Rossi: Honda Makin Kuat, Mustahil Selalu Menang!
Senin, 12 Oktober 2015 - 08:39 WIB
Rossi: Honda Makin Kuat, Mustahil Selalu Menang!
A
A
A
MOTEGI - Keberhasilan Dani Pedrosa memenangi Grand Prix MotoGP Jepang membuat pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi sedikit khawatir. Tinggal menyisakan tiga seri balap lagi, kebangkitan Honda dinilai bakal menyulitkan dirinya selalu meraih podium teratas.
Pedrosa sukses mengacaukan pertarungan duo Yamaha di Sirkuit Motegi, Minggu kemarin. Pembalap Repsol Honda merebut podium pertama yang jadi kemenangan perdananya musim ini. Rossi dan Jorge Lorenzo akhirnya harus puas berada di posisi dua dan tiga. (Baca Juga: Menang Lagi, Pedrosa Tempuh Waktu 1 Tahun 2 Bulan)
Sejatinya, hasil tersebut membuat peluang Rossi memenangi gelar juara dunia masih terbuka andai bisa menyabet posisi runner up di tiga seri tersisa. Namun kebangkitan Honda, berkat aksi Pedrosa, dinilai jadi penghambat tersendiri.
"Bagi saya, itu sangat mustahil. Sekarang, akan sangat sulit hingga akhir kami bisa mendapatkan podium pertama atau kedua sebab Honda sangat kuat dalam tiga balapan terakhir. Kami akan mendapatkan kondisi balapan dan trek yang berbeda," tegas Rossi dilansir Crash.
Podium kedua yang didapat Rossi membuat selisih poinnya masih terbilang rawan dengan hanya terpaut 18 angka. Menanggapi hitung-hitungan mesti meraih posisi kedua dalam tiga balapan terakhir, The Doctor mengaku enggan memikirkannya.
"Saya tidak pernah melakukan perhitungan sebab dalam 99 persen dari hal itu tidak pernah terjadi. Kami perlu berkonsentrasi untuk Phillip Island (Australia) dan coba untuk tiba di depan Jorge. Itu adalah target, lebih dari sekedar membuat perhitungan berada di belakang," tutupnya.
Seri balap selanjutnya bakal bermuara di Sirkuit Phillip Island, Australia, Minggu (18/10/2015). Musim lalu, Rossi keluar sebagai juara di sirkuit sepanjang 4.448 km tersebut.
Pedrosa sukses mengacaukan pertarungan duo Yamaha di Sirkuit Motegi, Minggu kemarin. Pembalap Repsol Honda merebut podium pertama yang jadi kemenangan perdananya musim ini. Rossi dan Jorge Lorenzo akhirnya harus puas berada di posisi dua dan tiga. (Baca Juga: Menang Lagi, Pedrosa Tempuh Waktu 1 Tahun 2 Bulan)
Sejatinya, hasil tersebut membuat peluang Rossi memenangi gelar juara dunia masih terbuka andai bisa menyabet posisi runner up di tiga seri tersisa. Namun kebangkitan Honda, berkat aksi Pedrosa, dinilai jadi penghambat tersendiri.
"Bagi saya, itu sangat mustahil. Sekarang, akan sangat sulit hingga akhir kami bisa mendapatkan podium pertama atau kedua sebab Honda sangat kuat dalam tiga balapan terakhir. Kami akan mendapatkan kondisi balapan dan trek yang berbeda," tegas Rossi dilansir Crash.
Podium kedua yang didapat Rossi membuat selisih poinnya masih terbilang rawan dengan hanya terpaut 18 angka. Menanggapi hitung-hitungan mesti meraih posisi kedua dalam tiga balapan terakhir, The Doctor mengaku enggan memikirkannya.
"Saya tidak pernah melakukan perhitungan sebab dalam 99 persen dari hal itu tidak pernah terjadi. Kami perlu berkonsentrasi untuk Phillip Island (Australia) dan coba untuk tiba di depan Jorge. Itu adalah target, lebih dari sekedar membuat perhitungan berada di belakang," tutupnya.
Seri balap selanjutnya bakal bermuara di Sirkuit Phillip Island, Australia, Minggu (18/10/2015). Musim lalu, Rossi keluar sebagai juara di sirkuit sepanjang 4.448 km tersebut.
(bep)