5 Catatan Memalukan Real Madrid di 2015
Sabtu, 05 Desember 2015 - 18:17 WIB
5 Catatan Memalukan Real Madrid di 2015
A
A
A
MADRID - Nasib sial sedang mengarah ke kubu Real Madrid. Tim raksasa Spanyol itu mengalami berbagai hal buruk yang terjadi sepanjang tahun ini.
Meski sudah mengeluarkan banyak uang untuk belanja pemain bintang, Madrid tetap kesulitan mengukir prestasi. Keadaan tambah parah saat bangku kepelatihan pindah kepemilikan dari Carlo Ancelotti ke Rafael Benitez. Madrid semakin terpuruk dan jadi bahan sindiran rival abadinya, FC Barcelona.
Berikut lima hal memalukan yang dialami Madrid sepanjang tahun 2015:
1. Gagal Juara
Musim lalu Madrid menghabiskan banyak uang untuk merekrut Keylor Navas, Toni Kroos dan James Rodriguez. Mereka berharap pembelian tersebut bisa mendongkrak prestasi tim khususnya pada ajang La Liga Spanyol.
Sayangnya, Madrid gagal total. Di pentas La Liga, mereka kalah saing dengan Barcelona. Pada akhir musim, Los Blancos memiliki 92 poin. Sedangkan El Barca, mereka mempunyai 94 poin.
Kegagalan juga dirasakan Madrid pada Liga Champions dan Copa del Rey. Di Liga Champions, Madrid gagal mempertahankan trofi juara usai dikalahkan Juventus dengan aggregat 2-3. Yang lebih memalukan, kekalahan saat itu disebabkan oleh gol yang dicetak mantan pemain mereka, Alvaro Morata.
Sementara di ajang Copa del Rey, langkah Madrid terhenti pada babak 16 besar. Bertarung melawan Atletico, Garteh Bale Cs kalah aggregat 2-4.
2. Melihat Barcelona Pesta Treble Winners
Derita Madrid makin lengkap saat musuh abadi mereka, Barcelona merebut tiga gelar sekaligus dalam waktu satu musim. Hebatnya, Barca mengukir prestasi ini di bawah komando pelatih baru Luis Enrique.
Selain juara La Liga, Los Blaugrana juga sukses memenangkan Liga Champions dan Copa del Rey. Di Liga Champions, Barca menang 3-1 atas Juventus. Hasil tersebut juga terjadi saat Luis Suarez Cs mengalahkan Athletic Bilbao di final Copa del Rey.
3. Gagal Dapatkan De Gea
Demi memperbaiki penampilannya, Madrid coba mendatangkan David De Gea dari Manchester United. Setelah negosiasi berjalan alot selama beberapa pekan, MU akhirnya sepakat melepas sang pemain ke Estadio Santiago Bernabeu.
Namun transfer tersebut akhirnya batal, sebab MU telat mengirim dokumen kepindahan. Madrid tambah gigit jari ketika De Gea memilih untuk memperpanjang kontraknya hingga 2019.
4. Dipermalukan 0-4 Saat El Clasico
Barcelona tampil perkasa saat berkunjung ke Estadio Santiago Bernabeu, 22 November 2015 lalu. Meski menyandang status tamu, Barca justru sukses mempermalukan Madrid yang tampil dengan kekuatan penuh.
Pada awal pertandingan, Barca tidak diperkuat Lionel Messi. Meski demikian, mereka tetap menguasai jalannya pertandingan. Hingga akhirnya Madrid dibantai empat gol tanpa balas.
5. Didiskualifikasi dari Copa del Rey
Madrid melakukan kelalaian di pentas Copa del Rey. Gelandang asal Rusia, Denis Cheryshev dimainkan sejak awal pertandingan. Padahal sang pemain sudah mengantongi tiga kartu kuning yang didapat pada musim lalu. Artinya ia harus absen saat Madrid menghadapi Cadiz, 3 Desember 2015 lalu.
Namun Cheryshev tetap tampil dan bahkan, ia bisa mencetak gol. Akhirnya kasus ini diadukan pada fedrasi sepak bola Spanyol (RFEF). Madrid dinyatakan bersalah dan mereka didiskualifikasi dari Copa del Rey musim ini.
Meski sudah mengeluarkan banyak uang untuk belanja pemain bintang, Madrid tetap kesulitan mengukir prestasi. Keadaan tambah parah saat bangku kepelatihan pindah kepemilikan dari Carlo Ancelotti ke Rafael Benitez. Madrid semakin terpuruk dan jadi bahan sindiran rival abadinya, FC Barcelona.
Berikut lima hal memalukan yang dialami Madrid sepanjang tahun 2015:
1. Gagal Juara
Musim lalu Madrid menghabiskan banyak uang untuk merekrut Keylor Navas, Toni Kroos dan James Rodriguez. Mereka berharap pembelian tersebut bisa mendongkrak prestasi tim khususnya pada ajang La Liga Spanyol.
Sayangnya, Madrid gagal total. Di pentas La Liga, mereka kalah saing dengan Barcelona. Pada akhir musim, Los Blancos memiliki 92 poin. Sedangkan El Barca, mereka mempunyai 94 poin.
Kegagalan juga dirasakan Madrid pada Liga Champions dan Copa del Rey. Di Liga Champions, Madrid gagal mempertahankan trofi juara usai dikalahkan Juventus dengan aggregat 2-3. Yang lebih memalukan, kekalahan saat itu disebabkan oleh gol yang dicetak mantan pemain mereka, Alvaro Morata.
Sementara di ajang Copa del Rey, langkah Madrid terhenti pada babak 16 besar. Bertarung melawan Atletico, Garteh Bale Cs kalah aggregat 2-4.
2. Melihat Barcelona Pesta Treble Winners
Derita Madrid makin lengkap saat musuh abadi mereka, Barcelona merebut tiga gelar sekaligus dalam waktu satu musim. Hebatnya, Barca mengukir prestasi ini di bawah komando pelatih baru Luis Enrique.
Selain juara La Liga, Los Blaugrana juga sukses memenangkan Liga Champions dan Copa del Rey. Di Liga Champions, Barca menang 3-1 atas Juventus. Hasil tersebut juga terjadi saat Luis Suarez Cs mengalahkan Athletic Bilbao di final Copa del Rey.
3. Gagal Dapatkan De Gea
Demi memperbaiki penampilannya, Madrid coba mendatangkan David De Gea dari Manchester United. Setelah negosiasi berjalan alot selama beberapa pekan, MU akhirnya sepakat melepas sang pemain ke Estadio Santiago Bernabeu.
Namun transfer tersebut akhirnya batal, sebab MU telat mengirim dokumen kepindahan. Madrid tambah gigit jari ketika De Gea memilih untuk memperpanjang kontraknya hingga 2019.
4. Dipermalukan 0-4 Saat El Clasico
Barcelona tampil perkasa saat berkunjung ke Estadio Santiago Bernabeu, 22 November 2015 lalu. Meski menyandang status tamu, Barca justru sukses mempermalukan Madrid yang tampil dengan kekuatan penuh.
Pada awal pertandingan, Barca tidak diperkuat Lionel Messi. Meski demikian, mereka tetap menguasai jalannya pertandingan. Hingga akhirnya Madrid dibantai empat gol tanpa balas.
5. Didiskualifikasi dari Copa del Rey
Madrid melakukan kelalaian di pentas Copa del Rey. Gelandang asal Rusia, Denis Cheryshev dimainkan sejak awal pertandingan. Padahal sang pemain sudah mengantongi tiga kartu kuning yang didapat pada musim lalu. Artinya ia harus absen saat Madrid menghadapi Cadiz, 3 Desember 2015 lalu.
Namun Cheryshev tetap tampil dan bahkan, ia bisa mencetak gol. Akhirnya kasus ini diadukan pada fedrasi sepak bola Spanyol (RFEF). Madrid dinyatakan bersalah dan mereka didiskualifikasi dari Copa del Rey musim ini.
(bep)