Gagal ke Liga Champions, Van Gaal: Harapan Fans Terlalu Tinggi
Rabu, 18 Mei 2016 - 11:10 WIB
Gagal ke Liga Champions, Van Gaal: Harapan Fans Terlalu Tinggi
A
A
A
MANCHESTER - Manchester United mesti puas mengakhiri musim 2015/2016 di peringkat kelima. Gagal masuk ke zona Liga Champions dinilai karena tuntutan penggemar jadi beban tersendiri.
Kemenangan 3-1 MU atas AFC Bournemouth, Rabu (18/5/2016) dini hari WIB mengantar MU mengakhiri musim dengan poin 66. Jumlah tersebut sama dengan poin yang dimiliki Manchester City di peringkat empat, namun rival sekotanya jauh lebih baik dari segi produktivitas gol. (Klik di sini untuk update klasemen akhir Liga Inggris)
Kegagalan MU melaju ke Liga Champions ini pun jadi yang kedua dalam tiga musim terakhir. "Tim kami dalam masa transisi dan saya katakan itu ketika pertama kali memulainya. Mungkin saya perlu memberi banyak penjelasan ketimbang hasil yang sudah saya kerjakan," ucap sang manajer Louis van Gaal dikutip BBC.
Van Gaal yang sudah menangani MU selama dua musim, pun gagal mengangkat performa tim. Namun, manajer asal Belanda berpeluang mengakhiri puasa gelar The Red Devils saat melawan Crystal Palace di final Piala FA, Sabtu nanti.
Namun tetap saja, bayangan pemecatan masih menghantui Van Gaal di akhir musim ini. Penggemar di Stadion Old Trafford banyak yang sudah gerah melihat pria berjuluk The Iron Tulip duduk di kursi manajer tanpa memberikan prestasi gemilang. Sekadar informasi, manajemen MU dikabarkan siap mendepak Van Gaal untuk mendatangkan Jose Mourinho musim depan. (Baca Juga: Van Gaal Keukeuh Ingin Latih United)
Van Gaal menambahkan, kegagalan MU masuk ke Liga Champions tak lain dan tak bukan karena penggemar sendiri. Ekspektasi penonton yang ingin melihat tim kesayangannya berlaga di kompetisi tertinggi benua biru justru mengganggunya.
"Tujuan kami di musim pertama, kedua, atau ketiga adalah Liga Champions. Ini adalah level tertinggi dan klub sekelas Manchester United harusnya bermain di sana. Tapi, ada banyak klub yang juga menginginkannya dan anda bisa lihat itu," sergahnya.
"Ekspektasinya terlalu tinggi. Penggemar sudah berharap banyak, tapi saya kira ekspektasi mereka terlalu tinggi," tandasnya.
Kemenangan 3-1 MU atas AFC Bournemouth, Rabu (18/5/2016) dini hari WIB mengantar MU mengakhiri musim dengan poin 66. Jumlah tersebut sama dengan poin yang dimiliki Manchester City di peringkat empat, namun rival sekotanya jauh lebih baik dari segi produktivitas gol. (Klik di sini untuk update klasemen akhir Liga Inggris)
Kegagalan MU melaju ke Liga Champions ini pun jadi yang kedua dalam tiga musim terakhir. "Tim kami dalam masa transisi dan saya katakan itu ketika pertama kali memulainya. Mungkin saya perlu memberi banyak penjelasan ketimbang hasil yang sudah saya kerjakan," ucap sang manajer Louis van Gaal dikutip BBC.
Van Gaal yang sudah menangani MU selama dua musim, pun gagal mengangkat performa tim. Namun, manajer asal Belanda berpeluang mengakhiri puasa gelar The Red Devils saat melawan Crystal Palace di final Piala FA, Sabtu nanti.
Namun tetap saja, bayangan pemecatan masih menghantui Van Gaal di akhir musim ini. Penggemar di Stadion Old Trafford banyak yang sudah gerah melihat pria berjuluk The Iron Tulip duduk di kursi manajer tanpa memberikan prestasi gemilang. Sekadar informasi, manajemen MU dikabarkan siap mendepak Van Gaal untuk mendatangkan Jose Mourinho musim depan. (Baca Juga: Van Gaal Keukeuh Ingin Latih United)
Van Gaal menambahkan, kegagalan MU masuk ke Liga Champions tak lain dan tak bukan karena penggemar sendiri. Ekspektasi penonton yang ingin melihat tim kesayangannya berlaga di kompetisi tertinggi benua biru justru mengganggunya.
"Tujuan kami di musim pertama, kedua, atau ketiga adalah Liga Champions. Ini adalah level tertinggi dan klub sekelas Manchester United harusnya bermain di sana. Tapi, ada banyak klub yang juga menginginkannya dan anda bisa lihat itu," sergahnya.
"Ekspektasinya terlalu tinggi. Penggemar sudah berharap banyak, tapi saya kira ekspektasi mereka terlalu tinggi," tandasnya.
(aww)