Sudah Karirnya Melempem, Nama Maaroufi Dipalsukan Teroris
Selasa, 29 Maret 2016 - 19:09 WIB
Sudah Karirnya Melempem, Nama Maaroufi Dipalsukan Teroris
A
A
A
BRUSSELS - Ibrahim Maaroufi mungkin tidak pernah mengira bakal jadi sorotan publik. Mantan gelandang Inter Milan itu masuk berita karena identitasnya digunakan salah satu pelaku serangan teroris di Brussels, Belgia.
Brussels menjadi sasaran serangan bom bunuh diri teroris pada 22 Maret lalu. Pelaku yang terdiri dari tiga orang itu meledakan Bandara Brussels, di Zaventem, serta Maalbeek metro station. Insiden itu konon merenggut 35 nyawa dan melukai 300 orang.
Dua dari tiga pelaku teroris dipastikan tewas, salah satunya bernama Khalid El Bakraoui. Menariknya, sebelum melakukan aksi terror itu, El Bakraoui menggunakan nama Maaroufi untuk berpindah pindah negara.
Maaroufi pernah membela Inter (2006-2009) ketika dilatih Roberto Mancini. Gelandang kelahiran Brussels, itu sempat melakukan debut pada 25 Oktober 2006, kontra Livorno sebagai pengganti Dejan Stankovic, di menit ke-82. Saat itu dia masih berumur 17 tahun.
Maaroufi tercatat sebagai pemain termuda kedua yang pernah membela Inter sepanjang sejarah klub. Tapi, setelah itu dia tidak pernah tampil lagi, dan namanya terus meredup. Dia akhirnya hanya berkutat dengan klub kecil.
Sekarang nama Maaroufi kembali dibicarakan. Tapi, bukan karena aksinya di lapangan hijau, melainkan karena identitasnya disalah gunakan teroris. Menurut laporan Sky TG24, El Bakraoui memakai nama Maaroufi agar bisa lolos perbatasan atau mengecoh imigrasi.
El Bakraoui melakukan operandi itu ketika transit ke Italia pada Juli 2015, sebelum tiba di Athena, Yunani. Lalu, pada 3 September 2015, El Bakraoui bertolak ke Belgia dan menyewa apartemen di Rue de Fort, Charleroi selama setahun, juga menggunakan nama Maaroufi.
Terkuaknya informasi ini membuat kepolisian Italia merasa kecolongan. Mereka kabarnya akan melakukan penyelidikan intensif bagaimana El Bakraoui bisa masuk ke Italia menggunakan nama Maaroufi. Mungkin salah satu jawabannya, karena bentuk wajah keduanya cukup mirip.
Brussels menjadi sasaran serangan bom bunuh diri teroris pada 22 Maret lalu. Pelaku yang terdiri dari tiga orang itu meledakan Bandara Brussels, di Zaventem, serta Maalbeek metro station. Insiden itu konon merenggut 35 nyawa dan melukai 300 orang.
Dua dari tiga pelaku teroris dipastikan tewas, salah satunya bernama Khalid El Bakraoui. Menariknya, sebelum melakukan aksi terror itu, El Bakraoui menggunakan nama Maaroufi untuk berpindah pindah negara.
Maaroufi pernah membela Inter (2006-2009) ketika dilatih Roberto Mancini. Gelandang kelahiran Brussels, itu sempat melakukan debut pada 25 Oktober 2006, kontra Livorno sebagai pengganti Dejan Stankovic, di menit ke-82. Saat itu dia masih berumur 17 tahun.
Maaroufi tercatat sebagai pemain termuda kedua yang pernah membela Inter sepanjang sejarah klub. Tapi, setelah itu dia tidak pernah tampil lagi, dan namanya terus meredup. Dia akhirnya hanya berkutat dengan klub kecil.
Sekarang nama Maaroufi kembali dibicarakan. Tapi, bukan karena aksinya di lapangan hijau, melainkan karena identitasnya disalah gunakan teroris. Menurut laporan Sky TG24, El Bakraoui memakai nama Maaroufi agar bisa lolos perbatasan atau mengecoh imigrasi.
El Bakraoui melakukan operandi itu ketika transit ke Italia pada Juli 2015, sebelum tiba di Athena, Yunani. Lalu, pada 3 September 2015, El Bakraoui bertolak ke Belgia dan menyewa apartemen di Rue de Fort, Charleroi selama setahun, juga menggunakan nama Maaroufi.
Terkuaknya informasi ini membuat kepolisian Italia merasa kecolongan. Mereka kabarnya akan melakukan penyelidikan intensif bagaimana El Bakraoui bisa masuk ke Italia menggunakan nama Maaroufi. Mungkin salah satu jawabannya, karena bentuk wajah keduanya cukup mirip.
(mir)