Performa Meningkat, Persegres Butuh Banyak Uji Coba
Selasa, 12 April 2016 - 17:04 WIB
Performa Meningkat, Persegres Butuh Banyak Uji Coba
A
A
A
GRESIK - Performa Persegres Gresik United meningkat setelah menjalani dua uji tanding lawan Surabaya United dan Persela Lamongan. Secara teknis, para pemain surah mulai bisa menerjemahkan skema yang diinginkan pelatih Liestiadi.
Tapi progres tersebut dianggap belum cukup sebagai bekal menuju Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Staf pelatih masih menginginkan level yang lebih baik lagi karena persaingan di kompetisi diprediksi bakal berat.
"Secara umum ada perbaikan jika melihat hasil uji coba lawan Persela Lamongan. Walau tidak menang, pemain sudah bisa mencerna taktik di lapangan. Tapi tentu saja tidak cukup hanya begini dan tim ini butuh uji coba lagi," jelas Liestiadi, Selasa (12/4).
Liestiadi menjadwalkan akhir pekan ini sudah ada ujicoba lagi, kendati hanya menghadapi tim lokal Gresik. Dengan mundurnya jadwal ISC A pada 29 April, dirinya masih memiliki waktu untuk menggembleng anak asuhnya agar meyakinkan untuk kompetisi.
"Tim ini berisi pemain lama dan pemain baru. Memang tidak bisa berharap langsung jadi seperti tim lain yang tak mengalami perubahan pemain. Melihat perkembangannya, saya optimistis tim akan siap mengikuti ISC," sambung eks pelatih Persiba Balikpapan.
Sekaligus, pelatih yang gemar memakai topi ini berharap tidak ada penundaan kick off ISC lagi alias tetap dimulai akhir April ini. Sehingga proyeksi yang dilakukan pelatih sekaligus manajemen dalam menyiapkan tim tidak akan kacau.
"Itu penting, karena akan berpengaruh pada tim seperti Persegres. Manajemen kan sudah mengeluarkan dana untuk pra kontrak pemain, sedangkan pelatih juga dituntut punya acuan jelas untuk menentukan program tim. Jangan sampai mundur lagi," tandas dia.
Laskar Jaka Samudra merupakan salah satu tim yang efisien dalam pemanfaatan dana. Sebagai contoh di Piala Gubernue Kaltim 2016, Persegres melibatkan diri karena match fee yang menggiurkan dan tak memberatkan manajemen.
Hingga kini pemain pun sebatas disodori prakontrak, sedangkan kontrak resmi masih menunggu kepastian bergulirnya ISC. Itu sangat logis, karena setelah kompetisi vakum setahun, tak mudah mencari sumber dana lewat sponsorship.
Tapi progres tersebut dianggap belum cukup sebagai bekal menuju Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Staf pelatih masih menginginkan level yang lebih baik lagi karena persaingan di kompetisi diprediksi bakal berat.
"Secara umum ada perbaikan jika melihat hasil uji coba lawan Persela Lamongan. Walau tidak menang, pemain sudah bisa mencerna taktik di lapangan. Tapi tentu saja tidak cukup hanya begini dan tim ini butuh uji coba lagi," jelas Liestiadi, Selasa (12/4).
Liestiadi menjadwalkan akhir pekan ini sudah ada ujicoba lagi, kendati hanya menghadapi tim lokal Gresik. Dengan mundurnya jadwal ISC A pada 29 April, dirinya masih memiliki waktu untuk menggembleng anak asuhnya agar meyakinkan untuk kompetisi.
"Tim ini berisi pemain lama dan pemain baru. Memang tidak bisa berharap langsung jadi seperti tim lain yang tak mengalami perubahan pemain. Melihat perkembangannya, saya optimistis tim akan siap mengikuti ISC," sambung eks pelatih Persiba Balikpapan.
Sekaligus, pelatih yang gemar memakai topi ini berharap tidak ada penundaan kick off ISC lagi alias tetap dimulai akhir April ini. Sehingga proyeksi yang dilakukan pelatih sekaligus manajemen dalam menyiapkan tim tidak akan kacau.
"Itu penting, karena akan berpengaruh pada tim seperti Persegres. Manajemen kan sudah mengeluarkan dana untuk pra kontrak pemain, sedangkan pelatih juga dituntut punya acuan jelas untuk menentukan program tim. Jangan sampai mundur lagi," tandas dia.
Laskar Jaka Samudra merupakan salah satu tim yang efisien dalam pemanfaatan dana. Sebagai contoh di Piala Gubernue Kaltim 2016, Persegres melibatkan diri karena match fee yang menggiurkan dan tak memberatkan manajemen.
Hingga kini pemain pun sebatas disodori prakontrak, sedangkan kontrak resmi masih menunggu kepastian bergulirnya ISC. Itu sangat logis, karena setelah kompetisi vakum setahun, tak mudah mencari sumber dana lewat sponsorship.
(aww)