Lima Alasan Van Gaal Harus Dipecat
Senin, 18 Januari 2016 - 18:33 WIB
Lima Alasan Van Gaal Harus Dipecat
A
A
A
MANCHESTER - Louis van Gaal boleh mengumbar senyum setelah Manchester United usai mengalahkan Liverpool 1-0. Tapi semua itu rasanya belum cukup dan ada lima alasan pelatih asal Belanda itu harus segera meninggalkan United.
Sejauh ini, kemenangan atas The Reds memang tidak begitu banyak berdampak di klasemen sementara Liga Inggris. Posisi Setan Merah belum nyaman dan aman. Jangan memikirkan soal peluang menjadi kampiun musim ini, bisa tampil di Liga Champions musim depan pun rasanya sangat berat mengingat mereka saat ini masih berada di peringkat kelima.
Sejak menggantikan David Moyes, mantan pelatih Timnas Belanda itu terus berkutat dengan masalah. Kekalahan demi kekalahan dialami tim asuhannya hingga isu pemecatan mengemuka.
Karenanya, walau performa Wayne Rooney Cs kini mulai membaik realitas menunjukkan kalau van Gaal sangat beralasan untuk segera meletakan jabatan. Berikut ini lima alasan yang disitat dari Premierleague365, Senin (18/1/2016), mengapa van Gaal meninggalkan Old Trafford:
1. Kebijakan Transfer
![Lima Alasan Van Gaal Harus Dipecat]()
Tim sekelas United sudah pasti harusnya mampu mencetak pemain kelas dunia. Dengan kemampuan yang dimilikinya sangat wajar jika van Gaal bisa mencetak pemain top.
Sayangnya, van Gaal melakukan blunder setelah menggaet pemain bintang tapi langsung dilepaskan lagi. Hal ini seperti yang dialami Angel Di Maria.
Alasan van Gaal melepaskan Di Maria ke PSG semata karena mantan pemain Real Madrid itu tak bisa beradaptasi dengan cepat. Tapi Di Maria malah menunjukkan kalau keputusan mantan pelatih Bayern Muenchen itu salah besar. Di Maria malah bisa menunjukkan permainan terbaiknya di klub besar Prancis.
Kesalahan soal melepaskan pemain juga terjadi ketika van Gaal merelakan Javier Chicharito Hernandez pindah ke Bayern Leverkusen. Lagi-lagi, van Gaal membuat blunder setelah Chicharito menjadi penyerang terpanas di Bundesliga. Itu dibuktikan dengan lesakan 18 gol dari 21 penampilannya.
Dengan keyakinan penuh, van Gaal ingin melakukan perubahan total dengan menggaet sejumlah pemain. Sebut saja, Memphis Depay. Hasilnya, sampai saat ini Depay belum mampu menunjukkan kelasnya.
Belanja pemain yang dilakukan van Gaal bisa dikatakan gagal total. Tidak banyak pengaruh dari keputusannya untuk mengontrak Marcos Rojo, Daley Blind, Victor Valdes, Matteo Darmian, Bastian Schweinsteiger, Morgan Schneiderlin dan Sergio Romero.
2. Tak Punya Chemistry
![Lima Alasan Van Gaal Harus Dipecat]()
Selama ini United dikenal dengan intensitas tinggi dan kecepatannya. Ini merupakan karakter United dalam bertahun-tahun.
Dengan hadirnya, van Gaal rasanya wajar jika harusnya penampilan Setan Merah bisa menakutkan semua lawan. Tapi siapa nyana, van Gaal malah menghilangkan karakter tersebut dengan terus mengotak-atik taktik di setiap pertandingan.
Inilah yang membuat chemistry antar-pemain yang selama ini dibangun tidak bisa berjalan. Rooney sendiri yang selama ini menempati posisi lubang ditaruh lebih ke dalam lagi. Ia tak lagi jadi momok buat pemain bertahan lawan.
3. Gaya Bermain
![Lima Alasan Van Gaal Harus Dipecat]()
Buat penggemar United sudah menjadi kebiasaan jika menyaksikan tim kesayangannya selalu menyerang melalui sayap dan serangan langsung. Tapi untuk hal satu ini pun dirombak van Gaal. Alhasil, gaya bermain baru ala van Gaal kerap menjadi bumerang.
Tak heran dalam beberapa pertandingan beberapa pendukung langsung meninggalkan stadion sebelum laga usai. Mereka selalu meneriakan, 'menyerang, menyerang' karena gemas menyaksikan tim kesayangan bermain dengan pola yang aneh.
Tidak sedikit di antara pendukung yang menilai pola van Gaal adalah pola tanpa arah. Semuanya serba membosankan. Pendukung United tak hanya membutuhkan sekadar kemenangan. Mereka ingin kemenangan yang meyakinkan.
4. Terlempar dari Liga Champions
![Lima Alasan Van Gaal Harus Dipecat]()
Musim panas lalu manajemen telah menggelontorkan banyak dana untuk memenuhi keinginan van Gaal merekrut pemain. Harapannnya pemain baru tersebut bisa lebih membawa United ke prestasi tinggi dibandingkan musim lalu.
Tapi harapan tersebut sepertinya kandas. Bukan hanya memburu gelar Liga Inggris, untuk tampil di Liga Champions musim lalu saja rasanya sulit.
Harusnya tim sebesar United untuk mendapatkan tiket Liga Champions tidak sulit, tak ubahnya tim Eropa. Lagi-lagi harapan pendukung sirna setelah musim lalu gagal di penyisihan grup.
Buat pendukung United jelas ini aib. Tanpa gelar rasanya baru kali ini mereka rasakan setelah terakhir kali merengkuh trofi Community Shield pada 2013. Kalau musim ini kembali terjadi, tentu secara finansial klub akan terkena pengaruh.
5. Guardiola Buka Diri di Liga Inggris
![Lima Alasan Van Gaal Harus Dipecat]()
Salah satu alasan terbesar van Gaal adalah dengan hadirnya Pep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona itu menegaskan ingin menjadi pelatih di Inggris.
Sejauh ini Guardiola belum menyebutkan kemana ia akan berlabuh selepas dari Bayern Muenchen. Walau sejauh ini Manchester City paling banyak dihubung-hubungkan dengannya, bukan berarti United tak bisa mendapatkan jasa pelatih berkepala plontos.
Guardiola sudah membuktikan diri dengan 17 trofi dalam delapan tahun ia menjadi pelatih. Barcelona merasakan 14 gelar bersama Guardiola dan sisanya dinikmati Muenchen.
Kalau United butuh penyelemat rasanya Guardiola layak dikedepankan. Hanya dengan hadirnya Guardiola diyakini United kembali akan jadi Setan Merah yang menyeramkan.
Sejauh ini, kemenangan atas The Reds memang tidak begitu banyak berdampak di klasemen sementara Liga Inggris. Posisi Setan Merah belum nyaman dan aman. Jangan memikirkan soal peluang menjadi kampiun musim ini, bisa tampil di Liga Champions musim depan pun rasanya sangat berat mengingat mereka saat ini masih berada di peringkat kelima.
Sejak menggantikan David Moyes, mantan pelatih Timnas Belanda itu terus berkutat dengan masalah. Kekalahan demi kekalahan dialami tim asuhannya hingga isu pemecatan mengemuka.
Karenanya, walau performa Wayne Rooney Cs kini mulai membaik realitas menunjukkan kalau van Gaal sangat beralasan untuk segera meletakan jabatan. Berikut ini lima alasan yang disitat dari Premierleague365, Senin (18/1/2016), mengapa van Gaal meninggalkan Old Trafford:
1. Kebijakan Transfer

Tim sekelas United sudah pasti harusnya mampu mencetak pemain kelas dunia. Dengan kemampuan yang dimilikinya sangat wajar jika van Gaal bisa mencetak pemain top.
Sayangnya, van Gaal melakukan blunder setelah menggaet pemain bintang tapi langsung dilepaskan lagi. Hal ini seperti yang dialami Angel Di Maria.
Alasan van Gaal melepaskan Di Maria ke PSG semata karena mantan pemain Real Madrid itu tak bisa beradaptasi dengan cepat. Tapi Di Maria malah menunjukkan kalau keputusan mantan pelatih Bayern Muenchen itu salah besar. Di Maria malah bisa menunjukkan permainan terbaiknya di klub besar Prancis.
Kesalahan soal melepaskan pemain juga terjadi ketika van Gaal merelakan Javier Chicharito Hernandez pindah ke Bayern Leverkusen. Lagi-lagi, van Gaal membuat blunder setelah Chicharito menjadi penyerang terpanas di Bundesliga. Itu dibuktikan dengan lesakan 18 gol dari 21 penampilannya.
Dengan keyakinan penuh, van Gaal ingin melakukan perubahan total dengan menggaet sejumlah pemain. Sebut saja, Memphis Depay. Hasilnya, sampai saat ini Depay belum mampu menunjukkan kelasnya.
Belanja pemain yang dilakukan van Gaal bisa dikatakan gagal total. Tidak banyak pengaruh dari keputusannya untuk mengontrak Marcos Rojo, Daley Blind, Victor Valdes, Matteo Darmian, Bastian Schweinsteiger, Morgan Schneiderlin dan Sergio Romero.
2. Tak Punya Chemistry

Selama ini United dikenal dengan intensitas tinggi dan kecepatannya. Ini merupakan karakter United dalam bertahun-tahun.
Dengan hadirnya, van Gaal rasanya wajar jika harusnya penampilan Setan Merah bisa menakutkan semua lawan. Tapi siapa nyana, van Gaal malah menghilangkan karakter tersebut dengan terus mengotak-atik taktik di setiap pertandingan.
Inilah yang membuat chemistry antar-pemain yang selama ini dibangun tidak bisa berjalan. Rooney sendiri yang selama ini menempati posisi lubang ditaruh lebih ke dalam lagi. Ia tak lagi jadi momok buat pemain bertahan lawan.
3. Gaya Bermain

Buat penggemar United sudah menjadi kebiasaan jika menyaksikan tim kesayangannya selalu menyerang melalui sayap dan serangan langsung. Tapi untuk hal satu ini pun dirombak van Gaal. Alhasil, gaya bermain baru ala van Gaal kerap menjadi bumerang.
Tak heran dalam beberapa pertandingan beberapa pendukung langsung meninggalkan stadion sebelum laga usai. Mereka selalu meneriakan, 'menyerang, menyerang' karena gemas menyaksikan tim kesayangan bermain dengan pola yang aneh.
Tidak sedikit di antara pendukung yang menilai pola van Gaal adalah pola tanpa arah. Semuanya serba membosankan. Pendukung United tak hanya membutuhkan sekadar kemenangan. Mereka ingin kemenangan yang meyakinkan.
4. Terlempar dari Liga Champions

Musim panas lalu manajemen telah menggelontorkan banyak dana untuk memenuhi keinginan van Gaal merekrut pemain. Harapannnya pemain baru tersebut bisa lebih membawa United ke prestasi tinggi dibandingkan musim lalu.
Tapi harapan tersebut sepertinya kandas. Bukan hanya memburu gelar Liga Inggris, untuk tampil di Liga Champions musim lalu saja rasanya sulit.
Harusnya tim sebesar United untuk mendapatkan tiket Liga Champions tidak sulit, tak ubahnya tim Eropa. Lagi-lagi harapan pendukung sirna setelah musim lalu gagal di penyisihan grup.
Buat pendukung United jelas ini aib. Tanpa gelar rasanya baru kali ini mereka rasakan setelah terakhir kali merengkuh trofi Community Shield pada 2013. Kalau musim ini kembali terjadi, tentu secara finansial klub akan terkena pengaruh.
5. Guardiola Buka Diri di Liga Inggris

Salah satu alasan terbesar van Gaal adalah dengan hadirnya Pep Guardiola. Mantan pelatih Barcelona itu menegaskan ingin menjadi pelatih di Inggris.
Sejauh ini Guardiola belum menyebutkan kemana ia akan berlabuh selepas dari Bayern Muenchen. Walau sejauh ini Manchester City paling banyak dihubung-hubungkan dengannya, bukan berarti United tak bisa mendapatkan jasa pelatih berkepala plontos.
Guardiola sudah membuktikan diri dengan 17 trofi dalam delapan tahun ia menjadi pelatih. Barcelona merasakan 14 gelar bersama Guardiola dan sisanya dinikmati Muenchen.
Kalau United butuh penyelemat rasanya Guardiola layak dikedepankan. Hanya dengan hadirnya Guardiola diyakini United kembali akan jadi Setan Merah yang menyeramkan.
(bbk)