Tewasnya Suporter PSS Sleman Jadi Fokus Menpora
Senin, 23 Mei 2016 - 11:36 WIB
Tewasnya Suporter PSS Sleman Jadi Fokus Menpora
A
A
A
JAKARTA - Dalam sebulan dua suporter sepak bola tanah air meregang nyawa. Setelah pendukung Persija Jakarta Fahreza tewas akibat diduga mendapat tindakan kekerasan dari oknum kepolisian, kini pendukung PSS Sleman Stanislaus Gandhang Deswara yang mengalami nasib serupa akibat bentrokan antar-suporter di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (22/5/2016) dini hari.
Kejadian Fahreza berlangsung saat hendak menyaksikan pertandingan Persija Jakarta melawan Persela Lamongan, 13 Mei lalu. Meski sempat mendapat penanganan medis, The Jakmania belia itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (15/5/2016).
Hanya sepekan setelah kejadian Fahreza, muncul lagi aksi kekerasan dalam sepak bola yang mengakibatkan nyawa suporter melayang. Stanislaus Gandhang Deswara yang merupakan anggota suporter PSS Sleman, jadi korban bentrokan dengan pendukung PSIM Yogyakarta yang baru pulang menyaksikan pertandingan Indonesia Soccer Championship B kontra PSIS Semarang, di Jalan Magelang KM 14, Minggu (22/5/2016) dini hari.
Direktur PT. Gelora Trisula Semesta (GTS) Joko Driyono selaku operator turnamen turut menyayangkan insiden berdarah kembali terjadi. Pria yang akrab disapa Jokdri berjanji bakal melakukan pengusutan dalam tiga hari ini.
"Kami turut berduka yang sangat dalam. Kami sedang berkoordinasi dengan klub dan pihak terkait untuk menggali informasi seutuhnya untuk mengambil tindakan yang tepat. Insya Allah dalam 3-4 hari ke depan bisa kami sampaikan," ucapnya saat dikonfirmasi SINDOnews, Senin pagi (23/5/2016).
Jadi Fokus Menpora
Tewasnya dua suporter yakni almarhum Fahreza dan Stanislaus Gandhang Deswara cukup ironi mengingat terjadi setelah pembekuan PSSI dicabut FIFA pada 13 Mei lalu. Pihak Kementerian Pemuda dan Olah Raga lewat juru bicaranya Gatot S Dewa Broto mengatakan kasus ini bakal jadi fokus mereka dalam upaya pembenahan tata kelola sepak bola.
"Tentu kami sedih mendengarnya. Hal serupa tidak boleh terulang lagi. Harus ada edukasi untuk para suporter dari klub dan kami pun akan kasih edukasi bersama. Masalah ini akan jadi concern kami," ucap Gatot.
Sementara dari klub, tiga tim asal Yogyakarta (PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, dan Persiba Bantul) direncanakan berkumpul membahas masalah ini agar insiden serupa tak terulang. (Baca Juga: Terkait Kematian Suporter, PSIM Dukung Pertemuan Tiga Klub)
Kejadian Fahreza berlangsung saat hendak menyaksikan pertandingan Persija Jakarta melawan Persela Lamongan, 13 Mei lalu. Meski sempat mendapat penanganan medis, The Jakmania belia itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (15/5/2016).
Hanya sepekan setelah kejadian Fahreza, muncul lagi aksi kekerasan dalam sepak bola yang mengakibatkan nyawa suporter melayang. Stanislaus Gandhang Deswara yang merupakan anggota suporter PSS Sleman, jadi korban bentrokan dengan pendukung PSIM Yogyakarta yang baru pulang menyaksikan pertandingan Indonesia Soccer Championship B kontra PSIS Semarang, di Jalan Magelang KM 14, Minggu (22/5/2016) dini hari.
Direktur PT. Gelora Trisula Semesta (GTS) Joko Driyono selaku operator turnamen turut menyayangkan insiden berdarah kembali terjadi. Pria yang akrab disapa Jokdri berjanji bakal melakukan pengusutan dalam tiga hari ini.
"Kami turut berduka yang sangat dalam. Kami sedang berkoordinasi dengan klub dan pihak terkait untuk menggali informasi seutuhnya untuk mengambil tindakan yang tepat. Insya Allah dalam 3-4 hari ke depan bisa kami sampaikan," ucapnya saat dikonfirmasi SINDOnews, Senin pagi (23/5/2016).
Jadi Fokus Menpora
Tewasnya dua suporter yakni almarhum Fahreza dan Stanislaus Gandhang Deswara cukup ironi mengingat terjadi setelah pembekuan PSSI dicabut FIFA pada 13 Mei lalu. Pihak Kementerian Pemuda dan Olah Raga lewat juru bicaranya Gatot S Dewa Broto mengatakan kasus ini bakal jadi fokus mereka dalam upaya pembenahan tata kelola sepak bola.
"Tentu kami sedih mendengarnya. Hal serupa tidak boleh terulang lagi. Harus ada edukasi untuk para suporter dari klub dan kami pun akan kasih edukasi bersama. Masalah ini akan jadi concern kami," ucap Gatot.
Sementara dari klub, tiga tim asal Yogyakarta (PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, dan Persiba Bantul) direncanakan berkumpul membahas masalah ini agar insiden serupa tak terulang. (Baca Juga: Terkait Kematian Suporter, PSIM Dukung Pertemuan Tiga Klub)
(bbk)