Menanti Aksi Rossi Si Raja Sirkuit Assen
Rabu, 22 Juni 2016 - 20:00 WIB
Menanti Aksi Rossi Si Raja Sirkuit Assen
A
A
A
ASSEN - Seri kedelapan MotoGP 2016 yang digelar akhir pekan nanti sangat berarti untuk Valentino Rossi. Pembalap Movistar Yamaha tersebut akan tampil di tempat kesukaannya yakni Sirkuit Assen, Belanda.
Di lintasan 4,5 km tersebut, Rossi sudah juara sembilan kali. Tujuh di antaranya ia lakukan pada kelas MotoGP. Sementara dua lainnya datang dari kelas 250cc dan 125 cc.
"Assen merupakan lintasan yang bagus. Sangat luar biasa karena masih bisa balapan di sini," ucap Rossi beberapa waktu lalu.
Pembalap kebangsaan Italia itu meraih kemenangan pertamanya pada 1997. Setahun kemudian ia mengulang prestasinya, namun naik tingkat di kelas 250cc.
Pada 2002, Rossi merajai Sirkuit Assen di kelas MotoGP. Saat itu ia mengalahkan pembalap asal Brasil, Alex Barros dengan keunggulan 2,233 detik.
Dua tahun kemudian pembalap yang dijuluki The Doctor ini juara lagi usai unggul tipis, 0,456 detik dari saingan terberatnya saat itu, Sete Gibernau. Setahun berselang, podium tertinggi kembali diinjak Rossi. Ia yang saat itu sudah bergabung dengan Yamaha finis di posisi paling depan dengan catatan waktu 38 menit 41,808 detik. Rossi unggul 1,583 detik dari pembalap di posisi dua, Marco Melandri.
Pada 2006 penampilan Rossi jauh dari biasanya. Ia balapan dengan buruk hingga akhirnya finis di urutan kedelapan. Rossi berjarak 23,951 detik dari Nicky Hayden yang keluar sebagai pemenang.
Namun keterpurukannya itu ia bayar lunas di tahun 2007. Rossi juara lagi dan ia berhasil unggul 1,909 detik dari sang runner up, Casey Stoner.
Di tahun berikutnya, Stoner melancarkan aksi balas dendam. Pembalap kebangsaan Australia itu sukses mempermalukan Rossi sang spesialis Sirkuit Assen. Stoner juara dan ia berjarak 46,025 detik dari Rossi yang finis di posisi 11.
Pada 2009, Rossi kembali mengasapi Stoner. Pembalap yang menyukai Inter Milan tersebut juara dengan catatan waktu 42 menit 14,611 detik. Saat itu The Doctor sangat mendominasi jalannya balapan. Dengan Stoner yang finis di posisi tiga, Rossi berjarak 23,113 detik. Sedangkan dengan Jorge Lorenzo yang merebut podium runner up, Rossi unggul 5,368 detik.
Setelah itu Rossi bagai hilang ditelan bumi. Prestasinya tak lagi terdengar meski saat itu ia sempat mengendarai motor dengan mesin yang buas seperti Ducati.
Di musim balap 2013 barulah Rossi kembali unjuk gigi. Sirkuit Assen jadi salah satu pembuktiannya. Setelah balik ke pangkuan Yamaha, Rossi sukses memenangkan GP Belanda dengan catatan waktu 41 menit 25,202 detik.
Setahun berikutnya, Rossi kalah dari Marc Marquez. Namun di tahun 2015 ia berhasil membalas kekalahannya tersebut. Rossi juara dengan catatan waktu 40 menit 54.037 detik.
"Saya senang berada di sini. Saya punya banyak kenangan indah di Sirkuit Assen," tutur Rossi. (Baca juga: Fakta Menarik GP Belanda 2016)
Di lintasan 4,5 km tersebut, Rossi sudah juara sembilan kali. Tujuh di antaranya ia lakukan pada kelas MotoGP. Sementara dua lainnya datang dari kelas 250cc dan 125 cc.
"Assen merupakan lintasan yang bagus. Sangat luar biasa karena masih bisa balapan di sini," ucap Rossi beberapa waktu lalu.
Pembalap kebangsaan Italia itu meraih kemenangan pertamanya pada 1997. Setahun kemudian ia mengulang prestasinya, namun naik tingkat di kelas 250cc.
Pada 2002, Rossi merajai Sirkuit Assen di kelas MotoGP. Saat itu ia mengalahkan pembalap asal Brasil, Alex Barros dengan keunggulan 2,233 detik.
Dua tahun kemudian pembalap yang dijuluki The Doctor ini juara lagi usai unggul tipis, 0,456 detik dari saingan terberatnya saat itu, Sete Gibernau. Setahun berselang, podium tertinggi kembali diinjak Rossi. Ia yang saat itu sudah bergabung dengan Yamaha finis di posisi paling depan dengan catatan waktu 38 menit 41,808 detik. Rossi unggul 1,583 detik dari pembalap di posisi dua, Marco Melandri.
Pada 2006 penampilan Rossi jauh dari biasanya. Ia balapan dengan buruk hingga akhirnya finis di urutan kedelapan. Rossi berjarak 23,951 detik dari Nicky Hayden yang keluar sebagai pemenang.
Namun keterpurukannya itu ia bayar lunas di tahun 2007. Rossi juara lagi dan ia berhasil unggul 1,909 detik dari sang runner up, Casey Stoner.
Di tahun berikutnya, Stoner melancarkan aksi balas dendam. Pembalap kebangsaan Australia itu sukses mempermalukan Rossi sang spesialis Sirkuit Assen. Stoner juara dan ia berjarak 46,025 detik dari Rossi yang finis di posisi 11.
Pada 2009, Rossi kembali mengasapi Stoner. Pembalap yang menyukai Inter Milan tersebut juara dengan catatan waktu 42 menit 14,611 detik. Saat itu The Doctor sangat mendominasi jalannya balapan. Dengan Stoner yang finis di posisi tiga, Rossi berjarak 23,113 detik. Sedangkan dengan Jorge Lorenzo yang merebut podium runner up, Rossi unggul 5,368 detik.
Setelah itu Rossi bagai hilang ditelan bumi. Prestasinya tak lagi terdengar meski saat itu ia sempat mengendarai motor dengan mesin yang buas seperti Ducati.
Di musim balap 2013 barulah Rossi kembali unjuk gigi. Sirkuit Assen jadi salah satu pembuktiannya. Setelah balik ke pangkuan Yamaha, Rossi sukses memenangkan GP Belanda dengan catatan waktu 41 menit 25,202 detik.
Setahun berikutnya, Rossi kalah dari Marc Marquez. Namun di tahun 2015 ia berhasil membalas kekalahannya tersebut. Rossi juara dengan catatan waktu 40 menit 54.037 detik.
"Saya senang berada di sini. Saya punya banyak kenangan indah di Sirkuit Assen," tutur Rossi. (Baca juga: Fakta Menarik GP Belanda 2016)
(bep)