Didepak Atletico, Muenchen Bongkar Skandal Kecurangan Wasit UEFA
Rabu, 04 Mei 2016 - 09:46 WIB
Didepak Atletico, Muenchen Bongkar Skandal Kecurangan Wasit UEFA
A
A
A
MUENCHEN - Bayern Muenchen tersingkir dari Liga Champions usai didepak Atletico Madrid di semifinal. Meski menang 2-1 di leg kedua, Die Roten kalah produktivitas gol tandang akibat menyerah 0-1 di pertemuan pertama. Usai laga, CEO Muenchen Karl-Heinz Rummenigge mengungkapkan fakta mengejutak soal wasit Cuneyt Cakit yang memimpin laga.
Muenchen mengusung misi balas dendam saat melakoni leg kedua semifinal yang berlangsung di Allianz-Arena, Rabu (4/5/2016) dini hari WIB. Sebelumnya, Thomas Mueller dkk dikalahkan 0-1 di leg pertama yang digelar di Vicente Calderon pekan lalu.
Misi merebut kemenangan sejatinya berjalan tuntas, Muenchen menang 2-1 di hadapan pendukungnya sendiri. Sayang agregat 2-2 membuat Atletico unggul produktivitas gol tandang.
Dalam pertandingan tadi, Muenchen sempat di atas angin di babak pertama. Usai unggul bekat aksi Xabi Alonso, mereka juga diberi penalti. Sayang Thomas Mueller gagal memaksimalkan peluang dan skor 1-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Atletico akhirnya sukses menyamakan kedudukan berkat kerjasama Fernando Torres dan Antoine Griezmann di babak kedua. Namun Muenchen mampu membuka asa melakukan comeback usai gol keduanya lahir lewat tandukan Robert Lewandowski.
Pertandingan semakin menarik kala Atletico juga dihadiahi penalti. Pelanggaran tipis di area kotak penalti membuat wasit Cuneyt Cakir menunjuk titik putih sebagai hukuman untuk Muenchen enam menit jelang laga bubar. Torres yang jadi eksekutor, gagal memaksimalkan peluang itu dan skor 2-1 bertahan hingga akhir yang membuat Atletico lolos ke final. (Baca Juga: Muenchen Menang, Atletico Madrid ke Final Liga Champions)
Setelah pertandingan, Rummenigge mengaku curiga dengan penunjukkan wasit Cuneyt Cakir yang memimpin laga. Ia menuding wasit asal Turki sengaja ditunjuk jadi pengadil pertandingan agar membantu Atletico lolos ke final. Ada tiga alasan yang diungkap CEO Muenchen, dua di antaranya adalah menyoroti gol Griezmann serta penalti yang didapat tim asal Spanyol.
"Kami merasa sedikit dicurangi. Gol Atletico sudah offside, dan penalti yang mereka gagal tuntaskan itu terjadi di luar kotak terlarang," klaim Rummenigge dikutip ESPN.
"Wasit punya dua pertandingan dalam tujuh hari terakhir. Saya tidak tahu bagaimana pria yang bekeja untuk UEFA ini punya banyak begitu pertandingan. Delegasi UEFA mengatakan, ini hal memalukan yang mereka lakukan (menunjuk Cakir jadi wasit)," ungkapnya.
Tersingkirnya Muenchen membuat Guardiola gagal menyumbang trofi Liga Champions di akhir masa baktinya bagi klub Jerman, usai musim depan bakal melatih Manchester City. Sedangkan keberhasilan Atletico jadi yang kedua setelah musim 2014 lalu juga melenggang ke partai puncak. Mereka tinggal menunggu pemenang laga semifinal lainnya antara Real Madrid vs Manchester City, Kamis (5/5/2016) dini hari nanti.
Muenchen mengusung misi balas dendam saat melakoni leg kedua semifinal yang berlangsung di Allianz-Arena, Rabu (4/5/2016) dini hari WIB. Sebelumnya, Thomas Mueller dkk dikalahkan 0-1 di leg pertama yang digelar di Vicente Calderon pekan lalu.
Misi merebut kemenangan sejatinya berjalan tuntas, Muenchen menang 2-1 di hadapan pendukungnya sendiri. Sayang agregat 2-2 membuat Atletico unggul produktivitas gol tandang.
Dalam pertandingan tadi, Muenchen sempat di atas angin di babak pertama. Usai unggul bekat aksi Xabi Alonso, mereka juga diberi penalti. Sayang Thomas Mueller gagal memaksimalkan peluang dan skor 1-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Atletico akhirnya sukses menyamakan kedudukan berkat kerjasama Fernando Torres dan Antoine Griezmann di babak kedua. Namun Muenchen mampu membuka asa melakukan comeback usai gol keduanya lahir lewat tandukan Robert Lewandowski.
Pertandingan semakin menarik kala Atletico juga dihadiahi penalti. Pelanggaran tipis di area kotak penalti membuat wasit Cuneyt Cakir menunjuk titik putih sebagai hukuman untuk Muenchen enam menit jelang laga bubar. Torres yang jadi eksekutor, gagal memaksimalkan peluang itu dan skor 2-1 bertahan hingga akhir yang membuat Atletico lolos ke final. (Baca Juga: Muenchen Menang, Atletico Madrid ke Final Liga Champions)
Setelah pertandingan, Rummenigge mengaku curiga dengan penunjukkan wasit Cuneyt Cakir yang memimpin laga. Ia menuding wasit asal Turki sengaja ditunjuk jadi pengadil pertandingan agar membantu Atletico lolos ke final. Ada tiga alasan yang diungkap CEO Muenchen, dua di antaranya adalah menyoroti gol Griezmann serta penalti yang didapat tim asal Spanyol.
"Kami merasa sedikit dicurangi. Gol Atletico sudah offside, dan penalti yang mereka gagal tuntaskan itu terjadi di luar kotak terlarang," klaim Rummenigge dikutip ESPN.
"Wasit punya dua pertandingan dalam tujuh hari terakhir. Saya tidak tahu bagaimana pria yang bekeja untuk UEFA ini punya banyak begitu pertandingan. Delegasi UEFA mengatakan, ini hal memalukan yang mereka lakukan (menunjuk Cakir jadi wasit)," ungkapnya.
Tersingkirnya Muenchen membuat Guardiola gagal menyumbang trofi Liga Champions di akhir masa baktinya bagi klub Jerman, usai musim depan bakal melatih Manchester City. Sedangkan keberhasilan Atletico jadi yang kedua setelah musim 2014 lalu juga melenggang ke partai puncak. Mereka tinggal menunggu pemenang laga semifinal lainnya antara Real Madrid vs Manchester City, Kamis (5/5/2016) dini hari nanti.
(bep)