaya melakukan modifikasi agar lapangan tengah bisa dijaga keseimbangannya. Joko sendiri memiliki beberapa opsi di sektor tengah.
Masih ada Hendro Siswanto, Ferry Aman Saragih dan pemain asing Morimakan Koita sebagai back-up. Melihat atribut yang dimiliki, ketiganya bisa menutup peran Bustomi yang selama ini ditugasi sebagai box to box midfielder yang membantu serangan maupun ikut bertahan.
"Solusi paling simpel ya mencari pemain lain yang bisa menjalankan tugas Bustomi. Mungkin tidak sampai mengubah strategi dalam skala besar. Semua masih akan dilihat kesiapannya, kebetulan ada rencana ujicoba untuk melihat kondisi tim," papar dia.
Arema bakal menghadapi Bali United di babak delapan besar Piala Presiden 2015. Sebelum laga tersebut, tim berjuluk Singo Edan sudah dicekoki materi latihan fisik sejak akhir pekan lalu dan dilanjut dengan ujicoba yang dijadwalkan Selasa (15/9) kontra Pra-PON Papua.
Dengan berkurangnya pemain, pelatih bersapa Gethuk meminta semua pemain dalam kondisi siap sepenuhnya menyongsong laga kontra Bali United. Sekaligus dia meminta tim secara mental dan konfidensi tak terpengaruh dengan absennya Cimot.
"Saya yakin kehilangan satu-dua pemain sudah menjadi hal biasa bagi tim Arema. Tak akan berefek pada kepercayaan diri pemain. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan tim dengan adanya perubahan komposisi pemain," tandas Joko Susilo.
Sementara, berdasarkan keputusan penyelenggara Piala Presiden pada Senin (14/9), diputuskan leg pertama delapan besar Arema Cronus versus Bali United digelar pada Sabtu, 19 September. Leg pertama digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, atau Arema sebagai tuan rumah.
Dijelaskan dia, pemain berusia 30 tahun tersebut bakal berangkat pada 16 September hingga akhir Oktober. Dengan demikian pemain bersapa Cimot bakal absen di seluruh pertandingan Piala Presiden bahkan jika Arema Cronus mampu lolos ke partai final sekali pun.
Kehilangan satu pemain, apalagi sekelas Bustomi, diakui Joko menjadi kekurangan yang cukup serius. Namun dirinya berupaya melakukan modifikasi agar lapangan tengah bisa dijaga keseimbangannya. Joko sendiri memiliki beberapa opsi di sektor tengah.
Masih ada Hendro Siswanto, Ferry Aman Saragih dan pemain asing Morimakan Koita sebagai back-up. Melihat atribut yang dimiliki, ketiganya bisa menutup peran Bustomi yang selama ini ditugasi sebagai box to box midfielder yang membantu serangan maupun ikut bertahan.
"Solusi paling simpel ya mencari pemain lain yang bisa menjalankan tugas Bustomi. Mungkin tidak sampai mengubah strategi dalam skala besar. Semua masih akan dilihat kesiapannya, kebetulan ada rencana ujicoba untuk melihat kondisi tim," papar dia.
Arema bakal menghadapi Bali United di babak delapan besar Piala Presiden 2015. Sebelum laga tersebut, tim berjuluk Singo Edan sudah dicekoki materi latihan fisik sejak akhir pekan lalu dan dilanjut dengan ujicoba yang dijadwalkan Selasa (15/9) kontra Pra-PON Papua.
Dengan berkurangnya pemain, pelatih bersapa Gethuk meminta semua pemain dalam kondisi siap sepenuhnya menyongsong laga kontra Bali United. Sekaligus dia meminta tim secara mental dan konfidensi tak terpengaruh dengan absennya Cimot.
"Saya yakin kehilangan satu-dua pemain sudah menjadi hal biasa bagi tim Arema. Tak akan berefek pada kepercayaan diri pemain. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan tim dengan adanya perubahan komposisi pemain," tandas Joko Susilo.
Sementara, berdasarkan keputusan penyelenggara Piala Presiden pada Senin (14/9), diputuskan leg pertama delapan besar Arema Cronus versus Bali United digelar pada Sabtu, 19 September. Leg pertama digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, atau Arema sebagai tuan rumah.
(aww)