Ke Jakarta Djanur Cuma Bawa 20 Pemain
Kamis, 15 Oktober 2015 - 15:38 WIB
Ke Jakarta Djanur Cuma Bawa 20 Pemain
A
A
A
BANDUNG - Persib Bandung dipastikan hanya akan diperkuat 20 pemain saja dalam menghadapi Sriwijaya FC di laga final Piala Presiden 2015. Artinya ada tiga pemain yang tidak memperkuat Maung Bandung di laga penentuan yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta akhir pekan ini.
Muhammad Ridwan menjadi pemain pertama yang dipastikan tidak akan memperkuat Persib, lantaran masih dibekap cedera telapak kaki kanan. Lalu Tantan yang kemungkinan besar tidak akan masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) setelah lutut kaki kanannya masih terasa nyeri. Terakhir Hariono yang tidak mendapatkan pemutihan setelah mendapatkan dua kali kartu kuning berujung kartu merah saat berlaga di pertemuan kedua melawan Mitra Kukar, pekan lalu.
"Ketiga pemain itu yang mungkin tidak masuk DSP. Berarti sisa 20 pemain. Kita ada dua sesi latihan. Satu lagi sama uji lapangan sekalian sama penentuan starting line up," ujar Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman saat ditemui usai memimpin sesi latihan di Lapangan Sesko AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (15/10/2015).
Meski begitu, Djanur mengaku tidak mempermasalahkannya, sebab simulasi untuk mengganti posisi yang ditinggalkan beberapa pemainnya sudah dilakukan. "Termasuk simulasi untuk menghadapi strategi yang akan diterapkan Sriwijaya. Tapi saya tidak akan gambarkan. Yang jelas kita sudah melakukan antisipasinya. Mudah-mudahan di pertandingan nanti taktik dan strategi yang kita terapkan selama ini berjalan dengan lancar," harapnya.
Hanya saja, Djanur tetap mewanti-wanti kepada seluruh pasukannya mengingat tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut tidak mudah dikalahkan. Meski catatan pertemuan Persib lebih diunggulkan, Djanur menilai kekuatan Sriwijaya FC ini sangat berbeda. Selain materi pemain yang berbeda, pelatih pun kini ditangani Benny Dollo yang memiliki pengalaman jauh lebih baik ketimbang dirinya.
"Sriwijaya saat ini berbeda, materinya berbeda dari segi pencapaian mereka menunjukan progres. Tapi kekuatan di final itu saya pikir tidak jomplang (sama Persib) sama-sama, bisa dikatakan berimbang. Sama-sama punya peluang, tapi tidak bisa menyebut kita lebih diunggulkan kemudian kita bisa terbawa diluar lapangan. Saya sampaikan kepada pemain belum selesai permainan jangan katakan kita sudah menang. Anggapan seperti itu menganggap enteng lawan membuat under-estimated kita harus fokus," tegasnya.
Muhammad Ridwan menjadi pemain pertama yang dipastikan tidak akan memperkuat Persib, lantaran masih dibekap cedera telapak kaki kanan. Lalu Tantan yang kemungkinan besar tidak akan masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) setelah lutut kaki kanannya masih terasa nyeri. Terakhir Hariono yang tidak mendapatkan pemutihan setelah mendapatkan dua kali kartu kuning berujung kartu merah saat berlaga di pertemuan kedua melawan Mitra Kukar, pekan lalu.
"Ketiga pemain itu yang mungkin tidak masuk DSP. Berarti sisa 20 pemain. Kita ada dua sesi latihan. Satu lagi sama uji lapangan sekalian sama penentuan starting line up," ujar Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman saat ditemui usai memimpin sesi latihan di Lapangan Sesko AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (15/10/2015).
Meski begitu, Djanur mengaku tidak mempermasalahkannya, sebab simulasi untuk mengganti posisi yang ditinggalkan beberapa pemainnya sudah dilakukan. "Termasuk simulasi untuk menghadapi strategi yang akan diterapkan Sriwijaya. Tapi saya tidak akan gambarkan. Yang jelas kita sudah melakukan antisipasinya. Mudah-mudahan di pertandingan nanti taktik dan strategi yang kita terapkan selama ini berjalan dengan lancar," harapnya.
Hanya saja, Djanur tetap mewanti-wanti kepada seluruh pasukannya mengingat tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut tidak mudah dikalahkan. Meski catatan pertemuan Persib lebih diunggulkan, Djanur menilai kekuatan Sriwijaya FC ini sangat berbeda. Selain materi pemain yang berbeda, pelatih pun kini ditangani Benny Dollo yang memiliki pengalaman jauh lebih baik ketimbang dirinya.
"Sriwijaya saat ini berbeda, materinya berbeda dari segi pencapaian mereka menunjukan progres. Tapi kekuatan di final itu saya pikir tidak jomplang (sama Persib) sama-sama, bisa dikatakan berimbang. Sama-sama punya peluang, tapi tidak bisa menyebut kita lebih diunggulkan kemudian kita bisa terbawa diluar lapangan. Saya sampaikan kepada pemain belum selesai permainan jangan katakan kita sudah menang. Anggapan seperti itu menganggap enteng lawan membuat under-estimated kita harus fokus," tegasnya.
(bbk)