Soal Teror Paris, FIGC: Stadion Tempat Perdamaian

Minggu, 15 November 2015 - 11:32 WIB
Soal Teror Paris, FIGC:...
Soal Teror Paris, FIGC: Stadion Tempat Perdamaian
A A A
MILAN - Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Carlo Tavecchio mengucapkan rasa belasungkawa dan simpati atas serangkaian teror yang terjadi di Paris, Jumat (13/11/2015) malam waktu setempat. Solidaritas yang itu ditunjukan langsung pada situs resmi mereka.

"Kami selalu di sisi Anda. Dalam menghadapi serangkaian teror pembunuhan yang melanda Paris, sepak bola dan nilai-nilainya harus membantu kami lebih dari sebelumnya untuk mengalahkan kekerasan dan membuat stadion menjadi tempat perdamaian," demikian pernyataan resmi FIGC, Minggu (15/11/2015).

Serangkaian serangan teror melanda Paris, Prancis, sepanjang Jumat (13/11/2015) malam waktu setempat. Setidaknya ada enam tempat yang menjadi sasaran serangan itu, termasuk sebuah stadion tempat digelarnya pertandingan sepak bola yang dihadiri Presiden Prancis Francois Hollande. (Baca juga: 6 Lokasi dan Korban Rangkaian Serangan Teror di Paris)

Delapan pelaku aksi teror di Paris dilaporkan tewas dimana tujuh diantaranya adalah pelaku bom bunuh diri. Menurut juru bicara Kejaksaan Paris, Agnes Thibault-Lecuivre, tiga pelaku teror tewas saat melakukan aksi bom bunuh diri di luar stadion nasional Stade de France saat pertandingan persahabatan antara tim nasional Prancis dengan tim nasional Jerman, seperti dikutip dari laman Daily Mail. (Baca juga: Presiden FFF Takut Ancaman Teror Paris Ganggu Piala Eropa 2016)

Beralih ke FIGC, Tavecchio telah meminta kepada UEFA untuk mengheningkan cipta selama satu menit di laga Italia versus Rumania, Selasa (17/11/2015) malam waktu setempat. Menurutnya, dunia sepak bola telah datang bersama-sama dalam solidaritas dengan Perancis menyusul serangan teror yang terjadi selama laga persahabatan Prancis versus Jerman di Stadion Stade de France.

"Saya telah meminta UEFA untuk mendahului pertandingan antara Italia dan Rumania dengan keheningan cipta selama satu menit. Ini adalah serangan serius pada masyarakat, pada warga, dan itu tak terelakkan bahwa pertanyaan akan dibangkitkan tentang tragedi ini. Politik harus memainkan perannya, berkaitan dengan Federasi, kami mengungkapkan solidaritas kami dalam dan tulus dengan Perancis, dengan korban dan dengan keluarga mereka," tutup Tavecchio.
(akr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
35 menit yang lalu
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
1 jam yang lalu
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
14 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
14 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
16 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved