Gagal Rebut Podium, Rossi Enggan Salahkan Tim
Selasa, 15 September 2015 - 17:04 WIB
Gagal Rebut Podium, Rossi Enggan Salahkan Tim
A
A
A
MISANO - Untuk pertama kalinya di musim ini, Valentino Rossi gagal berdiri di atas podium juara. Pada GP San Marino, Minggu (13/9/2015) lalu, Rossi finis di posisi lima atau tepatnya di belakang Marc Marquez, Bradley Smith, Scott Redding dan Loris Baz.
Kegagalan Rossi tak lepas dari kesalahannya mengatur strategi. Di saat pembalap lain masuk pit untuk ganti ban motor, Rossi memutuskan tetap melaju. Pembalap berjuluk The Doctor itu baru masuk pit ketika balapan sudah memasuki lap 20. Rossi yang sempat memimpin perlombaan akhirnya disusul oleh lima pesaingnya dan ia gagal mengejar sampai garis finis. (Baca juga: Rossi Akui Salah Strategi)
"Tidak mudah untuk menentukan kapan Anda harus masuk pit. Anda harus berhati-hati sebab tak boleh sampai terlalu banyak menerima resiko dari keputusan tersebut," ucap Rossi yang dikutip dari Sport Rider. (Baca juga: Marquez Taklukkan Misano, Rossi Gagal Jaga Rekor)
"Saya salah strategi. Saya terlalu lama masuk pit hingga akhirnya kehilangan banyak waktu. Motor saya melaju cepat baik di lintasan kering maupun basah, namun masalah muncul di antaranya. Saya ingin mengganti ban dua lap sebelumnya, namun hujan kembali menetes dan saya lihat Lorenzo masih ada di belakang. Jadi, saya putuskan untuk tetap melaju terus. Ini keputusan saya dan ini jadi tanggung jawab saya," ujarnya lebih jelas.
Meski gagal merebut podium, Rossi masih memimpin klasemen pembalap. Ia mengantongi 247 poin, unggul 23 angka dari Lorenzo di posisi dua dan 63 angka dari Marquez yang bertengger di urutan ketiga.
Melihat hasil tersebut, Rossi kembali was-was. Sebelumnya ia mencoret Marquez dari daftar kandidat juara MotoGP musim ini. Namun selisih 63 angka dianggapnya sebagai suatu ancaman serius.
"Saya tidak akan mencoret Marc Marquez dari daftar kandidat juara, sebab hitungan matematis juga belum menunjukkan demikian. Marc dan Lorenzo masih punya peluang besar di lima balapan tersisa. Jika saya finis di belakang mereka, saya bisa kehilangan sembilan poin per balapan. Angka tersebut sangatlah banyak. Jadi saya harus berjuang lagi agar terus menang atau minimal merebut podium di tiap balapan," tuturnya.
Balapan selanjutnya akan digelar di Sirkuit Aragon, 27 September 2015. Setelah itu persaingan dilanjutkan di Jepang (11 Oktober), Australia (18 Oktober), Malaysia (25 Oktober) dan Valencia (8 November).
Klik di sini untuk melihat update klasemen MotoGP
Kegagalan Rossi tak lepas dari kesalahannya mengatur strategi. Di saat pembalap lain masuk pit untuk ganti ban motor, Rossi memutuskan tetap melaju. Pembalap berjuluk The Doctor itu baru masuk pit ketika balapan sudah memasuki lap 20. Rossi yang sempat memimpin perlombaan akhirnya disusul oleh lima pesaingnya dan ia gagal mengejar sampai garis finis. (Baca juga: Rossi Akui Salah Strategi)
"Tidak mudah untuk menentukan kapan Anda harus masuk pit. Anda harus berhati-hati sebab tak boleh sampai terlalu banyak menerima resiko dari keputusan tersebut," ucap Rossi yang dikutip dari Sport Rider. (Baca juga: Marquez Taklukkan Misano, Rossi Gagal Jaga Rekor)
"Saya salah strategi. Saya terlalu lama masuk pit hingga akhirnya kehilangan banyak waktu. Motor saya melaju cepat baik di lintasan kering maupun basah, namun masalah muncul di antaranya. Saya ingin mengganti ban dua lap sebelumnya, namun hujan kembali menetes dan saya lihat Lorenzo masih ada di belakang. Jadi, saya putuskan untuk tetap melaju terus. Ini keputusan saya dan ini jadi tanggung jawab saya," ujarnya lebih jelas.
Meski gagal merebut podium, Rossi masih memimpin klasemen pembalap. Ia mengantongi 247 poin, unggul 23 angka dari Lorenzo di posisi dua dan 63 angka dari Marquez yang bertengger di urutan ketiga.
Melihat hasil tersebut, Rossi kembali was-was. Sebelumnya ia mencoret Marquez dari daftar kandidat juara MotoGP musim ini. Namun selisih 63 angka dianggapnya sebagai suatu ancaman serius.
"Saya tidak akan mencoret Marc Marquez dari daftar kandidat juara, sebab hitungan matematis juga belum menunjukkan demikian. Marc dan Lorenzo masih punya peluang besar di lima balapan tersisa. Jika saya finis di belakang mereka, saya bisa kehilangan sembilan poin per balapan. Angka tersebut sangatlah banyak. Jadi saya harus berjuang lagi agar terus menang atau minimal merebut podium di tiap balapan," tuturnya.
Balapan selanjutnya akan digelar di Sirkuit Aragon, 27 September 2015. Setelah itu persaingan dilanjutkan di Jepang (11 Oktober), Australia (18 Oktober), Malaysia (25 Oktober) dan Valencia (8 November).
Klik di sini untuk melihat update klasemen MotoGP
(bep)