Presiden Jokowi Antusias Gelar MotoGP di Indonesia
Rabu, 07 Oktober 2015 - 13:41 WIB
Presiden Jokowi Antusias Gelar MotoGP di Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Penyelenggaraan Grand Prix MotoGP di Indonesia mulai dibahas pemerintah saat melakukan rapat terbatas di Kantor Wantimpres, Jakarta, Rabu (7/10/2015). Dalam kesempatan tersebut, MotoGP mendapat perhatian serius dari pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kami tidak bisa berlama-lama mendiskusikan MotoGP. Saya sudah sampaikan juga soal anggaran ke DPR. Pemerintah serius menyiapkannya. Hasil yang dicapai adalah peningkatan ekonomi, sektor pariwisata, dan sebagainya," ucap Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi.
Selain Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, hadir juga Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, pengelola Sirkuit Sentul Tinton Suprapto dan Ananda Mikola, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nanan Soekarna serta Anggota DPRD.
Anggota Wantimpres Suharso Monoarfa menambahkan, Presiden Jokowi disebut antusias dengan rencana Indonesia menggelar MotoGP. Pasalnya, data menunjukkan masyarakat Indonesia tercatat yang paling banyak menyaksikan Grand Prix di Singapura dan Malaysia.
"Gagasan penyelenggaraan Grand Prix direspons langsung Presiden Jokowi sebab menurut data, penonton di Indonesia jadi yang paling banyak dalam gelaran Formula 1 di Singapura dan Malaysia," ucapnya.
Menpar Arief Yahya optimistis, mendatangkan Valentino Rossi dkk bakal melambungkan nama Indonesia di kancah internasional. "Siaran langsungnya akan disiarkan oleh 207 televisi di 60 negara. Nilai bisnisnya bisa mencapai sekitar Rp3 triliun. Pihak Menpar akan bantu dukungan promosi," tambahnya.
Beberapa waktu lalu, Federasi International Motorcycle (FIM) dan Dorna selaku pemegang hak komersial MotoGP, telah sepakat menambah dua lokasi pada 2017 mendatang. Itu artinya, akan ada 20 balapan dalam satu musim. Melihat hal tersebut, peluang Indonesia untuk bersaing menyelenggarakan MotoGP kembali terbuka. Hal ini juga telah disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.
"Kami telah berkirim surat ke pihak-pihak resmi, baik Dorna dan Federasi Balap Internasional. Kami dan Kementerian Pariwisata telah membicarakan anggarannya, meskipun ada angka yang akan dinegosiasi lagi," kata Imam saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Jakarta, Rabu (9/9/2015) lalu. (Baca Juga: Resmi, Indonesia Bersaing Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017)
"Kami tidak bisa berlama-lama mendiskusikan MotoGP. Saya sudah sampaikan juga soal anggaran ke DPR. Pemerintah serius menyiapkannya. Hasil yang dicapai adalah peningkatan ekonomi, sektor pariwisata, dan sebagainya," ucap Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi.
Selain Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, hadir juga Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, pengelola Sirkuit Sentul Tinton Suprapto dan Ananda Mikola, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nanan Soekarna serta Anggota DPRD.
Anggota Wantimpres Suharso Monoarfa menambahkan, Presiden Jokowi disebut antusias dengan rencana Indonesia menggelar MotoGP. Pasalnya, data menunjukkan masyarakat Indonesia tercatat yang paling banyak menyaksikan Grand Prix di Singapura dan Malaysia.
"Gagasan penyelenggaraan Grand Prix direspons langsung Presiden Jokowi sebab menurut data, penonton di Indonesia jadi yang paling banyak dalam gelaran Formula 1 di Singapura dan Malaysia," ucapnya.
Menpar Arief Yahya optimistis, mendatangkan Valentino Rossi dkk bakal melambungkan nama Indonesia di kancah internasional. "Siaran langsungnya akan disiarkan oleh 207 televisi di 60 negara. Nilai bisnisnya bisa mencapai sekitar Rp3 triliun. Pihak Menpar akan bantu dukungan promosi," tambahnya.
Beberapa waktu lalu, Federasi International Motorcycle (FIM) dan Dorna selaku pemegang hak komersial MotoGP, telah sepakat menambah dua lokasi pada 2017 mendatang. Itu artinya, akan ada 20 balapan dalam satu musim. Melihat hal tersebut, peluang Indonesia untuk bersaing menyelenggarakan MotoGP kembali terbuka. Hal ini juga telah disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.
"Kami telah berkirim surat ke pihak-pihak resmi, baik Dorna dan Federasi Balap Internasional. Kami dan Kementerian Pariwisata telah membicarakan anggarannya, meskipun ada angka yang akan dinegosiasi lagi," kata Imam saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Jakarta, Rabu (9/9/2015) lalu. (Baca Juga: Resmi, Indonesia Bersaing Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017)
(sha)