Lorenzo Ingin Terapkan Aturan MotoGP 10 Tahun Lalu
Selasa, 15 September 2015 - 20:29 WIB
Lorenzo Ingin Terapkan Aturan MotoGP 10 Tahun Lalu
A
A
A
MISANO - Jorge Lorenzo masih melayangkan kritikan soal aturan MotoGP yang mengharuskan para pembalap masuk ke pitlane guna mengganti ban ketika hujan. Pembalap Spanyol itu menyerukan agar para pembalap bisa berkomunikasi langsung dengan mekanik ketimbang diberi peringatan oleh marshal atau petugas di pinggir lintasan.
Dalam Grand Prix San Marino kemarin, para pembalap diberi warning oleh marshal dengan kibaran bendera. Hal itu menandakan Lorenzo dkk mesti mengganti motornya sebab cuaca mulai berubah. Sejatinya, hal tersebut adalah metode pengamanan bagi para joki sebelum berpacu di trek yang licin. (Baca Juga: Marquez Taklukkan Misano, Rossi Gagal Jaga Rekor)
Lorenzo pun jadi salah satu pembalap yang mengeluhkan sistem tersebut. Pasalnya tak berselang lama setelah mengganti ban, juara dunia dua kali itu malah tergelincir pada lap ke-22 yang membuatnya makin tertinggal dari Valentino Rossi di klasemen pembalap. (Baca Juga: Penyesalan Terbesar Lorenzo, Gagal Salip Rossi)
Menurutnya, alangkah lebih baik jika aturan MotoGP dirubah demi kebaikan pembalap sendiri. Salah satu yang disarankannya adalah memperbolehkan pembalap berkomunikasi langsung dengan mekanik di pitlane.
"Dalam hal ini, akan lebih membantu jika kami kembali menerapkan aturan 10 tahun yang lalu. Lewat radio. Itu cuma sekedar membantu apakan kami mesti masuk (pitlane) atau tidak. Untuk keamanan, akan lebih membantu jika kami tidak diizinkan balapan dengan ban basah yang halus," ujarnya dilansir Marca, Selasa (15/9/2015). (Baca Juga: Lorenzo Ngambek Soal Aturan MotoGP)
Beda halnya dengan Marquez, ia justru berharap pembalap yang bisa memutuskan keadaan di atas sirkuit. "Saya lebih suka pembalap yang memutuskan. Tapi Dorna tidak ingin mengubahnya. Sejauh ini itu menyulitkan," jelasnya.
Dalam Grand Prix San Marino kemarin, para pembalap diberi warning oleh marshal dengan kibaran bendera. Hal itu menandakan Lorenzo dkk mesti mengganti motornya sebab cuaca mulai berubah. Sejatinya, hal tersebut adalah metode pengamanan bagi para joki sebelum berpacu di trek yang licin. (Baca Juga: Marquez Taklukkan Misano, Rossi Gagal Jaga Rekor)
Lorenzo pun jadi salah satu pembalap yang mengeluhkan sistem tersebut. Pasalnya tak berselang lama setelah mengganti ban, juara dunia dua kali itu malah tergelincir pada lap ke-22 yang membuatnya makin tertinggal dari Valentino Rossi di klasemen pembalap. (Baca Juga: Penyesalan Terbesar Lorenzo, Gagal Salip Rossi)
Menurutnya, alangkah lebih baik jika aturan MotoGP dirubah demi kebaikan pembalap sendiri. Salah satu yang disarankannya adalah memperbolehkan pembalap berkomunikasi langsung dengan mekanik di pitlane.
"Dalam hal ini, akan lebih membantu jika kami kembali menerapkan aturan 10 tahun yang lalu. Lewat radio. Itu cuma sekedar membantu apakan kami mesti masuk (pitlane) atau tidak. Untuk keamanan, akan lebih membantu jika kami tidak diizinkan balapan dengan ban basah yang halus," ujarnya dilansir Marca, Selasa (15/9/2015). (Baca Juga: Lorenzo Ngambek Soal Aturan MotoGP)
Beda halnya dengan Marquez, ia justru berharap pembalap yang bisa memutuskan keadaan di atas sirkuit. "Saya lebih suka pembalap yang memutuskan. Tapi Dorna tidak ingin mengubahnya. Sejauh ini itu menyulitkan," jelasnya.
(bbk)