Satu Langkah Lagi, Tommy Jadi Jawara di Denmark Terbuka
Minggu, 18 Oktober 2015 - 08:10 WIB
Satu Langkah Lagi, Tommy Jadi Jawara di Denmark Terbuka
A
A
A
ODENSE - Tommy Sugiarto satu langkah lagi bakal menjadi jawara di Denmark Terbuka 2015. Mantan pemain pelatnas itu sukses ke final setelah menumbangkan pebulu tangkis Taiwan, Chou Tien Chen, 21-8, 22-20.
Anak mantan juara dunia, Icuk Sugiarto itu tanpa mengalami kesulitan berarti untuk mendulang tiket partai puncak. Seperti dilaporkan Badmintonindonesia, Minggu (18/10/2015), Tommy hanya butuh waktu 42 menit saja.
Gim pertama dimulai Tommy mendapat dua poin melalui pukulan Chou yang melebar ke luar lapangan. Selanjutnya Tommy terus memimpin perolehan angka tanpa pernah tersusul Chou. Ia bisa menang dengan mudah di game pertama.
“Saya melihat staminanya dia sudah habis, jadi saya manfaatkan. Karena sudah sampai ke semifinal ini semua partai melelahkan,” kata Tommy.
Menang mudah di gim pertama membuat kepercayaan Tommy bertambah. Namun Chou malah berbalik bisa memberikan perlawanan sehingga pertarungan sengit terjadi di gim kedua. Kejar mengejar angka terjadi walau Chou belum bisa melampaui perolehan angka Tommy, Chou bisa mendekati dengan pautan angka yang tak jauh. Dan ketika unggul 20-17, Tommy harus tersusul dulu menjadi 20 sama, sebelum akhirnya menang 22-20
Tommy dan Chou sudah empat kali berhadapan sebelumnya. Rekor pertemuan mereka sementara 3-1 untuk Chou. Terakhir di China Open 2014 lalu, Tommy kalah dua game langsung, 13-21 dan 14-21.
Di babak final, Tommy akan ditantang unggulan satu turnamen, Chen Long dari China. Catatan tidak begitu baik memang membayangi langkah Tommy. Namun ia tetap percaya diri bisa memberikan penampilan terbaiknya.
Tommy sudah delapan kali bertemu Chen Long di lapangan. Tapi ia hanya sekali bisa merebut kemenangan. Mereka terakhir bertemu di BWF World Championships 2014. Saat itu Tommy kalah 16-21 dan 20-22.
“Di atas kertas Chen Long memang lebih diunggulkan. Tapi saya akan berusaha maksimal. Saya akan berusaha bermain lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Dan berusaha untuk menang. Memang butuh kesabaran untuk melawan Chen Long. Karena dari segi serangan dan pertahanan dia lebih matang dari saya. Saya harus lebih sabar,” kata Tommy lagi.
Anak mantan juara dunia, Icuk Sugiarto itu tanpa mengalami kesulitan berarti untuk mendulang tiket partai puncak. Seperti dilaporkan Badmintonindonesia, Minggu (18/10/2015), Tommy hanya butuh waktu 42 menit saja.
Gim pertama dimulai Tommy mendapat dua poin melalui pukulan Chou yang melebar ke luar lapangan. Selanjutnya Tommy terus memimpin perolehan angka tanpa pernah tersusul Chou. Ia bisa menang dengan mudah di game pertama.
“Saya melihat staminanya dia sudah habis, jadi saya manfaatkan. Karena sudah sampai ke semifinal ini semua partai melelahkan,” kata Tommy.
Menang mudah di gim pertama membuat kepercayaan Tommy bertambah. Namun Chou malah berbalik bisa memberikan perlawanan sehingga pertarungan sengit terjadi di gim kedua. Kejar mengejar angka terjadi walau Chou belum bisa melampaui perolehan angka Tommy, Chou bisa mendekati dengan pautan angka yang tak jauh. Dan ketika unggul 20-17, Tommy harus tersusul dulu menjadi 20 sama, sebelum akhirnya menang 22-20
Tommy dan Chou sudah empat kali berhadapan sebelumnya. Rekor pertemuan mereka sementara 3-1 untuk Chou. Terakhir di China Open 2014 lalu, Tommy kalah dua game langsung, 13-21 dan 14-21.
Di babak final, Tommy akan ditantang unggulan satu turnamen, Chen Long dari China. Catatan tidak begitu baik memang membayangi langkah Tommy. Namun ia tetap percaya diri bisa memberikan penampilan terbaiknya.
Tommy sudah delapan kali bertemu Chen Long di lapangan. Tapi ia hanya sekali bisa merebut kemenangan. Mereka terakhir bertemu di BWF World Championships 2014. Saat itu Tommy kalah 16-21 dan 20-22.
“Di atas kertas Chen Long memang lebih diunggulkan. Tapi saya akan berusaha maksimal. Saya akan berusaha bermain lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Dan berusaha untuk menang. Memang butuh kesabaran untuk melawan Chen Long. Karena dari segi serangan dan pertahanan dia lebih matang dari saya. Saya harus lebih sabar,” kata Tommy lagi.
(bbk)