Terkait Kerusuhan, Prancis Siap Usir 50 Suporter Rusia
Selasa, 14 Juni 2016 - 15:46 WIB
Terkait Kerusuhan, Prancis Siap Usir 50 Suporter Rusia
A
A
A
LILLE - Pemerintah Prancis tak ingin mengambil risiko lebih jauh demi menjaga keamanan Piala Eropa 2016. Mereka siap mengusir sekitar 50 suporter Rusia sebagai buntut kerusuhan yang dilakukan saat Inggris bertemu Rusia pada laga pembuka Grup B Piala Eropa 2016, di Stade Velodrome, Marseille, Minggu (12/6/2016) dini hari WIB.
Ketua Kelompok Suporter Rusia Alexander Shprygin mengatakan polisi anti-huru-hara Prancis memberhentikan iring-iringan bus yang mengangkut fans Rusia di Cannes dalam perjalanan menuju Lille, Selasa (14/6/2016). Rusia akan melakoni laga kedua Grup B kontra Slovakia di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, Lille, Rabu (15/6/2016).
Shprygin menjelaskan, polisi menahan kendaraan yang mereka tumpangi sehingga perjalanan mereka terhambat di Cannes. Dari pembicaraan dengan pihak keamanan tersebut terungkap bawah Prancis akan memulangkan sekitar 50 suporter Rusia, termasuk sejumlah wanita.
"Mereka ingin mendeportasi hampir 50 orang termasuk wanita yang tidak terlibat apapun dalam insiden yang terjadi," kata Shprygin yang dihubungi Reuters melalui telepon.
"Polisi membuat kesalahan tiga hari yang lalu. Kini kami berada dalam bus di Cannes dan kami telah diblokir oleh polisi anti-huru hara. Kami tidak bisa ke mana-mana untuk saat ini dan sedang menunggu Konsulat."
Bentrok suporter Inggris dan Rusia terjadi sebelum dan setelah pertandingan yang berakhir 1-1. Keributan di luar stadion terjadi di Wilayah Old Port dekan Stade Velodrome. Sedangkan di dalam stadion, fans Rusia menyerang suporter Inggris di tribun seusai laga. (Baca juga: Pasca Laga, Suporter Rusia Serang Fans Inggris di Tribun Stade Velodrome).
Ketua Kelompok Suporter Rusia Alexander Shprygin mengatakan polisi anti-huru-hara Prancis memberhentikan iring-iringan bus yang mengangkut fans Rusia di Cannes dalam perjalanan menuju Lille, Selasa (14/6/2016). Rusia akan melakoni laga kedua Grup B kontra Slovakia di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, Lille, Rabu (15/6/2016).
Shprygin menjelaskan, polisi menahan kendaraan yang mereka tumpangi sehingga perjalanan mereka terhambat di Cannes. Dari pembicaraan dengan pihak keamanan tersebut terungkap bawah Prancis akan memulangkan sekitar 50 suporter Rusia, termasuk sejumlah wanita.
"Mereka ingin mendeportasi hampir 50 orang termasuk wanita yang tidak terlibat apapun dalam insiden yang terjadi," kata Shprygin yang dihubungi Reuters melalui telepon.
"Polisi membuat kesalahan tiga hari yang lalu. Kini kami berada dalam bus di Cannes dan kami telah diblokir oleh polisi anti-huru hara. Kami tidak bisa ke mana-mana untuk saat ini dan sedang menunggu Konsulat."
Bentrok suporter Inggris dan Rusia terjadi sebelum dan setelah pertandingan yang berakhir 1-1. Keributan di luar stadion terjadi di Wilayah Old Port dekan Stade Velodrome. Sedangkan di dalam stadion, fans Rusia menyerang suporter Inggris di tribun seusai laga. (Baca juga: Pasca Laga, Suporter Rusia Serang Fans Inggris di Tribun Stade Velodrome).
(sha)