Dua Wakil Tersingkir, Indonesia Rebut Satu Tiket di Semifinal
Sabtu, 14 November 2015 - 15:07 WIB
Dua Wakil Tersingkir, Indonesia Rebut Satu Tiket di Semifinal
A
A
A
LIMA - Dua dari tiga wakil Indonesia di babak perempat Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2015 mesti tersingkir. Tim Merah Putih hanya mampu merebut satu tiket semifinal yang disumbang nomor ganda campuran.
Di babak delapan besar yang berlangsung di Centro De Alto Rendimiento La Videna, Jumat (13/11/2015) waktu setempat atau Sabtu (14/11/2015), Indonesia mengirimkan tiga wakilnya di nomor tunggal putra, ganda putri dan ganda campuran. Masing-masing diisi Firman Abdul Kholik, pasangan Marsheilla Gisca Islami/Rahmadhani Hastiyanti Putri, dan Fachryza Abimanyu/Apriani Rahayu.
Firman yang turun melawan Adulrach Namkul asal Thailand, tak berkutik setelah kalah dua gim langsung dengan skor 15-21, 7-21. Pebulutangkis berusia 18 tahun itu mengaku sejak awal memang sudah tidak nyaman bermain. "Saya memang merasa hari ini lagi tidak enak mainnya. Saya tidak bisa mengeluarkan semua kemampuan yang saya punya," ucapnya di situs resmi PBSI.
Selanjutnya, pasangan ganda putri Gisca/Putri mesti berjuang selama tiga gim saat melawan pasangan Taiwan Chen Wan Ting/Lee Chia Hsin. Sayang, Indonesia takluk 16-21, 21-17, 16-21 dalam durasi pertandingan 56 menit. Dua pasangan Indonesia pun gugur.
Beruntung, Fahcryza/Apriani yang turun terakhir tampil cemerlang saat melawan pasangan Spanyol Alejo Javier Ibeas/Miren Josebe Azcue. Duet Indonesia yang menempati unggulan kelima turnamen menang dengan skor telak 21-9, 21-7.
Di semifinal, Minggu (15/11/2015), Fachryza/Apriani bakal berhadapan dengan pasangan Tiongkok He Jiting/Du Yue. Menghadapi lawan yang punya skill di atas rata-rata, Fachryza sudah punya strategi.
"Kami berharap bisa main lepas sebab lawan lebih diunggulkan dan harus lebih fokus lagi dari pertandingan sebelumnya. Pasangan Tiongkok ini unggul dari segi kecepatan dan kekuatan, namun kami akan siasati dengan taktik permainan yang sudah didiskusikan dengan pelatih," jelas pemain yang akrab disapa Abi ini.
Di babak delapan besar yang berlangsung di Centro De Alto Rendimiento La Videna, Jumat (13/11/2015) waktu setempat atau Sabtu (14/11/2015), Indonesia mengirimkan tiga wakilnya di nomor tunggal putra, ganda putri dan ganda campuran. Masing-masing diisi Firman Abdul Kholik, pasangan Marsheilla Gisca Islami/Rahmadhani Hastiyanti Putri, dan Fachryza Abimanyu/Apriani Rahayu.
Firman yang turun melawan Adulrach Namkul asal Thailand, tak berkutik setelah kalah dua gim langsung dengan skor 15-21, 7-21. Pebulutangkis berusia 18 tahun itu mengaku sejak awal memang sudah tidak nyaman bermain. "Saya memang merasa hari ini lagi tidak enak mainnya. Saya tidak bisa mengeluarkan semua kemampuan yang saya punya," ucapnya di situs resmi PBSI.
Selanjutnya, pasangan ganda putri Gisca/Putri mesti berjuang selama tiga gim saat melawan pasangan Taiwan Chen Wan Ting/Lee Chia Hsin. Sayang, Indonesia takluk 16-21, 21-17, 16-21 dalam durasi pertandingan 56 menit. Dua pasangan Indonesia pun gugur.
Beruntung, Fahcryza/Apriani yang turun terakhir tampil cemerlang saat melawan pasangan Spanyol Alejo Javier Ibeas/Miren Josebe Azcue. Duet Indonesia yang menempati unggulan kelima turnamen menang dengan skor telak 21-9, 21-7.
Di semifinal, Minggu (15/11/2015), Fachryza/Apriani bakal berhadapan dengan pasangan Tiongkok He Jiting/Du Yue. Menghadapi lawan yang punya skill di atas rata-rata, Fachryza sudah punya strategi.
"Kami berharap bisa main lepas sebab lawan lebih diunggulkan dan harus lebih fokus lagi dari pertandingan sebelumnya. Pasangan Tiongkok ini unggul dari segi kecepatan dan kekuatan, namun kami akan siasati dengan taktik permainan yang sudah didiskusikan dengan pelatih," jelas pemain yang akrab disapa Abi ini.
(akr)