Liverpool Pecat Rodgers dalam 10 Hari
Jum'at, 25 September 2015 - 22:41 WIB
Liverpool Pecat Rodgers dalam 10 Hari
A
A
A
LIVERPOOL - Mantan bek Liverpool, Mark Lawrenson mengatakan tekanan kepada Brendan Rodgers semakin meningkat setelah The Reds -julukan Liverpool- membutuhkan kemenangan kemenangan lewat adu penalti di ajang Capital One Cup. Kondisi tersebut membuat Rodgers diramalkan bakal segera dipecat Liverpool dalam 10 hari kedepan , bila tidak mampu mengangkat performa tim.
(Baca Juga: Menyedihkan, Pelatih Liverpool Siap Ditendang)
Datang sebagai tim unggulan selaku tuan rumah, skuat besutan Rodgers justru harus bersusah payah menyingkirkan tim kasta kedua Inggris, Carlisle ketika bermain imbang 1-1 dalam waktu normal. Beruntung Liverpool mampu selamat lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-2 untuk The Reds.
"Saya tidak suka bila pelatih harus dipecat karena saya pikir ini adalah pekerjaan yang sangat sulit. Tapi dia tidak mampu memberikan kemenangan dalam enam pertandingan selain lewat adu penalti melawan tim kasta kedua Inggris. Pada momen ini semuanya tidak berjalan lancar untuk semua orang," jelas Mark Lawrenson, Jumat (25/9/2015).
Menurut Lawrenson performa buruk Liverpool di awal musim 2015/2016, menjadi tanggung jawab pemain di saat klub asal Merseyside itu kehilangan karakter dan cara bermain mereka. Hanya saja pelatih menjadi sosok yang jadi sorotan karena berperan mengendalikan semuanya.
"Dia (Rodgers) berada di bawah tekanan karena gagal memberi kemenangan di enam pertandingan setelah menghabiskan jutaan pounds di bursa transfer musim panas lalu. Saya pikir 10 hari kedepan akan sangat krusial buat nasib Rodgers. Tiga laga penting siap menyambut seperti kontra Aston Villa dan kemudian laga derby. Ini menjadi saat-saat menentukan," tandasnya.
(Baca Juga: Menyedihkan, Pelatih Liverpool Siap Ditendang)
Datang sebagai tim unggulan selaku tuan rumah, skuat besutan Rodgers justru harus bersusah payah menyingkirkan tim kasta kedua Inggris, Carlisle ketika bermain imbang 1-1 dalam waktu normal. Beruntung Liverpool mampu selamat lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 3-2 untuk The Reds.
"Saya tidak suka bila pelatih harus dipecat karena saya pikir ini adalah pekerjaan yang sangat sulit. Tapi dia tidak mampu memberikan kemenangan dalam enam pertandingan selain lewat adu penalti melawan tim kasta kedua Inggris. Pada momen ini semuanya tidak berjalan lancar untuk semua orang," jelas Mark Lawrenson, Jumat (25/9/2015).
Menurut Lawrenson performa buruk Liverpool di awal musim 2015/2016, menjadi tanggung jawab pemain di saat klub asal Merseyside itu kehilangan karakter dan cara bermain mereka. Hanya saja pelatih menjadi sosok yang jadi sorotan karena berperan mengendalikan semuanya.
"Dia (Rodgers) berada di bawah tekanan karena gagal memberi kemenangan di enam pertandingan setelah menghabiskan jutaan pounds di bursa transfer musim panas lalu. Saya pikir 10 hari kedepan akan sangat krusial buat nasib Rodgers. Tiga laga penting siap menyambut seperti kontra Aston Villa dan kemudian laga derby. Ini menjadi saat-saat menentukan," tandasnya.
(akr)