Persegres Pusing, Sulit Dapat Izin Polisi Uji Coba di Kandang Sendiri
Sabtu, 26 Maret 2016 - 20:32 WIB
Persegres Pusing, Sulit Dapat Izin Polisi Uji Coba di Kandang Sendiri
A
A
A
GRESIK - Persegres Gresik United kesulitan menggelar laga uji coba di kandang sendiri, Stadion Petrokimia. Terkini, kepolisian Gresik melarang Persegres beruji coba kontra tim lokal WCP karena dikhawatirkan akan mendatangkan penonton dalam jumlah banyak.
Padahal WCP yang dikelola legenda sepak bola Gresik Widodo C Putro adalah tim lokal. Praktis, uji coba yang rencananya digelar pada Sabtu (26/3/2016) sore akhirnya dibatalkan. Seharusnya WCP menjadi lawan pertama Persegres sejak kembali ditangani Pelatih Liestiadi.
"Ya bagaimana lagi, tidak ada izin dari keamanan. Mereka khawatir uji coba akan mendatangkan penonton. Susah kalau kondisinya begini," ujar Liestiadi. Terpaksa dia mengubah program ujicoba yang sebenarnya juga sebagai ajang seleksi untuk pemain baru.
Ujicoba di Gresik memang sulit mendapatkan izin keamanan. Itu dipicu oleh uji coba Persegres kontra Persela Lamongan pada 2015 silam. Laga yang seharusnya tertutup, ternyata mendatangkan banyak penonton sehingga pihak keamanan membatalkan laga tersebut.
Sejatinya ada rencana uji coba lagi menghadapi Persela Lamongan pada akhir Maret ini, namun rencana itu menguap karena susahnya mendapat izin keamanan. Bahkan Persela sempat berinisiatif mengundang Persegres ke Stadion Surajaya karena perizinan relatif lebih mudah.
Lantas, bagaimana dengan program uji coba? "Saya belum tahu. Ada tawaran uji coba lawan Persik Kediri, tapi masih awal April nanti. Ya kalau memang susah bermain di Gresik, kami harus bertanding di kota lain yang mudah mendapatkan izin," demikian Liestiadi.
Dengan bergantung pada uji coba di luar Kota Pudak, dikhawatirkan persiapan Laskar Jaka Samudra kurang maksimal. Sebab Indonesia Soccer Championship (ISC) rencananya sudah digelar pada pertengahan April, sehingga idealnya akhir Maret ini sudah memulai uji tanding.
"Idealnya akhir Maret ini sudah ada uji coba, yakni menghadapi tim lokal dulu. Kalau kemudian sulit bertanding di sini, konsekuensinya kami harus rajin mencari lawan di luar kota. Semoga saja ini tak mengganggu program," tandas Liestiadi.
Padahal WCP yang dikelola legenda sepak bola Gresik Widodo C Putro adalah tim lokal. Praktis, uji coba yang rencananya digelar pada Sabtu (26/3/2016) sore akhirnya dibatalkan. Seharusnya WCP menjadi lawan pertama Persegres sejak kembali ditangani Pelatih Liestiadi.
"Ya bagaimana lagi, tidak ada izin dari keamanan. Mereka khawatir uji coba akan mendatangkan penonton. Susah kalau kondisinya begini," ujar Liestiadi. Terpaksa dia mengubah program ujicoba yang sebenarnya juga sebagai ajang seleksi untuk pemain baru.
Ujicoba di Gresik memang sulit mendapatkan izin keamanan. Itu dipicu oleh uji coba Persegres kontra Persela Lamongan pada 2015 silam. Laga yang seharusnya tertutup, ternyata mendatangkan banyak penonton sehingga pihak keamanan membatalkan laga tersebut.
Sejatinya ada rencana uji coba lagi menghadapi Persela Lamongan pada akhir Maret ini, namun rencana itu menguap karena susahnya mendapat izin keamanan. Bahkan Persela sempat berinisiatif mengundang Persegres ke Stadion Surajaya karena perizinan relatif lebih mudah.
Lantas, bagaimana dengan program uji coba? "Saya belum tahu. Ada tawaran uji coba lawan Persik Kediri, tapi masih awal April nanti. Ya kalau memang susah bermain di Gresik, kami harus bertanding di kota lain yang mudah mendapatkan izin," demikian Liestiadi.
Dengan bergantung pada uji coba di luar Kota Pudak, dikhawatirkan persiapan Laskar Jaka Samudra kurang maksimal. Sebab Indonesia Soccer Championship (ISC) rencananya sudah digelar pada pertengahan April, sehingga idealnya akhir Maret ini sudah memulai uji tanding.
"Idealnya akhir Maret ini sudah ada uji coba, yakni menghadapi tim lokal dulu. Kalau kemudian sulit bertanding di sini, konsekuensinya kami harus rajin mencari lawan di luar kota. Semoga saja ini tak mengganggu program," tandas Liestiadi.
(sha)