Dukung Persib, Bobotoh Harus Rogoh Kocek Rp250 Ribu
Kamis, 15 Oktober 2015 - 16:37 WIB
Dukung Persib, Bobotoh Harus Rogoh Kocek Rp250 Ribu
A
A
A
BANDUNG - Antusias bobotoh untuk memberikan dukungan pada Persib Bandung melawan Sriwijaya FC di babak final turnamen Piala Presiden 2015 sangat besar. Mereka harus merogoh kocek Rp 250 Ribu untuk bisa menyaksikan sekaligus memberikan dukungan pada Maung Bandung.
Harga yang dipatok itu untuk tiket dan transportasi ke Jakarta. Untuk tiket tarif yang dikenakan sebesar Rp 150 Ribu dan sisanya untuk biaya perjalanan ke Ibu Kota.
Sementara antusias bobotoh sudah sangat terlihat walau laga sebenarnya baru akan berlangsung Minggu (18/10/2015) nanti. Antrian panjang terjadi di outlet Viking Original Marchandise yang berada di kawasan Stadion Persib (Sidolig), Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Koordinator tiket yang juga merupakan salah satu pentolan Viking Persib Club (VPC), Gusdul mengatakan wajar antrian panjang terjadi. Sebab pendaftaran untuk ikut tur ke Jakarta khususnya di Kota Bandung hanya dibuka di outlet Viking Original Marchandise saja. Otomatis antrian panjang hingga puluhan meter tetap dilakukan para bobotoh sekalipun harus berdiri di bawah teriknya matahari.
"Jadi kita ga buka di tempat lain, kita hanya buka di sini. Karena kita meminimalisir yang palsu juga, dan pendistibusian tiket biar jelas," ujar Gusdul, Kamis (15/10/2015).
Hanya saja, penjualan tiket lebih diutamakan untuk orang dewasa dan wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain dari keterbatasan jatah tiket, pihaknya tidak ingin mengambil resiko besar apabila ada anak dibawah umur yang ikut dalam tur Jakarta ini.
"Bukan tidak boleh, tapi kalau yang di bawah umur siapa yang mau tanggung jawab. Lagian kita juga kan dijatah quota tiketnya, jadi didahulukan yang dewasa dulu," jelasnya.
Meski antrian semakin panjang, namun Gusdul akan tetap membatasi pendaftaran, sebab dirinya harus menyesuaikan dengan jumlah bus yang tersedia. "Tapi kita buka pendaftaran disesuaikan dengan jumlah bus yang tersedia, sampai saat ini ada 20 bus," katanya.
Sementara apabila ada bobotoh yang ingin membawa kendaraan pribadi, pihaknya mengimbau agar segera melapor terlebih dahulu ke Polsek terdekat dari tempat tinggalnya. "Kalau bawa mobil pribadi silakan, tapi lapor dulu ke Polsek setempat. Kalau Polda kan koordinasinya ke Polres dan Polsek, kalau ada apa-apa sudah ada datanya," tegasnya.
Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman pun menyatakan salut dengan antusias bobotoh yang ingin menyaksikan laga final nanti. Apalagi dirinya mendapatkan kabar adanya bobotoh yang rela menjual barang milik pribadinya guna mendapatkan tiket laga final Maung Bandung.
"Ya luar biasa itulah bobotoh Persib. Saya tidak menyangka sekelas turnamen seperti begini dukungan Persib luar biasa, animonya luar biasa ini akan menjadi dukungan moril pemain di lapangan dan cukup terhenyu juga kalau bobotoh segitunya," ungkap Djanur.
Untuk itu, pelatih asal Majalengka ini berharap pasukannya bisa memberikan yang terbaik dengan menorehkan gelar juara di turnamen Piala Presiden 2015 ini. "Mudah-mudahan kami bisa membalas dengan kemenangan dan juara," harapnya.
Harga yang dipatok itu untuk tiket dan transportasi ke Jakarta. Untuk tiket tarif yang dikenakan sebesar Rp 150 Ribu dan sisanya untuk biaya perjalanan ke Ibu Kota.
Sementara antusias bobotoh sudah sangat terlihat walau laga sebenarnya baru akan berlangsung Minggu (18/10/2015) nanti. Antrian panjang terjadi di outlet Viking Original Marchandise yang berada di kawasan Stadion Persib (Sidolig), Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Koordinator tiket yang juga merupakan salah satu pentolan Viking Persib Club (VPC), Gusdul mengatakan wajar antrian panjang terjadi. Sebab pendaftaran untuk ikut tur ke Jakarta khususnya di Kota Bandung hanya dibuka di outlet Viking Original Marchandise saja. Otomatis antrian panjang hingga puluhan meter tetap dilakukan para bobotoh sekalipun harus berdiri di bawah teriknya matahari.
"Jadi kita ga buka di tempat lain, kita hanya buka di sini. Karena kita meminimalisir yang palsu juga, dan pendistibusian tiket biar jelas," ujar Gusdul, Kamis (15/10/2015).
Hanya saja, penjualan tiket lebih diutamakan untuk orang dewasa dan wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain dari keterbatasan jatah tiket, pihaknya tidak ingin mengambil resiko besar apabila ada anak dibawah umur yang ikut dalam tur Jakarta ini.
"Bukan tidak boleh, tapi kalau yang di bawah umur siapa yang mau tanggung jawab. Lagian kita juga kan dijatah quota tiketnya, jadi didahulukan yang dewasa dulu," jelasnya.
Meski antrian semakin panjang, namun Gusdul akan tetap membatasi pendaftaran, sebab dirinya harus menyesuaikan dengan jumlah bus yang tersedia. "Tapi kita buka pendaftaran disesuaikan dengan jumlah bus yang tersedia, sampai saat ini ada 20 bus," katanya.
Sementara apabila ada bobotoh yang ingin membawa kendaraan pribadi, pihaknya mengimbau agar segera melapor terlebih dahulu ke Polsek terdekat dari tempat tinggalnya. "Kalau bawa mobil pribadi silakan, tapi lapor dulu ke Polsek setempat. Kalau Polda kan koordinasinya ke Polres dan Polsek, kalau ada apa-apa sudah ada datanya," tegasnya.
Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman pun menyatakan salut dengan antusias bobotoh yang ingin menyaksikan laga final nanti. Apalagi dirinya mendapatkan kabar adanya bobotoh yang rela menjual barang milik pribadinya guna mendapatkan tiket laga final Maung Bandung.
"Ya luar biasa itulah bobotoh Persib. Saya tidak menyangka sekelas turnamen seperti begini dukungan Persib luar biasa, animonya luar biasa ini akan menjadi dukungan moril pemain di lapangan dan cukup terhenyu juga kalau bobotoh segitunya," ungkap Djanur.
Untuk itu, pelatih asal Majalengka ini berharap pasukannya bisa memberikan yang terbaik dengan menorehkan gelar juara di turnamen Piala Presiden 2015 ini. "Mudah-mudahan kami bisa membalas dengan kemenangan dan juara," harapnya.
(bbk)