Presiden FIM Murka dengan Aksi Rossi
Sabtu, 31 Oktober 2015 - 12:08 WIB
Presiden FIM Murka dengan Aksi Rossi
A
A
A
MIES - Keinginan Valentino Rossi mendapat keringanan hukuman saat tampil di Sirkuit Valencia 8 November mendatang terancam gagal terwujud. Pasalnya, Presiden Federasi balap motor dunia (FIM) Vito Ippolito sangat tidak senang terhadap segala tindakan yang tidak menjunjung tinggi nilai sportivitas.
"Peristiwa yang timbul baru-baru ini bisa merusak kompetisi MotoGP dan meracuni suasana di dunia olahraga. Kami akan dianggap menjauh dari tradisi sportivitas yang merupakan bagian dan warisan kompetisi balap motor," ucapnya yang dikutip dari situs MotoGP.
"Setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan ide masing-masing. Tapi kata-kata dan tindakan selalu memiliki konsekuensi. Setiap individu harus mengambil tanggung jawab atas konsekuensi yang mereka terima. Semua pembalap harus menyadari ini. Mereka memiliki ribuan penggemar. Karena itu mereka harus memberi contoh yang baik, bukan sekadar kejujuran namun semua disiplin ilmu yang kami berikan," tegasnya.
Rossi dianggap bersalah atas kecelakaan Marc Marquez di Sirkuit Sepang Malaysia 25 Oktober 2015 lalu. Pembalap Movistar Yamaha itu akhirnya dijatuhi hukuman yang berlaku pada seri terakhir di Sirkuit Valencia. Rossi harus memulai balapan dari posisi paling belakang sehingga mengecilkan peluangnya merebut gelar juara dunia tahun ini.
"Benar atau tidaknya masalah ini, mereka sudah memberikan kerugian besar di dunia olahraga. Pembalap, tim, produsen dan sponsor tak hanya menghormati aturan. Mereka juga wajib menerima keputusan petinggi. Jika tidak bisa melakukannya, mereka bisa merusak perkembangan masa depan olahraga kami," jelas Ippolito.
"Atas nama FIM, saya berharap semua pembalap menghormati semangat fairplay saat seri berikutnya digelar di Valencia," pungkasnya.
Terkait hukuman yang diterimanya, Rossi sudah menempuh jalur banding ke Pengadilan Arbritase Olahraga (CAS). Nasib sang pembalap akan diputuskan pada 6 November 2015.
"Peristiwa yang timbul baru-baru ini bisa merusak kompetisi MotoGP dan meracuni suasana di dunia olahraga. Kami akan dianggap menjauh dari tradisi sportivitas yang merupakan bagian dan warisan kompetisi balap motor," ucapnya yang dikutip dari situs MotoGP.
"Setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan ide masing-masing. Tapi kata-kata dan tindakan selalu memiliki konsekuensi. Setiap individu harus mengambil tanggung jawab atas konsekuensi yang mereka terima. Semua pembalap harus menyadari ini. Mereka memiliki ribuan penggemar. Karena itu mereka harus memberi contoh yang baik, bukan sekadar kejujuran namun semua disiplin ilmu yang kami berikan," tegasnya.
Rossi dianggap bersalah atas kecelakaan Marc Marquez di Sirkuit Sepang Malaysia 25 Oktober 2015 lalu. Pembalap Movistar Yamaha itu akhirnya dijatuhi hukuman yang berlaku pada seri terakhir di Sirkuit Valencia. Rossi harus memulai balapan dari posisi paling belakang sehingga mengecilkan peluangnya merebut gelar juara dunia tahun ini.
"Benar atau tidaknya masalah ini, mereka sudah memberikan kerugian besar di dunia olahraga. Pembalap, tim, produsen dan sponsor tak hanya menghormati aturan. Mereka juga wajib menerima keputusan petinggi. Jika tidak bisa melakukannya, mereka bisa merusak perkembangan masa depan olahraga kami," jelas Ippolito.
"Atas nama FIM, saya berharap semua pembalap menghormati semangat fairplay saat seri berikutnya digelar di Valencia," pungkasnya.
Terkait hukuman yang diterimanya, Rossi sudah menempuh jalur banding ke Pengadilan Arbritase Olahraga (CAS). Nasib sang pembalap akan diputuskan pada 6 November 2015.
(bep)