Persib Sudah Kantongi Kekuatan Sriwijaya FC
Rabu, 14 Oktober 2015 - 16:34 WIB
Persib Sudah Kantongi Kekuatan Sriwijaya FC
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku sudah cukup mengetahui kekuatan Sriwijaya FC yang akan menjadi lawannya di babak final turnamen Piala Presiden 2015. Dari mulai lini depan, tengah hingga belakang sudah dipelajarinya.
Namun Djanur ogah gegabah, mengingat tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut dihuni beberapa pemain yang berkualitas. Seperti pada lini depan, Djanur menilai tim asal Palembang ini memiliki kekuatan yang hampir sama dengan Pusamania Borneo FC maupun Mitra Kukar.
Kedua tim yang sudah dihadapi Persib di babak Delapan Besar dan semifinal ini memiliki kekuatan pada dua pemain sayap kanan maupun kiri yang memiliki kecepatan dengan individual diatas rata-rata. Sayap kanan SFC dihuni TA Musafri, sementara di kiri ditempati Titus Bonai. Dua pemain bertipikal cepat ini menjadi sumber serangan pasukan Jembatan Ampera yang bisa mengalirkan umpan-umpan silang yang bisa diterima strikernya Patrich Wanggai.
"Mereka (Sriwijaya FC) mengandalkan dua wing mereka. Tibo (sapaan Titus Bonai) dan Musafri, sebagai target Wanggai. Jelas ini cukup merepotkan barisan pertahanan kami. Itu terbukti kita cukup kesulitan dengan pemain-pemain yang bertipikal seperti itu (cepat), baik saat lawan Borneo maupun Mitra Kukar," ujar Djanur, Rabu (14/10/2015).
Selain itu, pelatih asal Majalengka ini juga menilai pertahanan Sriwijaya FC cukup kuat untuk ditembus. Terbukti saat menghadapi Arema Cronous di babak semifinal lalu, beberapa pemain depan Singo Edan kerap menemui kebuntuan saat masuk ke area pertahanan Sriwijaya FC.
"Kita juga lihat pelatihnya Benny Dollo. Beliau pelatih berpengalaman dan jauh lebih senior dibandingkan dengan saya. Beliau pasti sudah siapkan strategi untuk menghadapi kita dan sudah mempelajari kekuatan kita," tuturnya.
Meski demikian, hal itu tidak membuat Djanur patah arang. Dia akan membuktikan diri sebagai pelatih tersukses Maung Bandung. Apalagi jika berhasil menjuarai turnamen Piala Presiden 2015, merupakan trofi keempatnya bersama Persib Bandung.
"Lawan kita yang dihadapi semakin kuat. Kita berharap permainan kita bisa kembali saat kita berada di fase grup. Gawang kita clean sheet dan depan kita bagus," pungkasnya.
Namun Djanur ogah gegabah, mengingat tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut dihuni beberapa pemain yang berkualitas. Seperti pada lini depan, Djanur menilai tim asal Palembang ini memiliki kekuatan yang hampir sama dengan Pusamania Borneo FC maupun Mitra Kukar.
Kedua tim yang sudah dihadapi Persib di babak Delapan Besar dan semifinal ini memiliki kekuatan pada dua pemain sayap kanan maupun kiri yang memiliki kecepatan dengan individual diatas rata-rata. Sayap kanan SFC dihuni TA Musafri, sementara di kiri ditempati Titus Bonai. Dua pemain bertipikal cepat ini menjadi sumber serangan pasukan Jembatan Ampera yang bisa mengalirkan umpan-umpan silang yang bisa diterima strikernya Patrich Wanggai.
"Mereka (Sriwijaya FC) mengandalkan dua wing mereka. Tibo (sapaan Titus Bonai) dan Musafri, sebagai target Wanggai. Jelas ini cukup merepotkan barisan pertahanan kami. Itu terbukti kita cukup kesulitan dengan pemain-pemain yang bertipikal seperti itu (cepat), baik saat lawan Borneo maupun Mitra Kukar," ujar Djanur, Rabu (14/10/2015).
Selain itu, pelatih asal Majalengka ini juga menilai pertahanan Sriwijaya FC cukup kuat untuk ditembus. Terbukti saat menghadapi Arema Cronous di babak semifinal lalu, beberapa pemain depan Singo Edan kerap menemui kebuntuan saat masuk ke area pertahanan Sriwijaya FC.
"Kita juga lihat pelatihnya Benny Dollo. Beliau pelatih berpengalaman dan jauh lebih senior dibandingkan dengan saya. Beliau pasti sudah siapkan strategi untuk menghadapi kita dan sudah mempelajari kekuatan kita," tuturnya.
Meski demikian, hal itu tidak membuat Djanur patah arang. Dia akan membuktikan diri sebagai pelatih tersukses Maung Bandung. Apalagi jika berhasil menjuarai turnamen Piala Presiden 2015, merupakan trofi keempatnya bersama Persib Bandung.
"Lawan kita yang dihadapi semakin kuat. Kita berharap permainan kita bisa kembali saat kita berada di fase grup. Gawang kita clean sheet dan depan kita bagus," pungkasnya.
(bbk)