Sriwijaya FC Ancaman Ambisi Juara Persib Bandung
Senin, 12 Oktober 2015 - 23:01 WIB
Sriwijaya FC Ancaman Ambisi Juara Persib Bandung
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman tidak bisa tenang meski Sriwijaya FC yang menjadi lawannya di final Turnamen Piala Presiden 2015. Sejak awal, Djanur menilai Sriwijaya FC maupun Arema Cronus sama-sama memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dari awal mengikuti turnamen, baik saat babak penyisihan maupun semifinal, kedua tim sudah membuktikan diri sebagai tim terkuat. Hanya saja, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu lebih layak lolos ke babak final setelah berhasil menumbangkan Arema Cronus di babak semifinal dengan agregat 3-2.
"Ketika kita sudah lolos pada Sabtu (10/10) malam, banyak orang bertanya siapa tim yang ingin kita hadapi. Saya sudah sampaikan kalau dua-duanya (Sriwijaya maupun Arema) di turnamen ini adalah tim yang menjadi pesaing kita untuk menjadi juara, karena secara kekuatan berimbang,"ujar Djanur saat ditemui di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (12/10).
Artinya, lanjut Djanur tidak ada kata mudah mengalahkan Sriwijaya FC. Jelas, tim asuhan Benny Dollo akan memberikan ancaman kepada Persib untuk mendapatkan gelar juara turnamen Piala Presiden 2015.
"Untuk itu, kalau kita ingin juara, kita harus memiliki konsentrasi yang tinggi dan perbaiki kesalahan-kesalahan yang di laga sebelumnya," katanya.
Apalagi, pelatih asal Majalengka ini melihat Sriwijaya FC dari mulai babak penyisihan hingga masuk ke babak semifinal memiliki progres yang sangat baik. Tidak seperti tim besutannya, dari awal babak penyisihan berjalan mulus, di babak Delapan Besar hingga semifinal permainan yang dilakukan menurun. Terbukti dua kekalahan dialami Maung Bandung saat melawat ke markas lawan.
"Mungkin karena tensi pertandingan semakin hari semakin tinggi. Karena di Delapan Besar dan semifinal, kita kalah duluan, lalu pertemuan kedua kita harus menang. Belum lagi antusias bobotoh. Ini jelas memengaruhi mental pemain. Untuk itu, saya berharap di final nanti pemain lebih rileks, karena ketegangan juga sudah berlalu," harapnya.
Hanya saja, di laga final nanti Persib Bandung tetap tidak akan diperkuat M Ridwan. Sebab cedera telapak kaki kanan yang dialami Ridwan selama ini masih dalam tahap penyembuhan. "Kalau Tantan kemungkinan sudah bisa, kita lihat perkembangannya. Karena masih ada waktu sebelum menghadapi final," pungkasnya.
Dari awal mengikuti turnamen, baik saat babak penyisihan maupun semifinal, kedua tim sudah membuktikan diri sebagai tim terkuat. Hanya saja, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu lebih layak lolos ke babak final setelah berhasil menumbangkan Arema Cronus di babak semifinal dengan agregat 3-2.
"Ketika kita sudah lolos pada Sabtu (10/10) malam, banyak orang bertanya siapa tim yang ingin kita hadapi. Saya sudah sampaikan kalau dua-duanya (Sriwijaya maupun Arema) di turnamen ini adalah tim yang menjadi pesaing kita untuk menjadi juara, karena secara kekuatan berimbang,"ujar Djanur saat ditemui di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (12/10).
Artinya, lanjut Djanur tidak ada kata mudah mengalahkan Sriwijaya FC. Jelas, tim asuhan Benny Dollo akan memberikan ancaman kepada Persib untuk mendapatkan gelar juara turnamen Piala Presiden 2015.
"Untuk itu, kalau kita ingin juara, kita harus memiliki konsentrasi yang tinggi dan perbaiki kesalahan-kesalahan yang di laga sebelumnya," katanya.
Apalagi, pelatih asal Majalengka ini melihat Sriwijaya FC dari mulai babak penyisihan hingga masuk ke babak semifinal memiliki progres yang sangat baik. Tidak seperti tim besutannya, dari awal babak penyisihan berjalan mulus, di babak Delapan Besar hingga semifinal permainan yang dilakukan menurun. Terbukti dua kekalahan dialami Maung Bandung saat melawat ke markas lawan.
"Mungkin karena tensi pertandingan semakin hari semakin tinggi. Karena di Delapan Besar dan semifinal, kita kalah duluan, lalu pertemuan kedua kita harus menang. Belum lagi antusias bobotoh. Ini jelas memengaruhi mental pemain. Untuk itu, saya berharap di final nanti pemain lebih rileks, karena ketegangan juga sudah berlalu," harapnya.
Hanya saja, di laga final nanti Persib Bandung tetap tidak akan diperkuat M Ridwan. Sebab cedera telapak kaki kanan yang dialami Ridwan selama ini masih dalam tahap penyembuhan. "Kalau Tantan kemungkinan sudah bisa, kita lihat perkembangannya. Karena masih ada waktu sebelum menghadapi final," pungkasnya.
(aww)