Tugas Berat Arsenal Hadapi Tim Tak Terkalahkan
Jum'at, 25 September 2015 - 16:58 WIB
Tugas Berat Arsenal Hadapi Tim Tak Terkalahkan
A
A
A
LONDON - Setelah berhasil menumbangkan Tottenham Hotspur di babak ketiga Capital One Cup, Kamis (24/9/2015), Arsenal kini harus melakoni laga berat dengan menghadapi Leicester City. Nama Leicester memang tak sebesar Chelsea, Liverpool ataupun Manchester United, tapi faktanya, Leicester merupakan satu-satunya tim Liga Inggris yang belum merasakan kekalahan di kompetisi musim 2015/2016.
Dari enam laga yang mereka lakoni di gelaran Liga Inggris, Leicester berhasil mengantongi tiga kemenangan dan tiga hasil seri. Mereka bahkan kini duduk di posisi empat klasemen sementara dengan selisih dua poin dari Arsenal yang berada di tempat kelima.
Kesuksesan Leicester musim ini tentunya tak terlepas dari peran pelatih anyar mereka Claudio Ranieri. Pelatih yang juga pernah menjadi menukangi Chelsea ini, berhasil memberikan magisnya dan merubah Leicester menjadi salah satu tim paling produktif di gelaran Liga Premier Inggris musim ini. Dari enam laga yang telah mereka lakoni di pentas liga, Leicester telah berhasil mencetak total 13 gol. Bahkan Manchester City yang masih kokoh di puncak klasemen sementara, hanya mampu mengoleksi 12 gol dari enam pertandingan.
Sebaliknya, Arsenal yang akan mereka hadapi di akhir pekan nanti, Sabtu (26/9/2015), justru hingga saat ini masih memiliki masalah untuk urusan mencetak gol. Dari enam pertandingan, Arsenal hanya mampu mengoleksi total lima gol yang dua diantaranya terlahir berkat gol bunuh diri lawan.
Ranieri sendiri mengaku sedikit terkejut dengan ponampilan yang ditunjukan Arsenal. Ia bahkan tak percaya, kalau Arsenal belum pernah lagi memenangkan gelar Liga Premier Inggris sejak 11 tahun silam.
''KEtika saya masih menukangi Chelsea, mereka (Arsenal) merupakan tim tak terkalahkan. Itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Jadi rasanya sangat mengejutkan kalau ternyata mereka tak pernah lagi memenangkan gelar Liga Inggris sejak saat itu,'' ungkap Ranieri.
''Semasa saya di Chelsea, saya hanya sekali mengalahkan mereka dari 14 pertemuan. Itu tentu saja bukan catatan yang baik (bagi saya), tapi setiap laga berjalan dengan luar biasa karena kami selalu memperlihatkan permainan terbuka,'' sambungnya.
Ya, Arsenal memang sempat menjadi klub pali menakutkan di Liga Inggris ketika mereka keluar sebagai juara di musim 2003/2004. Arsenal bahkan berhasil mencatatkan rekor Liga Premier Inggris, karena berhasil mengakhiri musim tanpa sekalipun merasakan kekalahan.
Namun kini keadaan sudah sama sekali berbeda. Menurut Ranieri, Arsenal kini kesulitan kembali ke puncak performa mereka lantaran tak lagi memiliki pemain-pemain kelas dunia.
''Saya tidak tahu kenapa Arsenal harus menunggu selama ini, padahal Arsene Wenger merupakan pelatih hebat yang bisa mendatangkan pemain hebat. Tapi mungkin mereka kesulitan untuk bisa mencari sosok pengganti dari Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Fredrik Ljungberg dan berisan lini pertahanan mereka dulu,'' pungkas Ranieri.
Dari enam laga yang mereka lakoni di gelaran Liga Inggris, Leicester berhasil mengantongi tiga kemenangan dan tiga hasil seri. Mereka bahkan kini duduk di posisi empat klasemen sementara dengan selisih dua poin dari Arsenal yang berada di tempat kelima.
Kesuksesan Leicester musim ini tentunya tak terlepas dari peran pelatih anyar mereka Claudio Ranieri. Pelatih yang juga pernah menjadi menukangi Chelsea ini, berhasil memberikan magisnya dan merubah Leicester menjadi salah satu tim paling produktif di gelaran Liga Premier Inggris musim ini. Dari enam laga yang telah mereka lakoni di pentas liga, Leicester telah berhasil mencetak total 13 gol. Bahkan Manchester City yang masih kokoh di puncak klasemen sementara, hanya mampu mengoleksi 12 gol dari enam pertandingan.
Sebaliknya, Arsenal yang akan mereka hadapi di akhir pekan nanti, Sabtu (26/9/2015), justru hingga saat ini masih memiliki masalah untuk urusan mencetak gol. Dari enam pertandingan, Arsenal hanya mampu mengoleksi total lima gol yang dua diantaranya terlahir berkat gol bunuh diri lawan.
Ranieri sendiri mengaku sedikit terkejut dengan ponampilan yang ditunjukan Arsenal. Ia bahkan tak percaya, kalau Arsenal belum pernah lagi memenangkan gelar Liga Premier Inggris sejak 11 tahun silam.
''KEtika saya masih menukangi Chelsea, mereka (Arsenal) merupakan tim tak terkalahkan. Itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Jadi rasanya sangat mengejutkan kalau ternyata mereka tak pernah lagi memenangkan gelar Liga Inggris sejak saat itu,'' ungkap Ranieri.
''Semasa saya di Chelsea, saya hanya sekali mengalahkan mereka dari 14 pertemuan. Itu tentu saja bukan catatan yang baik (bagi saya), tapi setiap laga berjalan dengan luar biasa karena kami selalu memperlihatkan permainan terbuka,'' sambungnya.
Ya, Arsenal memang sempat menjadi klub pali menakutkan di Liga Inggris ketika mereka keluar sebagai juara di musim 2003/2004. Arsenal bahkan berhasil mencatatkan rekor Liga Premier Inggris, karena berhasil mengakhiri musim tanpa sekalipun merasakan kekalahan.
Namun kini keadaan sudah sama sekali berbeda. Menurut Ranieri, Arsenal kini kesulitan kembali ke puncak performa mereka lantaran tak lagi memiliki pemain-pemain kelas dunia.
''Saya tidak tahu kenapa Arsenal harus menunggu selama ini, padahal Arsene Wenger merupakan pelatih hebat yang bisa mendatangkan pemain hebat. Tapi mungkin mereka kesulitan untuk bisa mencari sosok pengganti dari Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Fredrik Ljungberg dan berisan lini pertahanan mereka dulu,'' pungkas Ranieri.
(rus)