Tanggapi Provokasi Rossi, Ini Hitung-hitungan Marquez Juara Dunia di Motegi

Jum'at, 07 Oktober 2016 - 07:00 WIB
Tanggapi Provokasi Rossi,...
Tanggapi Provokasi Rossi, Ini Hitung-hitungan Marquez Juara Dunia di Motegi
A A A
MADRID - Persaingan antara Valentino Rossi vs Marc Marquez dengan cepat menjadi sebuah rivalitas klasik di arena Kejuaraan Dunia Balap GP Motor. Dan itu seakan menjadi tak bisa dihindari, karena ketika ada dua juara dunia saling bersaing, ibarat kata sebuah jaminan bakal hadirnya sebuah pertunjukan yang bagus.

Namun pada musim lalu (2015), persaingan antara mereka seakan telah melampaui yang biasanya terjadi di dunia olah raga. Kini atau dalam beberapa bulan terakhir, situasi tampaknya telah kembali menjadi normal.

Bahkan keduanya sudah saling berjabat tangan di GP Catalunya 2016. Akan tetapi beberapa hari lalu, Valentino kembali mengungkit insiden GP Malaysia 2015 dalam wawancaranya kepada BT Sport, di mana dia menuduh Marquez dan Lorenzo telah mencuri gelar darinya.

Marc yang pada dua pekan terakhir sibuk dengan acara komersial Repsol di Tarragon dan presentasi merek cologne dengan namanya, coba kembali memadamkan api itu.

“Jujur, saya terkejut dia kembali ke subjek itu. Tapi akhir musim telah makin dekat dan Valentino punya banyak pengalaman dalam berbagai jenis situasi. Dia tahu cara memainkan kartunya dengan baik,” sembur Marquez seakan menyebut bahwa Rossi sedang melancarkan perang urat syaraf jelang empat balapan terakhir MotoGP 2016, seperti dilaporkan Diaro As.

Walau begitu, Marc mengaku dirinya tidak ingin bermain di lapangan yang sama dengan Rossi, alias si Bayi Alien takkan berusaha membalas perang urat syaraf dari The Doctor.

“Saya hanya ingin melanjutkan pertempuran saya dengan Rossi di lintasan. Saya tidak tertarik berkompetisi dengannya di luar trek dan saya tidak ingin mencoba terlibat di dalamnya,” imbuh Marquez.

Dengan pernyataannya itu, Marquez seakan sudah memahami situasi bahwa pada seri berikutnya, yakni pada MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi akhir pekan depan. Dia punya kesempatan menyelesaikan ‘match point’ pertamanya.

Keunggulan 52 poin yang dia miliki atas Rossi dan 66 angka dari Jorge Lorenzo, bisa di kunci pada kesempatan pertama di Motegi. Caranya, Marquez harus memenangkan lomba seri ke-15 itu dan The Doctor hanya bisa menyelesaikan balapan di urutan 15 atau lebih buruk.

Sedangkan Lorenzo akan terlempar dari pacuan juara dunia musim 2016 jika dia cuma finis di luar podium atau tepatnya pada urutan 4 atau lebih buruk. Plus dengan catatan Marquez juara di Motegi.

Itu artinya, Marquez sukses menambah jarak 24 poin dari Rossi dan 10 poin atas Lorenzo. Kalau hasil itu terjadi, maka Marquez akan memiliki keunggulan 75 angka atas Rossi dan 76 poin dari Porfuera. Dengan demikian, walau tiga seri lagi menyisakan maksimal nilai 75, keduanya sudah tak bisa lagi mengejar perolehan poin si Bayi Alien.

Adapun tetap saja masih banyak variabel yang bisa membuat situasi berubah di empat seri belakangan. Bahkan kalkulator yang paling canggih masih belum mampu memprediksi itu. Karena ini hanya hitung-hitungan semata.

Pasalnya, Motegi mungkin sirkuit milik Honda. Tapi Yamaha serta Ducati juga sering tampil moncer di sana. Satu yang mesti masuk hitungan ialah Marquez belum pernah menang di sana pada kelas MotoGP.

Sedang Lorenzo pernah juara di sana pada 2009, 2013 dan 2014 bersama Yamaha. Pedrosa juga senang lomba di sana dengan memenangkan tiga dari lima balapan terakhir di Motegi. Dan Rossi sudah tidak menang lagi di sana sejak terakhir 2008 bersama YZR-M1 milik tim Garpu Tala.

Salah satu faktor lainnya yang bisa mengubah peta persaingan di Motegi dan empat balapan terakhir musim ini tentunya ban Michelin plus cuaca saat lomba. Belakangan di Jepang cuaca sering tak terduga secara cepat berubah. Korea Selatan bahkan baru saja diterjang topan hebat.

So, bagaimana hitung-hitungan Anda sendiri atas persaingan tiga pembalap teratas di klasemen sementara MotoGP 2016?
(sbn)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
IRRA 2026 Usung Semangat...
IRRA 2026 Usung Semangat Rally Dakar, Targetkan 100 Kendaraan
28 menit yang lalu
Aksi Sengit MotoGP Jerman...
Aksi Sengit MotoGP Jerman 2026 Siap Dimulai, Simak Jadwal Balapannya di VISION+
31 menit yang lalu
WorldSBK Inggris Siap...
WorldSBK Inggris Siap Digelar, Cek Jadwal dan Link Nontonnya di VISION+
37 menit yang lalu
AS dan Portugal Tersingkir,...
AS dan Portugal Tersingkir, Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Ambruk
1 jam yang lalu
Jurnalis Argentina Dituding...
Jurnalis Argentina Dituding Jadi Pelakor, Istri Messi: Abaikan Omong Kosong Itu!
2 jam yang lalu
VAR Untungkan Argentina?...
VAR Untungkan Argentina? Pakar Soroti Inkonsistensi Wasit
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved