Penjelasan Direktur Yamaha Soal Insiden Rossi vs Marquez
Senin, 26 Oktober 2015 - 15:30 WIB
Penjelasan Direktur Yamaha Soal Insiden Rossi vs Marquez
A
A
A
SEPANG - Insiden kecelakaan Marc Marquez yang melibatkan Valentino Rossi terus mendapat perhatian banyak orang. Kejadian yang terekam di Sirkuit Sepang Malaysia, Minggu (25/10/2015) tersebut kabarnya mengubah padangan masyarakat terhadap sosok Rossi sebagai legenda balap. Rider Movistar Yamaha itu dianggap tidak sportif karena sengaja menjatuhkan Marquez yang menyulitkan pergerakannya dalam mengejar Jorge Lorenzo.
Marquez jatuh di tikungan ke-14. Dalam tayangan lambat, kaki kiri Rossi terlihat bergerak ketika The Baby Alien tersungkur keluar lintasan. Akibat perbuatannya, Rossi menerima hukuman yang dilayangkan Race Direction. Pembalap berjuluk The Doctor itu harus memulai seri terakhir di Sitkuit Valencia dari posisi paling belakang. (Baca juga: Dinyatakan Bersalah, Rossi Kena Hukuman)
Menanggapi hal tersebut, kubu Yamaha ingin mengajukan banding. Namun di saat yang bersamaan mereka tidak senang dengan aksi Rossi karena menyebabkan pembalap lain jatuh hingga gagal menuntaskan balapan. (Baca juga: Yamaha Ajukan Banding Hukuman Rossi)
"Menurut saya, insiden ini merupakan buntut dari persaingan mereka di Phillip Island. Setelah balapan di Phillip Island, muncul tuduhan bahwa Marquez ingin mengendalikan jalannya perebutan gelar juara. Saya pikir ini aksi balas dendam Marquez atas tuduhan Valentino yang sudah disebarluaskan oleh media massa," ucap Lin Jarvis selaku Direktur Movistar Yamaha.
"Jika melihatnya, Anda harus mempertanyakan maksud Marquez mengganggu Valentino. Dia seperti sengaja membuat Valentino frustrasi hingga akhirnya melakukan tindakan ini. Saya tidak membenarkan tindakan Valentino. Karena itu dia berusaha menerima hukuman yang diterimanya," ujar Jarvis menambahkan.
Hukuman ini memang tidak mengganggu posisi Rossi di puncak klasemen pembalap. Namun peluang Rossi merebut gelar juara dunia ke-10 terancam sirna karena bukan perkara mudah memulai balapan dari posisi paling belakang. (Baca juga: Diduga Tendang Marquez, Rossi: Dia Menyusahkan!)
Klik di sini untuk melihat update klasemen MotoGP
Marquez jatuh di tikungan ke-14. Dalam tayangan lambat, kaki kiri Rossi terlihat bergerak ketika The Baby Alien tersungkur keluar lintasan. Akibat perbuatannya, Rossi menerima hukuman yang dilayangkan Race Direction. Pembalap berjuluk The Doctor itu harus memulai seri terakhir di Sitkuit Valencia dari posisi paling belakang. (Baca juga: Dinyatakan Bersalah, Rossi Kena Hukuman)
Menanggapi hal tersebut, kubu Yamaha ingin mengajukan banding. Namun di saat yang bersamaan mereka tidak senang dengan aksi Rossi karena menyebabkan pembalap lain jatuh hingga gagal menuntaskan balapan. (Baca juga: Yamaha Ajukan Banding Hukuman Rossi)
"Menurut saya, insiden ini merupakan buntut dari persaingan mereka di Phillip Island. Setelah balapan di Phillip Island, muncul tuduhan bahwa Marquez ingin mengendalikan jalannya perebutan gelar juara. Saya pikir ini aksi balas dendam Marquez atas tuduhan Valentino yang sudah disebarluaskan oleh media massa," ucap Lin Jarvis selaku Direktur Movistar Yamaha.
"Jika melihatnya, Anda harus mempertanyakan maksud Marquez mengganggu Valentino. Dia seperti sengaja membuat Valentino frustrasi hingga akhirnya melakukan tindakan ini. Saya tidak membenarkan tindakan Valentino. Karena itu dia berusaha menerima hukuman yang diterimanya," ujar Jarvis menambahkan.
Hukuman ini memang tidak mengganggu posisi Rossi di puncak klasemen pembalap. Namun peluang Rossi merebut gelar juara dunia ke-10 terancam sirna karena bukan perkara mudah memulai balapan dari posisi paling belakang. (Baca juga: Diduga Tendang Marquez, Rossi: Dia Menyusahkan!)
Klik di sini untuk melihat update klasemen MotoGP
(bep)