PSSI Minta Publik Awasi Perangkat Pertandingan Final Piala Presiden

Minggu, 18 Oktober 2015 - 14:32 WIB
PSSI Minta Publik Awasi...
PSSI Minta Publik Awasi Perangkat Pertandingan Final Piala Presiden
A A A
JAKARTA - Ketua Komite Wasit PSSI Djamal Azis mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan menilai kinerja dari perangkat pertandingan final Piala Presiden 2015. Laga puncak akan mempertemukan Persib Bandung kontra Sriwijaya FC, Minggu (18/10/2015) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Kendati Piala Presiden hanyalah turnamen biasa, akan tetapi laga pamungkas ini telah menjadi sorotan internasional, di tengah terpuruknya kondisi sepak bola nasional karena pembekuan terhadap PSSI yang mengakibatkan adanya sanksi FIFA. "Persib dan Sriwijaya FC sama-sama telah bekerja keras untuk mencapai final. Pertandingan ini akan sangat menarik dan emosional, seperti telah dibuktikan dengan kehadiran kedua kelompok suporter," ucap Djamal.

"Oleh karena itu, kita semua tentu mengharapkan laga final ini berjalan dengan baik, menarik dan sesuai dengan keinginan penonton, yakni kepemimpinan wasit yang fair," sambung Djamal.

Djamal meminta kepada semua pihak untuk fokus dan sama-sama memperhatikan kinerja wasit dan umumnya perangkat pertandingan di laga final yang mendebarkan ini. "Kita lihat kinerja wasit, berat sebelah tidak. Kuat dengan tekanan tidak, istiqomah dan amanah tidak dalam memimpin. Jangan sampai malah nanti mencederai partai final ini. Jangan sampai ngawur,'' tegasnya.

Sebagaimana diketahui, perangkat pertandingan laga final sudah disampaikan oleh PSSI sejak beberapa hari lalu. Mereka terdiri dari Samsir Ali (Makassar), Jimmy Napitupulu (DKI), Djunaedi Effendi (Malang), Beni Andariko (Padang), Mudjanto (Kediri), dan Najamuddin Aspiran (Balikpapan).

"Tugas mereka tentu, itu juga harus kita apresiasi. Kita mengharapkan mereka menjalankan tugasnya dengan baik. Jangan sampai ada tim yang merasa dirugikan. Ingat, pada prinsipnya mereka ini menjunjung tinggi harkat dan martabat dari presiden, karena ini turnamen Piala Presiden, walau hanya sebuah turnamen," papar Djamal.

Djamal menekankan, sanksi atau hukuman berat sudah pasti akan dijatuhkan pada perangkat pertandingan yang dinilai tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. "Itu sudah pasti. Sangat mungkin nama mereka akan kita hilangkan dari persepakbolaan nasional selama-lamanya,"pungkasnya.
(bbk)
Berita Terkait
PSIS Semarang Melaju...
PSIS Semarang Melaju ke Semifinal Piala Presiden 2022
Dikalahkan Bali United,...
Dikalahkan Bali United, Persebaya Tersingkir dari Piala Presiden 2022
Jelang Pembukaan Piala...
Jelang Pembukaan Piala Presiden 2022
Persib, Arema hingga...
Persib, Arema hingga Oxford United Ramaikan Piala Presiden 2025
Momen Ratusan Driver...
Momen Ratusan Driver Gojek Nonton Langsung Piala Presiden 2025 di GBK
Dukung Kesuksesan Penyelenggaraan...
Dukung Kesuksesan Penyelenggaraan Piala Presiden, Telkomsat Siapkan 4 Unit SNG
Berita Terkini
Laga Terakhir di Stadion...
Laga Terakhir di Stadion Dallas: Prancis vs Spanyol Main di Lapangan Premium
1 jam yang lalu
Tak Oper ke Haaland,...
Tak Oper ke Haaland, Sorloth dan Kekasihnya Diteror
3 jam yang lalu
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
4 jam yang lalu
Wacana FIFA Ubah Piala...
Wacana FIFA Ubah Piala Dunia Jadi 64 Tim Bikin Heboh
5 jam yang lalu
Head to Head Inggris...
Head to Head Inggris vs Argentina di Piala Dunia: Rivalitas 60 Tahun Kembali Memanas
7 jam yang lalu
Bellingham vs Messi:...
Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10
8 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved