Persinga Minta Kemenpora Jangan Berikan Pepesan Kosong
Rabu, 14 Oktober 2015 - 14:18 WIB
Persinga Minta Kemenpora Jangan Berikan Pepesan Kosong
A
A
A
NGAWI - Persinga Ngawi berharap Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) tidak memberikan pepesan kosong alias janji palsu terkait dengan pemberian hadiah pada finalis Piala Kemerdekaan 2015. Sampai saat ini ada empat tim yang menunggu hadiah yang dijanjikan dilunasi pekan depan.
Janji pencairan hadiah pekan depan ini disampaikan oleh Sekretaris Kemenpora Alfitra Salamm. Ia mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan sponsor turnamen tersebut dan hasilnya adalah janji pencairan pada pekan depan. Ini merupakan kabar baik bagi tim yang berhak menerima hadiah turnamen bentukan Tim Transisi.
Ada empat tim yang menunggu pencairan hadiah, yakni PSMS Medan sebagai juara (Rp1,5 miliar), Persinga Ngawi sebagai runner up (Rp1 miliar), serta peringkat tiga yakni Persiba Bantul dan Persepam Madura Utama (Rp750 juta). Selain itu juga hadiah perorangan pemain terbaik yang diraih Jeffry Kurniawan (Persinga).
Persinga Ngawi yang tak sabar menunggu cairnya hadiah, sedikit bisa bernafas lega setelah ada statemen dari Sesmenpora tersebut. Mereka berharap hadiah nanti dicairkan sesuai janjinya dan tidak lagi tertunda karena sebagian besar adalah hak pemain.
"Syukurlah kalau ada kepastian kapan dicairkan. Saya mewakili manajemen juga tidak enak karena sebagian hadiah diberikan kepada pemain. Semoga benar pencairan dana dilakukan pekan depan dan tidak berlarut-larut lagi," kata Dwi Riyanto Djatmiko, Manajer Persinga.
Dia menyadari selama ini pencairan hadiah memang tidak bisa langsung dilakukan setelah turnamen selesai. Bahkan kompetisi sekelas ISL saja pernah mengalami keterlambatan selama beberapa bulan, misalnya Persib Bandung sebagai juara pada 2014.
"Tapi saat ini kondisinya berbeda. Klub dan pemain sangat butuh dana karena selama 2015 hanya turnamen ini yang diikuti Persinga karena Divisi Utama tak digelar. Berapa pun hadiahnya, tentu sangat berarti dan sangat ditunggu para pemain," tambahnya. Piala Kemerdekaan sendiri berakhir pada 13 September silam.
Ini berarti klub juara dan peringkat di bawahnya menunggu sebulan lebih untuk menerima uang hadiah. Penantian selama itu sebenarnya masih normal jika melihat kasus-kasus sebalumnya, di mana tim juara rata-rata harus menunggu lebih dari tiga bulan.
Pemain terbaik Jeffry Kurniawan juga sedikit lega dengan adanya janji tersebut. "Semoga saja benar-benar dicairkan pekan depan. Saya tunggu saja kepastiannya," ucap pemain yang terpaksa juga ikut turnamen antar kampung (tarkam) untuk mengisi waktu luang.
Janji pencairan hadiah pekan depan ini disampaikan oleh Sekretaris Kemenpora Alfitra Salamm. Ia mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan sponsor turnamen tersebut dan hasilnya adalah janji pencairan pada pekan depan. Ini merupakan kabar baik bagi tim yang berhak menerima hadiah turnamen bentukan Tim Transisi.
Ada empat tim yang menunggu pencairan hadiah, yakni PSMS Medan sebagai juara (Rp1,5 miliar), Persinga Ngawi sebagai runner up (Rp1 miliar), serta peringkat tiga yakni Persiba Bantul dan Persepam Madura Utama (Rp750 juta). Selain itu juga hadiah perorangan pemain terbaik yang diraih Jeffry Kurniawan (Persinga).
Persinga Ngawi yang tak sabar menunggu cairnya hadiah, sedikit bisa bernafas lega setelah ada statemen dari Sesmenpora tersebut. Mereka berharap hadiah nanti dicairkan sesuai janjinya dan tidak lagi tertunda karena sebagian besar adalah hak pemain.
"Syukurlah kalau ada kepastian kapan dicairkan. Saya mewakili manajemen juga tidak enak karena sebagian hadiah diberikan kepada pemain. Semoga benar pencairan dana dilakukan pekan depan dan tidak berlarut-larut lagi," kata Dwi Riyanto Djatmiko, Manajer Persinga.
Dia menyadari selama ini pencairan hadiah memang tidak bisa langsung dilakukan setelah turnamen selesai. Bahkan kompetisi sekelas ISL saja pernah mengalami keterlambatan selama beberapa bulan, misalnya Persib Bandung sebagai juara pada 2014.
"Tapi saat ini kondisinya berbeda. Klub dan pemain sangat butuh dana karena selama 2015 hanya turnamen ini yang diikuti Persinga karena Divisi Utama tak digelar. Berapa pun hadiahnya, tentu sangat berarti dan sangat ditunggu para pemain," tambahnya. Piala Kemerdekaan sendiri berakhir pada 13 September silam.
Ini berarti klub juara dan peringkat di bawahnya menunggu sebulan lebih untuk menerima uang hadiah. Penantian selama itu sebenarnya masih normal jika melihat kasus-kasus sebalumnya, di mana tim juara rata-rata harus menunggu lebih dari tiga bulan.
Pemain terbaik Jeffry Kurniawan juga sedikit lega dengan adanya janji tersebut. "Semoga saja benar-benar dicairkan pekan depan. Saya tunggu saja kepastiannya," ucap pemain yang terpaksa juga ikut turnamen antar kampung (tarkam) untuk mengisi waktu luang.
(bbk)