Meski Juara, Lorenzo Cuma 'Pembalap Figuran' di 2015
Kamis, 17 Desember 2015 - 08:30 WIB
Meski Juara, Lorenzo Cuma 'Pembalap Figuran' di 2015
A
A
A
MADRID - Jurnalis olah raga Dennis Noyes kembali membuat pernyataan menarik seputar para pembalap MotoGP. Setelah menyandingkan Marc Marquez dengan Kenny Roberts, Noyes menyebut juara dunia 2015 Jorge Lorenzo cuma pembalap figuran.
Lorenzo dianggap pembalap figuran alias bukan pembalap utama yang disorot dalam lakon MotoGP 2015 lantaran persaingan terlatak pada Valentino Rossi dan Marc Marquez. Menurut Noyes, pendapat itu tak lepas dari banyaknya duel bertajuk head to head yang melibatkan Rossi dan Marquez.
"(Rivalitas Rossi-Marquez -red) akan menimbulkan efek di musim 2016 hingga 2018 mendatang. Ini akan memakan banyak waktu. 2015 menjadi Kejuaraan Dunia bentrokan antara kedua pembalap tersebut, dan bukan kemenangan yang layak untuk Jorge Lorenzo," kata Noyes, dikutip Tuttomotori, Kamis (17/12/2015).
"Ini adalah final kejuaraan dunia yang pahit yang pernah saya lihat. Sampai di GP Malaysia mungkin adalah perlombaan yang terbaik, lalu hal itu (Konspirasi -red) terjadi bahwa kita semua tahu dan... lebih baik saya berhenti bicara. Masih ada begitu banyak ketegangan," kata Noyes.
Di GP Malaysia, Rossi menuduh Marquez dan Lorenzo bekerjasama untuk menentukan pemenang dalam kajuaraan dunia. Marquez kemudian terlibat kecelakaan yang berujung pada dihukumnya Rossi pada balapan pamungkas di Valencia. (Baca juga : Lorenzo Ngaku Adanya Konspirasi)
Lorenzo dianggap pembalap figuran alias bukan pembalap utama yang disorot dalam lakon MotoGP 2015 lantaran persaingan terlatak pada Valentino Rossi dan Marc Marquez. Menurut Noyes, pendapat itu tak lepas dari banyaknya duel bertajuk head to head yang melibatkan Rossi dan Marquez.
"(Rivalitas Rossi-Marquez -red) akan menimbulkan efek di musim 2016 hingga 2018 mendatang. Ini akan memakan banyak waktu. 2015 menjadi Kejuaraan Dunia bentrokan antara kedua pembalap tersebut, dan bukan kemenangan yang layak untuk Jorge Lorenzo," kata Noyes, dikutip Tuttomotori, Kamis (17/12/2015).
"Ini adalah final kejuaraan dunia yang pahit yang pernah saya lihat. Sampai di GP Malaysia mungkin adalah perlombaan yang terbaik, lalu hal itu (Konspirasi -red) terjadi bahwa kita semua tahu dan... lebih baik saya berhenti bicara. Masih ada begitu banyak ketegangan," kata Noyes.
Di GP Malaysia, Rossi menuduh Marquez dan Lorenzo bekerjasama untuk menentukan pemenang dalam kajuaraan dunia. Marquez kemudian terlibat kecelakaan yang berujung pada dihukumnya Rossi pada balapan pamungkas di Valencia. (Baca juga : Lorenzo Ngaku Adanya Konspirasi)
(bep)