Ocehan Rossi Dianggap Tidak Terbukti Sejak GP Australia
Rabu, 11 November 2015 - 15:07 WIB
Ocehan Rossi Dianggap Tidak Terbukti Sejak GP Australia
A
A
A
JAKARTA - Hubungan Valentino Rossi dengan Marc Maquez makin memanas. Meski MotoGP tahun ini sudah selesai digulirkan, Rossi tetap memandang Marquez dengan tatapan negatif. Pembalap Movistar Yamaha itu masih menganggap The Baby Alien sebagai penyebab utama dari kegagalannya meraih gelar juara tahun ini.
Rossi awalnya sangat diunggulkan untuk memenangkan MotoGP 2015. Dari seri pertama hingga 17, ia konsisten memimpin puncak klasemen. Namun peluangnya hancur saat balapan di Sirkuit Sepang Malaysia, 25 Oktober lalu. Saat itu Rossi dianggap sebagai biang keladi dari kecelakaan yang menimpa Marquez di lap ketujuh. Akibatnya Rossi harus menerima hukuman yakni memulai seri terakhir di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia dari posisi paling belakang.
Saat itulah publik mulai mencium adanya konspirasi antara Marquez dan Jorge Lorenzo, dua pembalap yang sama-sama berasal dari Spanyol. Anggapan itu awalnya dilontarkan Rossi usai balapan di Sirkuit Phillip Island Australia, 18 Oktober 2015 lalu. Namun tuduhan Rossi disangkal Kevin Schwantz, mantan pembalap kelas 500cc yang terang-terangan menyuarakan dukungannya untuk Marquez. (Baca juga: Rossi Ungkap Taktik Marquez-Pedrosa Dukung Lorenzo)
"GP Australia jadi balapan terbaik tahun ini. Saat itu Rossi menganggap Marquez bakal menjegal peluangnya merebut gelar juara dunia. Kemungkinan memang selalu ada, tapi Marquez melaju dengan sangat cepat hingga putaran terakhir dan menurut saya omongan Rossi tidak terbukti," ucapnya pada Motorsport.
"Mungkin Rossi memang mendeteksi sesuatu yang berbeda dalam persaingannya dengan Marquez. Namum kita tak tahu pasti. Semua jawaban hanya ada di kepalanya, dia punya perspektif yang unik. Tapi menurut saya, Rossi tidak berhak mengeluh setelah GP Australia," tegasnya.
Rossi sebenarnya sudah menjelaskan adanya konspirasi antar pembalap Spanyol ke Federasi Balap Motor Dunia (FIM). Namun sayang, usahanya tidak membuahkan hasil. Pembalap berusia 36 tahun itu akhirnya harus puas menyandang status runner up musim ini. (Baca juga: Marquez Punya Firasat Bakal Dicemooh)
Rossi awalnya sangat diunggulkan untuk memenangkan MotoGP 2015. Dari seri pertama hingga 17, ia konsisten memimpin puncak klasemen. Namun peluangnya hancur saat balapan di Sirkuit Sepang Malaysia, 25 Oktober lalu. Saat itu Rossi dianggap sebagai biang keladi dari kecelakaan yang menimpa Marquez di lap ketujuh. Akibatnya Rossi harus menerima hukuman yakni memulai seri terakhir di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia dari posisi paling belakang.
Saat itulah publik mulai mencium adanya konspirasi antara Marquez dan Jorge Lorenzo, dua pembalap yang sama-sama berasal dari Spanyol. Anggapan itu awalnya dilontarkan Rossi usai balapan di Sirkuit Phillip Island Australia, 18 Oktober 2015 lalu. Namun tuduhan Rossi disangkal Kevin Schwantz, mantan pembalap kelas 500cc yang terang-terangan menyuarakan dukungannya untuk Marquez. (Baca juga: Rossi Ungkap Taktik Marquez-Pedrosa Dukung Lorenzo)
"GP Australia jadi balapan terbaik tahun ini. Saat itu Rossi menganggap Marquez bakal menjegal peluangnya merebut gelar juara dunia. Kemungkinan memang selalu ada, tapi Marquez melaju dengan sangat cepat hingga putaran terakhir dan menurut saya omongan Rossi tidak terbukti," ucapnya pada Motorsport.
"Mungkin Rossi memang mendeteksi sesuatu yang berbeda dalam persaingannya dengan Marquez. Namum kita tak tahu pasti. Semua jawaban hanya ada di kepalanya, dia punya perspektif yang unik. Tapi menurut saya, Rossi tidak berhak mengeluh setelah GP Australia," tegasnya.
Rossi sebenarnya sudah menjelaskan adanya konspirasi antar pembalap Spanyol ke Federasi Balap Motor Dunia (FIM). Namun sayang, usahanya tidak membuahkan hasil. Pembalap berusia 36 tahun itu akhirnya harus puas menyandang status runner up musim ini. (Baca juga: Marquez Punya Firasat Bakal Dicemooh)
(bep)