Jelang MotoGP Jepang 2016, Dovizioso Bicara Iannone, Stoner dan Lorenzo

Jum'at, 07 Oktober 2016 - 05:00 WIB
Jelang MotoGP Jepang...
Jelang MotoGP Jepang 2016, Dovizioso Bicara Iannone, Stoner dan Lorenzo
A A A
BOLOGNA - Kira-kira apa yang yang dilakukan oleh para pembalap MotoGP ketika libur dua pekan pasca GP Aragon 2016 atau sebelum balapan seri 15 di Sirkuit Motegi, Jepang akhir pekan depan?

Nah, motorsport.com sempat mewancarai eksklusif rider tim Ducati Corse MotoGP, Andrea Dovizioso. Dia angkat bicara soal hasil selama kalender balap 2016, juga tentang rekan setimnya saat ini (Andrea Iannone) dan mitranya musim depan (Jorge Lorenzo). Berikut kami sarikan petikan komentarnya.

Dapatkah Anda menyimpulkan musim balap 2016 sejauh ini?
“Kami tiba di Qatar dalam kondisi siap tempur, walau sempat kesulitan selama musim dingin. Kemudian pada tiga lomba awal, saya tidak mampu mencapai podium, tapi saya mencetak dua kali nilai 0 akibat kesalahan pembalap lain. Itu telah mengubah bagaimana cara saya mengatur strategi pada kejuaraan ini, karena seharusnya saya bisa menempati peringkat lebih tinggi ketimbang sekarang.”

“Meskipun begitu, saya berpikir kami seharusnya merasa cuku senang dengan kecepatan yang telah kami pertunjukkan. Kami telah memangkas jarak dengan para pembalap terdepan. Apa yang masih belum hadir pada tim kami adalah masalah konsistensi dan tetap kompetitif di setiap sirkuit.”

“Adalah benar bahwa tahun ini agak ganjil karena bersama ban Michelin kami harus memulai semuanya dari kertas kosong di setiap sirkuit. Kami juga terus memikirkan cara bagaimana mengembangkan motor dengan ban. Kami terpengaruh juga dengan masalah yang menyelimuti Scott Redding dan Loriz Baz, yang mana menyebabkan Michelin mengambil arah kebijakan yang tidak menguntungkan buat kami. Dalam kasus apapun, kami harus memperbaiki beberapa hal pada motor kami tahun depan, karena tahun depan kami ingin berjuang untuk merebut gelar juara dunia.”

Sebelum permulaan musim ini, Ducati telah mematok target setidaknya satu lomba, sebuah hasil yang terwujud di GP Austria. Apakakan itu artinya tahun ini tim Anda telah sukses?
“Kemenangan itu sama sekali tidak mengubah apapun. Memang penting bagi kami untuk menang di Austria dan terutama memperoleh posisi finis 1-2. Tetapi di sirkuit lain, kami tidak berada dalam posisi buat memenangkan lomba. Karena dengan begitu, kami tidak dapat mencoba berjuang untuk bersaing meraih gelar juara dunia.”

Apa yang masih hilang dari motor Ducati?
“Motor kami masih kesulitan saat menikung. Ketika Anda memasuki tikungan dan melepas rem, motor kami masih tidak secepat motor tim lain. Tidak secepat motor Honda atau Yamaha dan Suzuki. Namun kami memiliki keuntungan motor kami punya akselerasi lebih baik, sehingga perbedaan itu pada akhirnya tidak begitu besar.”

Apakah tuntutan fisik dari motor Ducati ikut mempengaruhi Anda?
“Tentu saja itu banyak berpengaruh. Di MotoGP intensitasnya sangat tinggi. Sebagai contoh, mari kita berpikir tentang FP4 (sesi latihan bebas 4), yang sangat penting untuk mengetahui di mana kita akan berada saat balapan. Lebih atau kurang, saat itu kita sudah makin dekat ke puncak sebagian besar catatan waktu, mungkin 0,3 atau 0,4 detik dari yang tercepat.

“Tapi setiap pembalap menjalani intensitas yang berbeda. Jika saya harus memberikan 100 persen dalam latihan dan Anda sudah bisa menjadi yang tercepat hanya dengan mengeluarkan 95 persen kemampuan. Selisih 0,3 detik itu bisa menjadi 0,6 detik pada hari Minggu (lomba). Karena pada level ini, perbedaan lima persen saja sudah besar. Kami sendiri masih lebih cepat ketimbang tahun lalu. Tapi kami butuh menggunakan lebih banyak energi lagi.”

Apakah Anda sudah meningkatkan kondisi fisik Anda untuk mengurangi selisih jarak itu?
“Tidak, karena kekuatan tidak membuat Anda bertahan lebih lama. Jika Anda menggunakan lebih banyak kekuatan, Anda malah akan lebih cepat habis. Yang penting ialah ritme.”

“Tujuannya adalah untuk menjadi yang tercepat dalam lomba, tapi dengan ritme yang baik. Jika dalam sesi latihan ketika saya tampil mengalir saya bisa finis keempat atau kelima, saat lomba saya bisa finis pertama atau setidaknya kedua.”

Apa yang Anda rasakan berpasangan dengan Iannone sebagai rekan satu tim?
“Iannone bukanlah pembalap yang mana Anda bisa melakukan kerjasama sebagai rekan setim. Dia merasa dia sangat penting dan dia hanya memikirkan dirinya sendiri.”

“Jadi sulit untuk membangun hubungan yang membantu kami mengembangkan motor bersama-sama, atau seperti Anda sulit berkompetisi dengannya dengan cara yang tenang. Ini tidak mudah.”

Tahun depan Anda akan memiliki Jorge Lorenzo sebagai rekan setim. Dia harus beradaptasi dengan Ducati dari Yamaha, seperti yang Anda pernah lakukan sebelumnya. Apakah Anda pikir dia bisa merasa terkejut, terutama mengingat adanya tuntutan fisik yang Anda kemukakan tadi?
“Ya, tapi Anda harus ingat ketika saya pindah tim (dari Yamaha ke Ducati), perbedaan (selisih) antara kedua motor ini lebih besar daripada saat ini. Yamaha adalah motor yang paling seimbang di kejuaraan dunia, namun motor kami tidak memiliki keterbatasan yang sama seperti di masa lalu. Perubahan yang saya dan Valentino (Rossi) hadapi lebih besar dan sulit ketimbang apa yang akan Jorge lalui nanti.”

“Meskipun begitu, saya tidak merasa hal itu akan menjadi mudah dilakukan karena dia (Lorenzo) baru mengetahui motor Yamaha saja.”
Apa yang Gigi Dall’lgna (manajer tim Ducati Corse MotoGP) bawa ke dalam tim?

“Sebelum dia tiba, Ducati memiliki banyak masalah di berbagai area. Berurusan dengan para mekanik itu sulit karena tim akan melalui sebuah transisi. Gigi tiba dan membawa ketertiban, dan dia melakukannya dengan baik.”

“Ada banyak restrukturisasi pekerjaan untuk mengambil hasil kerja y ang terbaik dari masing-masing orang. Tapi yang paling penting adalah bahwa dia telah menciptakan sebuah hierarki. Jadi sekarang semua orang tahu siapa bos dalam tim. Hal ini tidak seperti itu sebelumnya, dan di antara orang-orang Italia (dalam tim) hal ini sering menjadi kekacauan besar.”

Anda pernah bermitra dengan Casey Stoner pada masa lalu dan sekarang dia menjadi pembalap tes Ducati. Apa yang telah dia hasilkan?
“Sebelumnya dia membenci semua orang, dan itulah yang menyebabkannya tertutup dan sering marah. Sekarang dia melakukan apa yang dia inginkan, dia jauh lebih santai, dia bisa datang dan berbicara dengan Anda lalu kalian bisa menghabiskan waktu bersama.”

“Apa yang telah dia bawa dan hasilkan? Banyak hal bagus. Katakanlah dia tidak terbiasa menjadi pembalap penguji. Seperti Michele Pirro yang benar-benar terlibat dalam pengembangan motor. Casey telah melakukan beberapa tes dan telah memberikan pendapatnya. Tapi pengaruhnya tahun ini tidak begitu besar karena dia tidak selalu ikut dalam sesi pengujian motor.”
(sbn)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
IRRA 2026 Usung Semangat...
IRRA 2026 Usung Semangat Rally Dakar, Targetkan 100 Kendaraan
30 menit yang lalu
Aksi Sengit MotoGP Jerman...
Aksi Sengit MotoGP Jerman 2026 Siap Dimulai, Simak Jadwal Balapannya di VISION+
33 menit yang lalu
WorldSBK Inggris Siap...
WorldSBK Inggris Siap Digelar, Cek Jadwal dan Link Nontonnya di VISION+
39 menit yang lalu
AS dan Portugal Tersingkir,...
AS dan Portugal Tersingkir, Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Ambruk
1 jam yang lalu
Jurnalis Argentina Dituding...
Jurnalis Argentina Dituding Jadi Pelakor, Istri Messi: Abaikan Omong Kosong Itu!
2 jam yang lalu
VAR Untungkan Argentina?...
VAR Untungkan Argentina? Pakar Soroti Inkonsistensi Wasit
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved