Tersingkir, Greysia/Nitya Akui Pasangan Jepang Main Lebih Tenang
Sabtu, 02 April 2016 - 19:59 WIB
Tersingkir, Greysia/Nitya Akui Pasangan Jepang Main Lebih Tenang
A
A
A
NEW DELHI - Indonesia gagal menempatkan wakilnya di nomor ganda putri turnamen bulu tangkis India Terbuka Super Series 2016. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang jadi satu-satunya tumpuan mengakui kalau kekalahan mereka dari pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi disebabkan lawan lebih tenang.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi, Sabtu (2/4/2016), Greysia/Nitya memang mendapatkan perlawanan ketat. Setelah menang di game pertama, pasangan Jepang bisa menyamakan kedudukan dan akhirnya memenangkan laga dengan skor akhir 18-21, 21-19, 21-23.
Usai laga, seperti dikutip Badmintonindonesia, Greysia mengungkapkan ia dan Nitya sudah berusaha memberikan perlawanan. “Kami sudah kasih apa yang kami bisa. Kami enggak menyerah begitu aja. Tapi nyatanya, Jepang memang bermain lebih tenang dari kami. Mereka juga lebih bisa mengambil kesempatan untuk mendapatkan poin,” kata Greysia.
Ketatnya pertandingan tersebut tak lepas dari pertemuan kedua pasangan selama ini. Catatan menunjukkan jika dari empat pertemuan, keduanya berbagi anga sama. Terakhir laga mereka terjadi pada 2015 lalu pada Taiwan Terbuka. Saat itu Greysia/Nitya menang 21-12 dan 21-16.
“Kami sama-sama coba untuk tetap fokus di setiap satu poin. Karena kalau kami lengah atau berubah sedikit saja pola pemainan kami, mereka akan lebih mudah untuk mendapatkan poin. Dan mereka pun untuk mendapatkan poin dari kami juga nggak mudah. Sama-sama tidak mudah,” kata Nitya.
Kekuatan dua pasangan ini memang cukup ketat bersaing. Untuk memperebutkan satu poin saja, laga panjang bisa terjadi. Misalnya saja di posisi 16 sama pada game kedua, kedua pasangan ini bahkan harus terlibat 118 pukulan untuk mendapatkan satu poin.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi, Sabtu (2/4/2016), Greysia/Nitya memang mendapatkan perlawanan ketat. Setelah menang di game pertama, pasangan Jepang bisa menyamakan kedudukan dan akhirnya memenangkan laga dengan skor akhir 18-21, 21-19, 21-23.
Usai laga, seperti dikutip Badmintonindonesia, Greysia mengungkapkan ia dan Nitya sudah berusaha memberikan perlawanan. “Kami sudah kasih apa yang kami bisa. Kami enggak menyerah begitu aja. Tapi nyatanya, Jepang memang bermain lebih tenang dari kami. Mereka juga lebih bisa mengambil kesempatan untuk mendapatkan poin,” kata Greysia.
Ketatnya pertandingan tersebut tak lepas dari pertemuan kedua pasangan selama ini. Catatan menunjukkan jika dari empat pertemuan, keduanya berbagi anga sama. Terakhir laga mereka terjadi pada 2015 lalu pada Taiwan Terbuka. Saat itu Greysia/Nitya menang 21-12 dan 21-16.
“Kami sama-sama coba untuk tetap fokus di setiap satu poin. Karena kalau kami lengah atau berubah sedikit saja pola pemainan kami, mereka akan lebih mudah untuk mendapatkan poin. Dan mereka pun untuk mendapatkan poin dari kami juga nggak mudah. Sama-sama tidak mudah,” kata Nitya.
Kekuatan dua pasangan ini memang cukup ketat bersaing. Untuk memperebutkan satu poin saja, laga panjang bisa terjadi. Misalnya saja di posisi 16 sama pada game kedua, kedua pasangan ini bahkan harus terlibat 118 pukulan untuk mendapatkan satu poin.
(bbk)