Fans Persegres Tuntut Mundur, Ini Pembelaan Liestiadi
Senin, 29 Agustus 2016 - 16:25 WIB
Fans Persegres Tuntut Mundur, Ini Pembelaan Liestiadi
A
A
A
GRESIK - Ultrasmania mulai kehilangan kesabaran. Pendukung fanatik Persegres Gresik United itu menilai pelatih Liestiadi tidak layak dipertahankan di Stadion Petrokimia untuk putaran dua Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.
Kecemasan fans terlihat pada laga terakhir putaran pertama kontra Semen Padang yang berakhir imbang 1-1, Minggu (28/8/2016) malam. Tekanan kepada Liestiadi pun diberikan lewat teriakan dari tribun saat pertandingan maupun selepas laga.
Ultrasmania bahkan sempat menggelar demonstrasi meminta Liestiadi dicopot dari jabatannya. Suporter berwarna kuning tersebut menilai prospek Persegres bakal suram jika kinerja eks pelatih Persiba Balikpapan tersebut diteruskan.
"Jelas kami merasa cemas dengan kondisi yang ada sekarang. Tim tidak kunjung membaik dan mental mereka sudah tidak bagus. Pelatih seharusnya bertanggungjawab, karena tim lain juga sudah mengambil sikap dengan kondisi seperti ini," ujar Haryono, Ultrasmania Manyar.
Menurutnya manajemen kurang bijaksana jika hanya mengevaluasi dan merombak tim tetapi menutup mata dari kinerja Liestiadi. Apalagi Ultrasmania sejak awal agak pesimistis dengan materi pemain pilihan pelatih asal Medan tersebut.
Sementara, Liestiadi tidak gusar walau mendapat tekanan serius dari kalangan suporter. Menurutnya, dia memiliki penjelasan yang logis terkait dengan muramnya pencapaian Laskar Jaka Samudra. "Persoalan tidak hanya bisa dilihat dari luarnya," kata Liestiadi.
"Seorang pelatih terkadang menghadapi masalah yang kompleks dan sebenarnya sama sekali tak diinginkan. Pemain yang semula dianggap bagus, kemudian kontribusinya kurang. Selama saya dipercaya manajemen, saya akan berupaya sebaik mungkin mengembalikan daya saing tim," papar dia.
Dia juga mengaku siap jika nanti manajemen akan mengevaluasi kinerjanya dan mengambil keputusan. Yang pasti, menurut Liestiadi, dia sudah membeberkan semua problem tim ke manajemen dan selama ini berkomunikasi dengan baik.
Di akhir putaran pertama ISC A 2016, Persegres tidak pernah merasakan kemenangan selama sembilan laga beruntun. Tak mengherankan jika posisi mereka berada di papan bawah atau peringkat 16 dari 18 kontestan dengan 15 angka.
Kecemasan fans terlihat pada laga terakhir putaran pertama kontra Semen Padang yang berakhir imbang 1-1, Minggu (28/8/2016) malam. Tekanan kepada Liestiadi pun diberikan lewat teriakan dari tribun saat pertandingan maupun selepas laga.
Ultrasmania bahkan sempat menggelar demonstrasi meminta Liestiadi dicopot dari jabatannya. Suporter berwarna kuning tersebut menilai prospek Persegres bakal suram jika kinerja eks pelatih Persiba Balikpapan tersebut diteruskan.
"Jelas kami merasa cemas dengan kondisi yang ada sekarang. Tim tidak kunjung membaik dan mental mereka sudah tidak bagus. Pelatih seharusnya bertanggungjawab, karena tim lain juga sudah mengambil sikap dengan kondisi seperti ini," ujar Haryono, Ultrasmania Manyar.
Menurutnya manajemen kurang bijaksana jika hanya mengevaluasi dan merombak tim tetapi menutup mata dari kinerja Liestiadi. Apalagi Ultrasmania sejak awal agak pesimistis dengan materi pemain pilihan pelatih asal Medan tersebut.
Sementara, Liestiadi tidak gusar walau mendapat tekanan serius dari kalangan suporter. Menurutnya, dia memiliki penjelasan yang logis terkait dengan muramnya pencapaian Laskar Jaka Samudra. "Persoalan tidak hanya bisa dilihat dari luarnya," kata Liestiadi.
"Seorang pelatih terkadang menghadapi masalah yang kompleks dan sebenarnya sama sekali tak diinginkan. Pemain yang semula dianggap bagus, kemudian kontribusinya kurang. Selama saya dipercaya manajemen, saya akan berupaya sebaik mungkin mengembalikan daya saing tim," papar dia.
Dia juga mengaku siap jika nanti manajemen akan mengevaluasi kinerjanya dan mengambil keputusan. Yang pasti, menurut Liestiadi, dia sudah membeberkan semua problem tim ke manajemen dan selama ini berkomunikasi dengan baik.
Di akhir putaran pertama ISC A 2016, Persegres tidak pernah merasakan kemenangan selama sembilan laga beruntun. Tak mengherankan jika posisi mereka berada di papan bawah atau peringkat 16 dari 18 kontestan dengan 15 angka.
(sha)