Perbaiki Performa, Persegres Ikat Eks Striker Arema dan Dua Penggawa Persija
Selasa, 06 September 2016 - 20:26 WIB
Perbaiki Performa, Persegres Ikat Eks Striker Arema dan Dua Penggawa Persija
A
A
A
GRESIK - Persegres Gresik United mencoba keluar dari zona bawah Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Dalam kondisi pas-pasan, Persegres mulai mendatangkan pemain anyar. Informasi teranyar, tiga pemain berpengalaman di ISC 2016 diangkut ke Stadion Petrokimia pada Selasa (6/9/2016).
Pemain pertama adalah striker Gustavo Giron Marulanda. Dia merupakan mantan striker Arema Cronus yang dicoret sebelum putaran kedua bergulir. Beberapa hari sebelumnya Giron mengakui tengah berbicara dengan pihak Persegres soal tawaran kontrak.
Pemain kedua yang juga berposisi penyerang adalah Rudi 'Bogel' Setiawan, pemain yang membela Persija Jakarta di putaran pertama ISC. Sedangkan pemain ketiga adalah Firmansyah Priyatna yang juga rekan setim Bogel di Persija Jakarta.
Manager Persegres Bagoes Cahyo Yuwono mengatakan ketiganya sudah resmi mencapai kesepakatan dengan Persegres. Direncanakan ketiga darah baru tersebut sudah akan terlibat di latihan pada Rabu (7/9/2016) sebagai persiapan menjamu Persela Lamongan. Persegres terjerembap ke peringkat 17 dari 18 kontestan ISC A 2016 dengan 17 poin.
"Giron, Bogel dan Firmansyah, semua sudah sepakat bergabung Persegres dan besok (Rabu) sudah bisa mengikuti latihan. Selain mereka masih ada pemain yang kami dekati dan semoga dalam waktu dekat komposisi tim sudah komplet," jelas Bagoes.
Jika melihat kebutuhan secara kuantitas, maka Persegres masih membutuhkan setidaknya 10 pemain untuk mengganti skuat yang dilepas di akhir putaran pertama lalu. Bahkan saat bertandang ke Serui, hanya tersedia 14 pemain senior saja di tim Laskar Jaka Samudra.
Walau ketiganya dilepas oleh klubnya karena dianggap kurang maksimal di paruh pertama kompetisi, manajemen Persegres berharap mereka akan memberi perubahan besar di Stadion Petrokimia. Sebab, menurut Bagoes, ada kalanya pemain cocok di sebuah tim baru walau gagal di tim lain.
"Kami yakin mereka punya kualitas bagus dan mungkin hanya kurang cocok di klub sebelumnya. Itu normal dalam sepak bola ketika ada pemain yang lebih cocok di tim lain. Semoga mereka akan memberikan kontribusi maksimal dan mengubah prestasi Persegres," harap Bagoes.
Gustavo Giron mengakui tawaran dari Persegres sulit ditolak karena dia masih penasaran dengan sepak bola Indonesia. Semula dia menyiapkan opsi kembali ke Australia atau Kolombia jika tidak mendapatkan tawaran di putaran dua ISC 2016.
"Ternyata Persegres serius memberikan tawaran dan saya menerimanya. Semoga di Persegres bisa menjadi awal bagus bagi karir saya di Indonesia. Saya masih ingin membuktikan kualitas saya di sepak bola Indonesia," ungkap Giron.
Pemain pertama adalah striker Gustavo Giron Marulanda. Dia merupakan mantan striker Arema Cronus yang dicoret sebelum putaran kedua bergulir. Beberapa hari sebelumnya Giron mengakui tengah berbicara dengan pihak Persegres soal tawaran kontrak.
Pemain kedua yang juga berposisi penyerang adalah Rudi 'Bogel' Setiawan, pemain yang membela Persija Jakarta di putaran pertama ISC. Sedangkan pemain ketiga adalah Firmansyah Priyatna yang juga rekan setim Bogel di Persija Jakarta.
Manager Persegres Bagoes Cahyo Yuwono mengatakan ketiganya sudah resmi mencapai kesepakatan dengan Persegres. Direncanakan ketiga darah baru tersebut sudah akan terlibat di latihan pada Rabu (7/9/2016) sebagai persiapan menjamu Persela Lamongan. Persegres terjerembap ke peringkat 17 dari 18 kontestan ISC A 2016 dengan 17 poin.
"Giron, Bogel dan Firmansyah, semua sudah sepakat bergabung Persegres dan besok (Rabu) sudah bisa mengikuti latihan. Selain mereka masih ada pemain yang kami dekati dan semoga dalam waktu dekat komposisi tim sudah komplet," jelas Bagoes.
Jika melihat kebutuhan secara kuantitas, maka Persegres masih membutuhkan setidaknya 10 pemain untuk mengganti skuat yang dilepas di akhir putaran pertama lalu. Bahkan saat bertandang ke Serui, hanya tersedia 14 pemain senior saja di tim Laskar Jaka Samudra.
Walau ketiganya dilepas oleh klubnya karena dianggap kurang maksimal di paruh pertama kompetisi, manajemen Persegres berharap mereka akan memberi perubahan besar di Stadion Petrokimia. Sebab, menurut Bagoes, ada kalanya pemain cocok di sebuah tim baru walau gagal di tim lain.
"Kami yakin mereka punya kualitas bagus dan mungkin hanya kurang cocok di klub sebelumnya. Itu normal dalam sepak bola ketika ada pemain yang lebih cocok di tim lain. Semoga mereka akan memberikan kontribusi maksimal dan mengubah prestasi Persegres," harap Bagoes.
Gustavo Giron mengakui tawaran dari Persegres sulit ditolak karena dia masih penasaran dengan sepak bola Indonesia. Semula dia menyiapkan opsi kembali ke Australia atau Kolombia jika tidak mendapatkan tawaran di putaran dua ISC 2016.
"Ternyata Persegres serius memberikan tawaran dan saya menerimanya. Semoga di Persegres bisa menjadi awal bagus bagi karir saya di Indonesia. Saya masih ingin membuktikan kualitas saya di sepak bola Indonesia," ungkap Giron.
(sha)