Sebelum Mou Datang, United Layak Terima Kasih pada Van Gaal dalam 4 Hal Ini
Kamis, 24 Maret 2016 - 07:05 WIB
Sebelum Mou Datang, United Layak Terima Kasih pada Van Gaal dalam 4 Hal Ini
A
A
A
MANCHESTER - Masa depan pelatih Manchester United Louis van Gaal menjadi perbincangan hangat dalam beberapa bulan terakhir. Penyebabnya, Van Gaal dinilai gagal membawa United juara, bahkan justru harus peras peringat untuk menembus 4 besar Liga Primer Inggris musim ini.
Peluang The Red Devils meraih trofi musim ini hanya tersisa di Piala FA. Itu pun jika Juan Mata dkk bisa mengalahkan West Ham United dalam laga ulangan perempat final, 13 April nanti.
Tak heran bila kemudian muncul nama Jose Mourinho sebagai calon pengganti Van Gaal musim depan. Bahkan, sebelum derby Manchester, Minggu (20/3/2016), sejumah media mengabarkan mantan pelatih Real Madrid itu sudah meneken prakontrak kesepakatan dengan United
Namun, lepas dari itu ada empat hal yang membuat United layak memberi kredit kepada Van Gaal selama menangani The Red Devils sejauh ini. Berikut uraiannya yang dirangkum berbagai sumber.
1. Komitmen membesarkan pemain akademi
Penghargaan yang layak diberikan kepada Van Gaal adalah hasratnya memelihara darah muda di tim senior. Saat pemain senior cedera, mantan pelatih Barcelona itu lebih suka memberi kepercayaan kepada lulusan Akademi United untuk berkembang ketimbang menggeser peran pemain senior lainnya.
Marcus Rashford mencuri perhatian saat mencetak brace melawan Arsenal dan gol kemenangan 1-0 melawan Manchester City. Tak hanya Rashford, Jesse Lingard, Cameron Borthwick-Jackson, dan Donald Love melakukan debut mereka dengan Van Gaal. Akankah Mourinho percaya kiprah pemain muda?
2. Menaruh kepercayaan pada David De Gea
United beruntung Real Madrid batal merekrut kiper David De Gea di menit akhir penutupan bursa karena bermasalah dengan dokumen. Namun, hal itu tak membuat Van Gaal membekukan peran De Gea, eks pelatih Bayern Muenchen itu justru menangani situasi dengan baik, dan membawa kiper Spanyol itu kembali ke performa terbaik, sekaligus menjadi salah satu pemain paling konsisten Setan Merah.
3. Memikat nama besar ke Old Trafford
Meski tidak sukses, namun nama besar seperti Angel Di Maria, Victor Valdes, dan Radamel Falcao, mau datang ke Old Trafford. Itu menandakan Van Gaal tak perlu berjuang keras untuk memikat nama besar. Meski mereka gagal bersinar, namun setahun kemudian, Van Gaal tanpa kesulitan merekrut Bastian Schweinsteiger dan Anthony Martial. Van Gaal jelas dihormati di seluruh Eropa dan belum tergoyahkan kemampuannya mendatangkan pemain besar.
4. Mengatasi tekanan di United
Tekanan terhadap Van Gaal begitu intens selama berminggu-minggu. Laporan media mengenai isu United siap memecatnya dan memboyong eks manajer Chelsea Jose Mourinho, jelas membuat telinga Van Gaal memerah. Ini momen sulit bagi Van Gaal.
Tapi, dia tidak meleleh dalam panasnya situasi itu. Bahkan perlahan bangkit di Liga Primer dengan memangkas jarak dari Manchester City untuk merebut tiket Liga Champions musin depan. United hanya tertinggal satu angka dari City.
Peluang The Red Devils meraih trofi musim ini hanya tersisa di Piala FA. Itu pun jika Juan Mata dkk bisa mengalahkan West Ham United dalam laga ulangan perempat final, 13 April nanti.
Tak heran bila kemudian muncul nama Jose Mourinho sebagai calon pengganti Van Gaal musim depan. Bahkan, sebelum derby Manchester, Minggu (20/3/2016), sejumah media mengabarkan mantan pelatih Real Madrid itu sudah meneken prakontrak kesepakatan dengan United
Namun, lepas dari itu ada empat hal yang membuat United layak memberi kredit kepada Van Gaal selama menangani The Red Devils sejauh ini. Berikut uraiannya yang dirangkum berbagai sumber.
1. Komitmen membesarkan pemain akademi
Penghargaan yang layak diberikan kepada Van Gaal adalah hasratnya memelihara darah muda di tim senior. Saat pemain senior cedera, mantan pelatih Barcelona itu lebih suka memberi kepercayaan kepada lulusan Akademi United untuk berkembang ketimbang menggeser peran pemain senior lainnya.
Marcus Rashford mencuri perhatian saat mencetak brace melawan Arsenal dan gol kemenangan 1-0 melawan Manchester City. Tak hanya Rashford, Jesse Lingard, Cameron Borthwick-Jackson, dan Donald Love melakukan debut mereka dengan Van Gaal. Akankah Mourinho percaya kiprah pemain muda?
2. Menaruh kepercayaan pada David De Gea
United beruntung Real Madrid batal merekrut kiper David De Gea di menit akhir penutupan bursa karena bermasalah dengan dokumen. Namun, hal itu tak membuat Van Gaal membekukan peran De Gea, eks pelatih Bayern Muenchen itu justru menangani situasi dengan baik, dan membawa kiper Spanyol itu kembali ke performa terbaik, sekaligus menjadi salah satu pemain paling konsisten Setan Merah.
3. Memikat nama besar ke Old Trafford
Meski tidak sukses, namun nama besar seperti Angel Di Maria, Victor Valdes, dan Radamel Falcao, mau datang ke Old Trafford. Itu menandakan Van Gaal tak perlu berjuang keras untuk memikat nama besar. Meski mereka gagal bersinar, namun setahun kemudian, Van Gaal tanpa kesulitan merekrut Bastian Schweinsteiger dan Anthony Martial. Van Gaal jelas dihormati di seluruh Eropa dan belum tergoyahkan kemampuannya mendatangkan pemain besar.
4. Mengatasi tekanan di United
Tekanan terhadap Van Gaal begitu intens selama berminggu-minggu. Laporan media mengenai isu United siap memecatnya dan memboyong eks manajer Chelsea Jose Mourinho, jelas membuat telinga Van Gaal memerah. Ini momen sulit bagi Van Gaal.
Tapi, dia tidak meleleh dalam panasnya situasi itu. Bahkan perlahan bangkit di Liga Primer dengan memangkas jarak dari Manchester City untuk merebut tiket Liga Champions musin depan. United hanya tertinggal satu angka dari City.
(sha)