Mampukah Leicester City Juara? Ini 12 Tim Kejutan di Eropa
Selasa, 22 Desember 2015 - 18:41 WIB
Mampukah Leicester City Juara? Ini 12 Tim Kejutan di Eropa
A
A
A
LEICESTER - Leicester City butuh satu kemenangan untuk meraih gelar paruh musim Liga Primer Inggris 2015/2016. Ini akan dibuktikan saat tim besutan Claudio Ranieri itu dijamu Liverpool pada boxing day di Anfield, Sabtu (26/12/20165). Laga ini bisa menjadi titik positif Leicester untuk mencatat sejarah klub menjuarai Liga Inggris pertama kali.
Di luar prediski banyak pihak, Leicester bertengger di puncak klasemen jelang Natal tahun ini. The Foxes, julukan Leicester, mengemas 38 poin dari 17 laga, unggul dua poin atas runner-up Arsenal dan enam angka dari Manchester City. Tim yang musim 2014/2015 finis di peringkat 14 Liga Primer itu menatap peluang untuk juara musiim ini. (Baca juga: Ranieri Bongkar Kunci Sukses Leicester).
Namun, di Liga Inggris Leicester bukan yang pertama membuat kejutan jika sukses finis di puncak klasemen pada akhir musim nanti. Nottingham Forest pernah melakukanya pada musim 1977/1978 (masih bernama First Division). Klub yang ditukangi Brian Clough saat itu menjuarai Liga Inggris 1977/1978 dengan hanya menelan tiga kekalahan dari 42 laga, satu musim setelah promosi. Sebelum membawa Nottingham juara, Brian Clough juga pernah membawa Derby County merebut gelar Liga Primer Inggris (First Division) 1971/1972.
Berikut 12 Tim Underdog dari 12 Liga Elite Eropa yang Membuat Kejuatan Sebagai Juara
Belgia: Genk (1998-1999)
Genk melanjutkan kekuasaan mereka setelah promosi ke Belgian Pro League pada 1996, Pelatih Aime Anthuenis menjuara liga pada tahun 1999.
Inggris: Nottingham Forest (1977-1978)
Brian Clough memenangkan trofi Liga Primer (Divisi Utama) 1971-1972 bersama Derby County. Prestasi besar itu dilanjutkan bersama Nottingham Forest, yang promosi 1976-1977 dan juara setahun kemudian.
Prancis: Montpellier (2011/12)
Monaco (1978), St-Etienne (1964), dan Bordeaux (1950) meraih gelar Ligue 1 Prancis sebagai klub promosi, namun keberhasilan Montpellier pada 2011/2012 mungkin kejutan besar, mengingat Pelatih Rene Girard harus menghadapi Paris Saint-Germain yang belanja besar di musim panas 2011.
Jerman: Kaiserslautern (1997/1998)
Kemenangan 1-0 di Bayern Muenchen memulai kampanye Bundesliga yang paling luar biasa dari klub promosi Kaiserslautern yang dilatih Otto Rehhagel.
Yunani: Larissa (1987/1988)
Pelatih Jacek Gmoch membawa Larissa sebagai klub di luar Athena atau Salonika untuk menjuarai Liga Yunani pada pada 1 Mei 1988, setelah pesaing Larissa, Iraklis, menyerah 0-1 dari lawannya.
Italia: Verona (1984/1985)
Verona finis keempat dan keenam di Serie A dan final Coppa Italia di musim pertama mereka setelah promosi pada tahun 1982. Mereka menjuarai Serie A 1984-1985 bersama Pelatih Osvaldo Bagnoli.
Belanda: AZ Alkmaar (1980/1981)
Ajax, Feyenoord dan PSV memonopoli trofi Eredivisie Belanda sejak tahun 1964, namun Pasukan Georg Kessler mengehntikan dominasi saat meraih double winner 1980-1981 dan mencapai final Piala UEFA (dikalahkan Ipswich Town).
Portugal: Boavista (2000/2001)
Lima puluh lima tahun setelah Os Belenenses menjadi tim pertama untuk memecahkan hegemoni tiga besar Portugal (Benfica, Porto, dan Sporting CP), Boavista mengulanginya. Pasukan Jaime Pacheco menjadi pukulan atas nama klub kecil Liga.
Rusia: Rubin Kazan (2008)
Kazan lebih dikenal sebagai tim hoki es, basket, dan voli, tapi itu berubah setelah Rubin merekrut Sergei Semak, Goekdeniz Karadeniz, Serhiy Rebrov, dan Savo Milosevic. Pelatih Kurban Berdyev memenangkan tujuh laga pertamanya dan setelah itu tak pernah turun dari peringkat 1.
Spanyol: Atletico Madrid (2013/2014)
Pelatih Diego Simeone mengakhiri sembilan musim dominasi Real Madrid dan Barcelona. Hasil imbang 1-1 di Barcelona pada hari terakhir kampanye dikonfirmasi gelar kesepuluh Atletico dan pertama sejak 1996. Los Rojiblancos hanya kalah empat kali sepanjang musim.
Turki: Bursaspor (2009/2010)
Kejutan terbesar dalam sejarah Super Lig Turki, Bursaspor satu-satunya tim juara di luar Istanbul sejak tahun 1984. Menampilkan pemain kunci Pablo Batalla, Volkan Sen, Sercan Yildirim, dan Ozan Ipek, Bursaspor menang 2-1 melawan Besiktas, dan memastikan juara setelah Fenerbahce ditahan 1-1 oleh Trabzonspor.
Ukraina: Tavriya Simferopol (1992)
Shakhtar Donetsk atau Dynamo Keiv mengklaim trofi Liga Ukraina sejak pertama, namun pasukan Anatoliy Zayaev membawa Tavriya Simferopol menjuarai Liga Ukraina musim 1992.
Di luar prediski banyak pihak, Leicester bertengger di puncak klasemen jelang Natal tahun ini. The Foxes, julukan Leicester, mengemas 38 poin dari 17 laga, unggul dua poin atas runner-up Arsenal dan enam angka dari Manchester City. Tim yang musim 2014/2015 finis di peringkat 14 Liga Primer itu menatap peluang untuk juara musiim ini. (Baca juga: Ranieri Bongkar Kunci Sukses Leicester).
Namun, di Liga Inggris Leicester bukan yang pertama membuat kejutan jika sukses finis di puncak klasemen pada akhir musim nanti. Nottingham Forest pernah melakukanya pada musim 1977/1978 (masih bernama First Division). Klub yang ditukangi Brian Clough saat itu menjuarai Liga Inggris 1977/1978 dengan hanya menelan tiga kekalahan dari 42 laga, satu musim setelah promosi. Sebelum membawa Nottingham juara, Brian Clough juga pernah membawa Derby County merebut gelar Liga Primer Inggris (First Division) 1971/1972.
Berikut 12 Tim Underdog dari 12 Liga Elite Eropa yang Membuat Kejuatan Sebagai Juara
Belgia: Genk (1998-1999)
Genk melanjutkan kekuasaan mereka setelah promosi ke Belgian Pro League pada 1996, Pelatih Aime Anthuenis menjuara liga pada tahun 1999.
Inggris: Nottingham Forest (1977-1978)
Brian Clough memenangkan trofi Liga Primer (Divisi Utama) 1971-1972 bersama Derby County. Prestasi besar itu dilanjutkan bersama Nottingham Forest, yang promosi 1976-1977 dan juara setahun kemudian.
Prancis: Montpellier (2011/12)
Monaco (1978), St-Etienne (1964), dan Bordeaux (1950) meraih gelar Ligue 1 Prancis sebagai klub promosi, namun keberhasilan Montpellier pada 2011/2012 mungkin kejutan besar, mengingat Pelatih Rene Girard harus menghadapi Paris Saint-Germain yang belanja besar di musim panas 2011.
Jerman: Kaiserslautern (1997/1998)
Kemenangan 1-0 di Bayern Muenchen memulai kampanye Bundesliga yang paling luar biasa dari klub promosi Kaiserslautern yang dilatih Otto Rehhagel.
Yunani: Larissa (1987/1988)
Pelatih Jacek Gmoch membawa Larissa sebagai klub di luar Athena atau Salonika untuk menjuarai Liga Yunani pada pada 1 Mei 1988, setelah pesaing Larissa, Iraklis, menyerah 0-1 dari lawannya.
Italia: Verona (1984/1985)
Verona finis keempat dan keenam di Serie A dan final Coppa Italia di musim pertama mereka setelah promosi pada tahun 1982. Mereka menjuarai Serie A 1984-1985 bersama Pelatih Osvaldo Bagnoli.
Belanda: AZ Alkmaar (1980/1981)
Ajax, Feyenoord dan PSV memonopoli trofi Eredivisie Belanda sejak tahun 1964, namun Pasukan Georg Kessler mengehntikan dominasi saat meraih double winner 1980-1981 dan mencapai final Piala UEFA (dikalahkan Ipswich Town).
Portugal: Boavista (2000/2001)
Lima puluh lima tahun setelah Os Belenenses menjadi tim pertama untuk memecahkan hegemoni tiga besar Portugal (Benfica, Porto, dan Sporting CP), Boavista mengulanginya. Pasukan Jaime Pacheco menjadi pukulan atas nama klub kecil Liga.
Rusia: Rubin Kazan (2008)
Kazan lebih dikenal sebagai tim hoki es, basket, dan voli, tapi itu berubah setelah Rubin merekrut Sergei Semak, Goekdeniz Karadeniz, Serhiy Rebrov, dan Savo Milosevic. Pelatih Kurban Berdyev memenangkan tujuh laga pertamanya dan setelah itu tak pernah turun dari peringkat 1.
Spanyol: Atletico Madrid (2013/2014)
Pelatih Diego Simeone mengakhiri sembilan musim dominasi Real Madrid dan Barcelona. Hasil imbang 1-1 di Barcelona pada hari terakhir kampanye dikonfirmasi gelar kesepuluh Atletico dan pertama sejak 1996. Los Rojiblancos hanya kalah empat kali sepanjang musim.
Turki: Bursaspor (2009/2010)
Kejutan terbesar dalam sejarah Super Lig Turki, Bursaspor satu-satunya tim juara di luar Istanbul sejak tahun 1984. Menampilkan pemain kunci Pablo Batalla, Volkan Sen, Sercan Yildirim, dan Ozan Ipek, Bursaspor menang 2-1 melawan Besiktas, dan memastikan juara setelah Fenerbahce ditahan 1-1 oleh Trabzonspor.
Ukraina: Tavriya Simferopol (1992)
Shakhtar Donetsk atau Dynamo Keiv mengklaim trofi Liga Ukraina sejak pertama, namun pasukan Anatoliy Zayaev membawa Tavriya Simferopol menjuarai Liga Ukraina musim 1992.
(sha)