Penggawa Juventus Yakin Bisa Bikin Bayern Terluka
Senin, 14 Maret 2016 - 18:32 WIB
Penggawa Juventus Yakin Bisa Bikin Bayern Terluka
A
A
A
MUNICH - Juventus dalam atmosfer positif jelang laga kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Bayern Muenchen. Bek Patrice Evra dan gelandang Claudio Marchisio yakin Juventus akan pulang dari Allianz Arena, Rabu (16/3/2016) atau Kamis (17/3/2016) dini hari WIB, dengan membawa kemenangan.
La Veccchia Signora harus menang atau bermaim imbang dengan skor lebih dari dua gol setelah memetik hasil 2-2 pada leg pertama di Juventus Stadium. Pada laga pertama, Juventus sempat tertinggal dua gol melalui Thomas Mueller pada menit ke-43 dan Arjen Robben (55). Beruntung pasukan Massilimiano Allegri bangkit dan membalas lewat aksi Paulo Dybala (63) dan Stefano Sturaro (76).
Evra mengakui, kebobolan dua gol dalam 50 menit merupakan kesalahan sendiri. Juventus kurang percaya diri dan tidak bermain dengan karakter yang baik. "Setelah pertandingan pertama itu, kini kami menyadari bahwa tim ini bisa menyakiti Bayern," kata Evra dilansir La Gazzetta dello Sport. "Pada leg pertama, kami terlalu takut di 20 menit pertama."
"Ini semua masalah psikologis. Kini kami sadar bahwa Bayern rentan dan mudah diserang. Ini bukan arogan, kami menghormati lawan, tapi jangan lupa bahwa kami berada di final Liga Champions musim lalu," imbuh eks pemain Manchester United itu.
"Saya tidak berpikir bahwa Bayern takut pada kami, tetapi mereka pasti akan lebih menghormati pada laga kedua nanti dan mereka akan bermain dengan cara yang berbeda. Kami harus mengambil keuntungan dari itu."
Sementara Marchisio menyebut Bayern tim tangguh, namun Juventus tidak kalah tangguh. Juventus dalam performa terbaik di Serie A musim ini, dengan memenangkan 18 dari 19 pertandingan terakhir.
"Pertandingan melawan Bayern tidak akan pernah kurang emosi, motivasi, dan dorongan. Marjin kesalahan benar-benar kecil, sebagai tim juara, tak boleh membuat kesalahan sedikit pun. Kami memiliki apa yang diperlukan untuk bermain di Allianz Arena tanpa rasa takut," katanya kepada Sky Sport Italia.
"Hasil leg pertama keuntungan bagi mereka, jadi kami tidak boleh memberi mereka peluang atau penuh keraguan di Munich. Ini akan sulit, tetapi bukan tidak mungkin."
La Veccchia Signora harus menang atau bermaim imbang dengan skor lebih dari dua gol setelah memetik hasil 2-2 pada leg pertama di Juventus Stadium. Pada laga pertama, Juventus sempat tertinggal dua gol melalui Thomas Mueller pada menit ke-43 dan Arjen Robben (55). Beruntung pasukan Massilimiano Allegri bangkit dan membalas lewat aksi Paulo Dybala (63) dan Stefano Sturaro (76).
Evra mengakui, kebobolan dua gol dalam 50 menit merupakan kesalahan sendiri. Juventus kurang percaya diri dan tidak bermain dengan karakter yang baik. "Setelah pertandingan pertama itu, kini kami menyadari bahwa tim ini bisa menyakiti Bayern," kata Evra dilansir La Gazzetta dello Sport. "Pada leg pertama, kami terlalu takut di 20 menit pertama."
"Ini semua masalah psikologis. Kini kami sadar bahwa Bayern rentan dan mudah diserang. Ini bukan arogan, kami menghormati lawan, tapi jangan lupa bahwa kami berada di final Liga Champions musim lalu," imbuh eks pemain Manchester United itu.
"Saya tidak berpikir bahwa Bayern takut pada kami, tetapi mereka pasti akan lebih menghormati pada laga kedua nanti dan mereka akan bermain dengan cara yang berbeda. Kami harus mengambil keuntungan dari itu."
Sementara Marchisio menyebut Bayern tim tangguh, namun Juventus tidak kalah tangguh. Juventus dalam performa terbaik di Serie A musim ini, dengan memenangkan 18 dari 19 pertandingan terakhir.
"Pertandingan melawan Bayern tidak akan pernah kurang emosi, motivasi, dan dorongan. Marjin kesalahan benar-benar kecil, sebagai tim juara, tak boleh membuat kesalahan sedikit pun. Kami memiliki apa yang diperlukan untuk bermain di Allianz Arena tanpa rasa takut," katanya kepada Sky Sport Italia.
"Hasil leg pertama keuntungan bagi mereka, jadi kami tidak boleh memberi mereka peluang atau penuh keraguan di Munich. Ini akan sulit, tetapi bukan tidak mungkin."
(sha)