Komentar Marquez Bikin Hubungan Rossi-Lorenzo Makin Keruh
Senin, 21 Desember 2015 - 12:59 WIB
Komentar Marquez Bikin Hubungan Rossi-Lorenzo Makin Keruh
A
A
A
ROMA - Hubungan yang melibatkan tiga pembalap MotoGP; Jorge Lorenzo, Marc Marcquez dan Valentino Rossi di akhir musim 2015 membuat Guido Meda buka suara. Pengamat MotoGP asal Italia itu menuding Marquez sebagai penyebab memburuknya hubungan Rossi dengan para pembalap Spanyol.
Menurut Meda, saat ini sejumlah Pembalap Spanyol sedang tidak akur dengan Rossi lantaran dinamika yang berkembang di tiga balapan terakhir musim 2015. Salah satunya ketika Marquez terjatuh usai duel dengan Rossi di Sirkuit Sepang, 25 Oktober lalu.
"Hal yang menarik adalah ketika ia (Marquez) mengatakan 'Aku hanya tahu kebenaran dan Valentino Rossi', itu tidak berarti banyak, itu adalah dua kebenaran yang berlawanan," kata Meda, dikutip Tuttomotori, Senin (21/12/15).
"Lorenzo berada ditengah-tengah pembalap yang mempunyai karismatik yang berbeda. Rossi adalah orang yang tidak mudah menyerah sedangkan Marquez orang yang sulit untuk mentolerir kesalahan karna ia merasa dirinya ingin lebih kuat," lanjutnya.
Meda juga berpendapat bahwa keputusan Rossi untuk bungkam, terpaksa dilakukan karena kesal dengan apa 'sumbangsih Marquez 'dalam kegagalanya merebut gelar juara dunia kesepuluh.
"Karna jengkel oleh provokasi dari musuh yang menghambat dia untuk menjadi juara dunia, tetapi menurut Marquez, Rossi seperti memberikan sebuah bola." tutup Meda. (Baca juga : Balapan Bersama Adik Rossi Sesuatu yang Rumit)
Menurut Meda, saat ini sejumlah Pembalap Spanyol sedang tidak akur dengan Rossi lantaran dinamika yang berkembang di tiga balapan terakhir musim 2015. Salah satunya ketika Marquez terjatuh usai duel dengan Rossi di Sirkuit Sepang, 25 Oktober lalu.
"Hal yang menarik adalah ketika ia (Marquez) mengatakan 'Aku hanya tahu kebenaran dan Valentino Rossi', itu tidak berarti banyak, itu adalah dua kebenaran yang berlawanan," kata Meda, dikutip Tuttomotori, Senin (21/12/15).
"Lorenzo berada ditengah-tengah pembalap yang mempunyai karismatik yang berbeda. Rossi adalah orang yang tidak mudah menyerah sedangkan Marquez orang yang sulit untuk mentolerir kesalahan karna ia merasa dirinya ingin lebih kuat," lanjutnya.
Meda juga berpendapat bahwa keputusan Rossi untuk bungkam, terpaksa dilakukan karena kesal dengan apa 'sumbangsih Marquez 'dalam kegagalanya merebut gelar juara dunia kesepuluh.
"Karna jengkel oleh provokasi dari musuh yang menghambat dia untuk menjadi juara dunia, tetapi menurut Marquez, Rossi seperti memberikan sebuah bola." tutup Meda. (Baca juga : Balapan Bersama Adik Rossi Sesuatu yang Rumit)
(bbk)