Membongkar Bobrok Lini Tengah Chelsea di Awal Musim
Selasa, 15 September 2015 - 18:38 WIB
Membongkar Bobrok Lini Tengah Chelsea di Awal Musim
A
A
A
LONDON - Performa buruk lini tengah skuat besutan Jose Mourinho dianggap yang paling bertanggung jawab atas keterpurukan Chelsea di awal musim Liga Inggris 2015-2016. The Blues -julukan Chelsea- menjadi klub yang paling banyak kebobolan di Liga Inggris sejauh ini, tapi menurut pengamat sepak bola, Gary Neville semua itu tidak sepenuhnya jadi kesalahan sektor pertahanan.
Hasil imbang kontra Swansea City pada laga pembuka diikuti tiga kekalahan dalam empat pertandingan, hingga puncaknya dipermalukan Everton 3-1 di Goodison Park menjadi bukti buruknya permainan sang jawara bertahan musim lalu. Tapi ketika barisan pertahanan kubu London biru jadi sorotan, Neville ingin menekankan bahwa pemain seperti Nemanja Matic juga turut andil membuat pertahanan The Blues jadi keropos.
(Baca Juga: Deretan Data dan Fakta Kekalahan Chelsea di Merseyside)
"Mereka (Chelsea) jelas tidak lebih baik dibandingkan musim lalu dan semua orang sedang mencari alasan apa penyebabnya. Tim ini punya permasalahan pada dua sisi yang berlawanan. Jumlah tekel yang mereka lakukan menjadi sangt penting, karena semua orang menyalahkan pertahanan," jelas Neville, Selasa (15/9/2015).
"Kita tahu bahwa John Terry tidak dalam performa terbaiknya seperti musim lalu dan Branislav Ivanovic belum mampu jadi pengganti. Sementara Kurt Zouma masih harus banyak belajar sebagai seorang bek tengah, tidak ada keraguan tentang hal itu," sambungnya.
Ketika empat pilar pertahanan Chelsea jadi sorotan, Neville justru mempertanyakan kinerja lini tengah dalam menghalau serangan lawan. Menurut mantan pemain Manchester United itu, intensitas para pemain gelandang yang bertugas jadi penghadang juga berperan membuat pertahanan skuat besutan Mou gampang ditembus.
"Kita selalu berbicara soal pertahanan. Tapi saya yakin beberapa gol yang tercipta berkaitan dengan pemain tengah. Mereka seharusnya menghentikan pemain lawan saat mendominasi penguasaan bola. Itu adalah pekerjaan mereka. Tapi jika Anda melihat apa yang dilakukan Matic dan John Obi Mikel sangat buruk. Mikel meninggalkan posnya terlalu cepat, sedangkan Matic terlalu lambat," tandasnya.
Hasil imbang kontra Swansea City pada laga pembuka diikuti tiga kekalahan dalam empat pertandingan, hingga puncaknya dipermalukan Everton 3-1 di Goodison Park menjadi bukti buruknya permainan sang jawara bertahan musim lalu. Tapi ketika barisan pertahanan kubu London biru jadi sorotan, Neville ingin menekankan bahwa pemain seperti Nemanja Matic juga turut andil membuat pertahanan The Blues jadi keropos.
(Baca Juga: Deretan Data dan Fakta Kekalahan Chelsea di Merseyside)
"Mereka (Chelsea) jelas tidak lebih baik dibandingkan musim lalu dan semua orang sedang mencari alasan apa penyebabnya. Tim ini punya permasalahan pada dua sisi yang berlawanan. Jumlah tekel yang mereka lakukan menjadi sangt penting, karena semua orang menyalahkan pertahanan," jelas Neville, Selasa (15/9/2015).
"Kita tahu bahwa John Terry tidak dalam performa terbaiknya seperti musim lalu dan Branislav Ivanovic belum mampu jadi pengganti. Sementara Kurt Zouma masih harus banyak belajar sebagai seorang bek tengah, tidak ada keraguan tentang hal itu," sambungnya.
Ketika empat pilar pertahanan Chelsea jadi sorotan, Neville justru mempertanyakan kinerja lini tengah dalam menghalau serangan lawan. Menurut mantan pemain Manchester United itu, intensitas para pemain gelandang yang bertugas jadi penghadang juga berperan membuat pertahanan skuat besutan Mou gampang ditembus.
"Kita selalu berbicara soal pertahanan. Tapi saya yakin beberapa gol yang tercipta berkaitan dengan pemain tengah. Mereka seharusnya menghentikan pemain lawan saat mendominasi penguasaan bola. Itu adalah pekerjaan mereka. Tapi jika Anda melihat apa yang dilakukan Matic dan John Obi Mikel sangat buruk. Mikel meninggalkan posnya terlalu cepat, sedangkan Matic terlalu lambat," tandasnya.
(akr)