Eksperimen Klopp Gagal, Swansea Lolos Degradasi
Minggu, 01 Mei 2016 - 20:43 WIB
Eksperimen Klopp Gagal, Swansea Lolos Degradasi
A
A
A
SWANSEA - Pelatih Liverpool Juergen Klopp sepertinya mengincar final Liga Europa. Dijamu Swansea City dalam lanjutan Liga Primer di Liberty Stadium, Minggu(1/5/2016), Klopp menurunkan skuat pelapisnya. Namun, The Reds gagal menuai tiga angka setelah menyerah 1-3.
Liverpool akan melakoni laga kedua semifinal Liga Europa melawan Villarreal di Anfield, Jumat (6/5/2016) dini hari WIB. Di laga pertama di Estadio El Madrigal, Jumat (29/4/2016), Liverpool menyerah 0-1 lewat gol telat Adrian Lopez.
The Reds tidak ingin kehilangan peluang menjuarai Liga Europa musim ini, karena sang pemenang akan mendapat tiket Liga Champions musim depan. Tak heran bila kemudian Klopp menurunkan pemain mudanya saat dijamu Swansea.
Klopp menurunkan pemain muda seperti pemain sayap Sheyi Ojo (18 tahun), Kevin Stewart (22 tahun), Brad Smith (22), Pedro Chirivella (18), dan Danny Ward (22). Menurut catatan opta, starting XI yang diturunkan Klopp rata-rata 23 tahun 218 hari, skuat termuda di Liga Primer.
Tapi, eksperimen Klopp gagal bebruah kemenangan. The Reds kebobolan dua gol melalui Andre Ayew pada menit ke-20 dan 67, serta Jack Cork (33), dan hanya membalas lewat Christian Benteke (65). Itu gol ke-50 Benteke di Liga Primer. Laga itu juga dikotori kartu merah Brad Smith yang mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-76.
Hasil ini membuat posisi Liverpool tertahan di peringkat 7 dengan 55 poin dalam sisa tiga laga. Sementara bagi Swansea, mereka memetik kemenangan keempat beruntun di kandang, dan menjadi hasil beruntun terbaik klub di Liga Primer.
Pasukan Francesco Guidolin juga memastikan diri selamat dari zona degradasi. Swansea meraup 43 angka, dalam sisa dua laga. Mereka unggul 11 angka dari Sunderland yang berada di peringkat 18 dalam sisa tiga laga.
Liverpool akan melakoni laga kedua semifinal Liga Europa melawan Villarreal di Anfield, Jumat (6/5/2016) dini hari WIB. Di laga pertama di Estadio El Madrigal, Jumat (29/4/2016), Liverpool menyerah 0-1 lewat gol telat Adrian Lopez.
The Reds tidak ingin kehilangan peluang menjuarai Liga Europa musim ini, karena sang pemenang akan mendapat tiket Liga Champions musim depan. Tak heran bila kemudian Klopp menurunkan pemain mudanya saat dijamu Swansea.
Klopp menurunkan pemain muda seperti pemain sayap Sheyi Ojo (18 tahun), Kevin Stewart (22 tahun), Brad Smith (22), Pedro Chirivella (18), dan Danny Ward (22). Menurut catatan opta, starting XI yang diturunkan Klopp rata-rata 23 tahun 218 hari, skuat termuda di Liga Primer.
Tapi, eksperimen Klopp gagal bebruah kemenangan. The Reds kebobolan dua gol melalui Andre Ayew pada menit ke-20 dan 67, serta Jack Cork (33), dan hanya membalas lewat Christian Benteke (65). Itu gol ke-50 Benteke di Liga Primer. Laga itu juga dikotori kartu merah Brad Smith yang mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-76.
Hasil ini membuat posisi Liverpool tertahan di peringkat 7 dengan 55 poin dalam sisa tiga laga. Sementara bagi Swansea, mereka memetik kemenangan keempat beruntun di kandang, dan menjadi hasil beruntun terbaik klub di Liga Primer.
Pasukan Francesco Guidolin juga memastikan diri selamat dari zona degradasi. Swansea meraup 43 angka, dalam sisa dua laga. Mereka unggul 11 angka dari Sunderland yang berada di peringkat 18 dalam sisa tiga laga.
(sha)