Tandang ke Turki, AS Monaco Minta Pengamanan Lebih
Selasa, 26 Juli 2016 - 14:37 WIB
Tandang ke Turki, AS Monaco Minta Pengamanan Lebih
A
A
A
ISTANBUL - Pemerintah Turki mengambil langkah tambahan untuk menjamin keamanan tim AS Monaco yang akan melakoni leg pertama kualifikasi ketiga Liga Champions 2016/2017 kontra Fenerbahce. Turki menjamin Pasukan Leonardo Jardim akan aman bermain di Sukru Saracoglu Stadium, Istanbul, Rabu (27/7/2016) atau Kamis dini hari WIB.
Menteri Olahraga Turki Akif Cagatay Kilic kepada Reuters mengatakan pihak Monaco menuntut beberapa langkah-langkah keamanan tambahan untuk mengantisipasi situasi keamanan Turki yang dinilai kurang kondusif menyusul aksi kudeta militer yang gagal pada 15 Juli lalu. Turki pun merespons dengan mengambil langkah-langkah pengamanan yang diperketat.
"Kami akan memastikan bahwa keselamatan mereka mendapat jaminan terbaik," kata Kilic, Senin (25/7/2016). "Monaco menuntut beberapa langkah-langkah keamanan tambahan. Kami mengambil langkah-langkah itu dan akan memastikan bahwa keselamatan mereka memiliki jaminan terbaik."
Kilic menambahkan, Turki akan bereaksi negatif jika Monaco berniat menunda pertandingan tersebut. Pasalnya, Turki tetap ambil bagian pada pesta sepak bola Piala Eropa 2016, meski tuan rumah Prancis di bawah keadaan darurat setelah serangan teroris.
"Apakah kami menarik tim nasional Turki dari turnamen? Tidak. Tidak ada yang negatif terjadi di Turki saat ini. Semuanya dapat dikendalikan dengan cepat," imbuhnya.
Kilic menegaskan, fans Prancis tidak akan diizinkan masuk ke Turki jika otoritas Prancis membuat keputusan tidak membiarkan penggemar Turki masuk ke Prancis untuk leg kedua pada 3 Agustus nanti. Dia juga mengkritik olahragawan asing yang meninggalkan Turki, dan mengeluarkan pernyataan kekhawatiran atas keamanan.
"Mereka yang ingin meninggalkan Turki seharusnya tidak membuat pernyataan seperti itu. Ini mengganggu kami. Tapi itu keputusan mereka sendiri. Mereka melakukan itu seolah-olah tidak ada risiko teror di negara-negara yang mereka tuju. "
Menteri Olahraga Turki Akif Cagatay Kilic kepada Reuters mengatakan pihak Monaco menuntut beberapa langkah-langkah keamanan tambahan untuk mengantisipasi situasi keamanan Turki yang dinilai kurang kondusif menyusul aksi kudeta militer yang gagal pada 15 Juli lalu. Turki pun merespons dengan mengambil langkah-langkah pengamanan yang diperketat.
"Kami akan memastikan bahwa keselamatan mereka mendapat jaminan terbaik," kata Kilic, Senin (25/7/2016). "Monaco menuntut beberapa langkah-langkah keamanan tambahan. Kami mengambil langkah-langkah itu dan akan memastikan bahwa keselamatan mereka memiliki jaminan terbaik."
Kilic menambahkan, Turki akan bereaksi negatif jika Monaco berniat menunda pertandingan tersebut. Pasalnya, Turki tetap ambil bagian pada pesta sepak bola Piala Eropa 2016, meski tuan rumah Prancis di bawah keadaan darurat setelah serangan teroris.
"Apakah kami menarik tim nasional Turki dari turnamen? Tidak. Tidak ada yang negatif terjadi di Turki saat ini. Semuanya dapat dikendalikan dengan cepat," imbuhnya.
Kilic menegaskan, fans Prancis tidak akan diizinkan masuk ke Turki jika otoritas Prancis membuat keputusan tidak membiarkan penggemar Turki masuk ke Prancis untuk leg kedua pada 3 Agustus nanti. Dia juga mengkritik olahragawan asing yang meninggalkan Turki, dan mengeluarkan pernyataan kekhawatiran atas keamanan.
"Mereka yang ingin meninggalkan Turki seharusnya tidak membuat pernyataan seperti itu. Ini mengganggu kami. Tapi itu keputusan mereka sendiri. Mereka melakukan itu seolah-olah tidak ada risiko teror di negara-negara yang mereka tuju. "
(sha)