Inilah Alasan Marquez-Pedrosa Gagal Juara
Selasa, 17 November 2015 - 06:04 WIB
Inilah Alasan Marquez-Pedrosa Gagal Juara
A
A
A
AALST - Wakil Presiden Honda Racing Team (HRC) Shuhei Nakamoto membeberkan alasan kegagalan timnya menjuarai MotoGP 2015. Seperti dilansir Crash, Selasa (17/11/2015) Nakamoto menjelaskan bahwa mesin motor tahun ini tidak cocok dengan karakter dua pembalap Honda, Marc Maquez dan Dani Pedrosa.
"Dalam MotoGP, hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Masalah utamanya adalah karakteristik mesin. Saya ingat, tahun lalu Dani dan Marc mengeluh soal performa mesin yang digunakan musim ini. Karakternya lebih sulit dan mereka sama sekali tidak bahagia," ungkap Nakamoto.
Marquez yang berstatus juara MotoGP 2014 harus puas bertengger di peringkat tiga klasemen akhir. Ia hanya mengumpulkan 242 poin, unggul 36 angka dari Pedrosa yang duduk di posisi empat.
Keduanya kalah dari duet Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Pada akhir kompetisi, Rossi mengoleksi 325 poin. Sedangkan Lorenzo memiliki 330 poin dan berhak menyandang status sebagai juara dunia tahun ini.
Kekalahan Honda juga terjadi di klasemen konstruktor. Secara keseluruhan, Honda mengumpulkan 335 poin. Mereka terpaut 52 angka dari Yamaha yang keluar sebagai pemenang.
"Menurut saya, mesin jadi masalah terbesar kami pada tahun ini. Mesin kurang agresif saat kami melakukan pengujian di Sirkuit Sepang Malaysia. Kami akhirnya mengubah body dan knalpot motor Marc Marquez seperti model 2014 lalu saat ia tampil di Sirkuit Assen Belanda. Saya merasa mesin HRC tahun ini tidak ramah," tegas Nakamoto.
"Dalam MotoGP, hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Masalah utamanya adalah karakteristik mesin. Saya ingat, tahun lalu Dani dan Marc mengeluh soal performa mesin yang digunakan musim ini. Karakternya lebih sulit dan mereka sama sekali tidak bahagia," ungkap Nakamoto.
Marquez yang berstatus juara MotoGP 2014 harus puas bertengger di peringkat tiga klasemen akhir. Ia hanya mengumpulkan 242 poin, unggul 36 angka dari Pedrosa yang duduk di posisi empat.
Keduanya kalah dari duet Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Pada akhir kompetisi, Rossi mengoleksi 325 poin. Sedangkan Lorenzo memiliki 330 poin dan berhak menyandang status sebagai juara dunia tahun ini.
Kekalahan Honda juga terjadi di klasemen konstruktor. Secara keseluruhan, Honda mengumpulkan 335 poin. Mereka terpaut 52 angka dari Yamaha yang keluar sebagai pemenang.
"Menurut saya, mesin jadi masalah terbesar kami pada tahun ini. Mesin kurang agresif saat kami melakukan pengujian di Sirkuit Sepang Malaysia. Kami akhirnya mengubah body dan knalpot motor Marc Marquez seperti model 2014 lalu saat ia tampil di Sirkuit Assen Belanda. Saya merasa mesin HRC tahun ini tidak ramah," tegas Nakamoto.
(bep)