Prediksi Lomba Seri 15 MotoGP 2016, GP Jepang di Sirkuit Motegi
Senin, 10 Oktober 2016 - 18:03 WIB
Prediksi Lomba Seri 15 MotoGP 2016, GP Jepang di Sirkuit Motegi
A
A
A
MOTEGI - Pimpinan klasemen sementara kelas MotoGP, Marc Marquez, akan mendapatkan kesempatan pertamanya mengunci gelar musim 2016 di Motegi alias ‘match point’ pertamanya. Tapi dia belum pernah menang di sana. Apakah Marc bakal berjudi atau bertahan di lomba Seri 15 akhir pekan ini?
Ya, sejak dibangun pada 1997 sebagai fasilitas tes Honda, Sirkuit Twin Ring Motegi telah mencatat sejarahnya sendiri di Kejuaraan Dunia GP Motor hingga era milenium dimulai.
Nah walau sirkuit ini milik Honda, dan sejauh ini mereka jadi tim pabrikan dengan rekor kemenangan terbanyak di Motegi (6 kali) pada era MotoGP. Namun rival Jepang mereka, Yamaha, telah mengkoleksi empat kemenangan di sana.
Secara geografis, Sirkuit Motegi boleh dibilang balapan kandang dari tiga pabrikan asal Jepang yang berkompetisi di MotoGP 2016, yaitu Honda, Yamaha serta Suzuki. Tapi Yamaha dan Suzuki akan melakoni balapan tandang di rumah Honda.
Kemenangan Dani Pedrosa dengan Repsol Honda musim lalu telah mengantarnya menyamai Jorge Lorenzo bersama Yamaha sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak pada balapan kelas bergengsi di Motegi.
Usai Lorenzo berkuasa dua musim beruntun di Motegi, yaitu periode 2013-14. Pedrosa alias si ‘Bayi Samurai’ membalasnya lewat kemenangan heroik musim lalu, dengan meninggalkan Lorenzo 16 detik di belakangnya dalam awal lomba yang basah hingga lintasan kering.
Tapi lomba musim lalu juga mengenang salah satu titik poin kemenangan juara dunia ketiga Lorenzo yang kala itu masih bersaing dengan rekan setimnya, Valentino Rossi. Dan musim ini, bisa jadi rivalitas antara Pedrosa-Lorenzo kembali bikin persaingan perebutan juara dunia antara Marc Marquez dengan Rossi menjadi sulit.
Itu karena adanya fakta bahwa pimpinan klasemen sementara musim ini, Marc Marquez, belum pernah menang di Motegi sejak ikut kelas bergengsi. Rapor terbaiknya adalah dua kali finis podium kedua pada 2013-14. Tapi dia pernah menang di sana pada lomba kelas 125cc (2010), dan Moto2 (2012).
Sirkuit Motegi bersama Red Bull Ring di Austria, jadi dua lintasan yang ada pada kalender 2016 yang belum pernah ditaklukkan oleh si ‘Bayi Alien’. Membalap di GP Jepang 2016, Jumat-Minggu (14-16 Oktober), Marc tiba dengan kondisi memimpin 52 angka atas Rossi di urutan kedua dan 66 poin dari Lorenzo di peringkat ketiga.
Dengan sisa empat balapan musim 2016, yakni GP Jepang (16/10), GP Australia (23/10), GP Malaysia (30/10) dan GP Valencia (13/11). Perolehan poin maksimal yang bisa didapatkan setiap pembalap adalah 100 poin.
Nah dengan kesabaran yang dipraktekkan Marc pada hampir setiap seri musim ini. Mampukah dia menjaga itu di GP Jepang akhir pekan ini?
Atau dia akan melempar dadu di meja, berjudi untuk tampil terdepan sekaligus meraih kemenangan pertamanya di Motegi tanpa melihat situasi dan kondisi pembalap rival?
Salah satu poin yang patut diperhatikan di Motegi ialah pemilihan ban. Dan pembalap yang sudah punya pengalaman dengan Michelin ialah Valentino Rossi. Dia pastinya akan berusaha dengan segala cara untuk memenangkan lomba akhir pekan ini yang terakhir kali dan satu-satunya dia rasakan pada 2008 bersama Yamaha.
Namun bukan hanya Marquez, Rossi, Lorenzo dan Pedrosa saja yang diprediksi bersaing ketat dalam lomba GP Jepang di Motegi akhir pekan ini. Karena Maverick Vinales juga ingin mendapat hasil oke saat dia merayakan start ke-100-nya di arena GP Motor.
Selain kelima pembalap terdepan, Cal Crutchlow (LCR Honda) juga bisa mengintip kemenangan jikalau air hujan mengguyur saat lomba berlangsung. Sedang Pol Espargaro (Yamaha Tech3), akan kembali ke lintasan Jepang lagi setelah memenangkan Suzuka 8 Jam untuk kedua kalinya. Lantas rekan satu timnya, Bradley Smith, juga bakal kembali pasca cedera.
Pun dengan jawara GP Assen 2016, Jack Miller (Estrella Galicia 0,0 Marc VDS) dan pemenang GP Austria, Andrea Iannone (Ducati Corse) yang mestinya sudah sembur dari cedera. Kemudian tim Yamalube Yamaha Factory Racing akan menurunkan rider wild card mereka, Katsuyuki Nakasuga.
Apakah akhir pekan ini Marc akan mengunci match point pertamanya sekaligus mengulang kisah sukses serupa pada 2014? Atau dia ogah melempar dadu ke meja untuk berjudi dan tetap ‘cool’ main aman dari serangan rider rival?
Mengingat keunggulan angka yang dia miliki di papan klasemen sementara, akankah Marquez berusaha memacu RC213V hingga batas maksimalnya sekali lagi buat mengisi kekosongan pada lemari trofinya yang mana belum ada yang berlabel ‘Jepang’?
(Baca juga: Data Fakta Seri 15 MotoGP Jepang 2016 dan Profil Sirkuit Motegi)
Ya, sejak dibangun pada 1997 sebagai fasilitas tes Honda, Sirkuit Twin Ring Motegi telah mencatat sejarahnya sendiri di Kejuaraan Dunia GP Motor hingga era milenium dimulai.
Nah walau sirkuit ini milik Honda, dan sejauh ini mereka jadi tim pabrikan dengan rekor kemenangan terbanyak di Motegi (6 kali) pada era MotoGP. Namun rival Jepang mereka, Yamaha, telah mengkoleksi empat kemenangan di sana.
Secara geografis, Sirkuit Motegi boleh dibilang balapan kandang dari tiga pabrikan asal Jepang yang berkompetisi di MotoGP 2016, yaitu Honda, Yamaha serta Suzuki. Tapi Yamaha dan Suzuki akan melakoni balapan tandang di rumah Honda.
Kemenangan Dani Pedrosa dengan Repsol Honda musim lalu telah mengantarnya menyamai Jorge Lorenzo bersama Yamaha sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak pada balapan kelas bergengsi di Motegi.
Usai Lorenzo berkuasa dua musim beruntun di Motegi, yaitu periode 2013-14. Pedrosa alias si ‘Bayi Samurai’ membalasnya lewat kemenangan heroik musim lalu, dengan meninggalkan Lorenzo 16 detik di belakangnya dalam awal lomba yang basah hingga lintasan kering.
Tapi lomba musim lalu juga mengenang salah satu titik poin kemenangan juara dunia ketiga Lorenzo yang kala itu masih bersaing dengan rekan setimnya, Valentino Rossi. Dan musim ini, bisa jadi rivalitas antara Pedrosa-Lorenzo kembali bikin persaingan perebutan juara dunia antara Marc Marquez dengan Rossi menjadi sulit.
Itu karena adanya fakta bahwa pimpinan klasemen sementara musim ini, Marc Marquez, belum pernah menang di Motegi sejak ikut kelas bergengsi. Rapor terbaiknya adalah dua kali finis podium kedua pada 2013-14. Tapi dia pernah menang di sana pada lomba kelas 125cc (2010), dan Moto2 (2012).
Sirkuit Motegi bersama Red Bull Ring di Austria, jadi dua lintasan yang ada pada kalender 2016 yang belum pernah ditaklukkan oleh si ‘Bayi Alien’. Membalap di GP Jepang 2016, Jumat-Minggu (14-16 Oktober), Marc tiba dengan kondisi memimpin 52 angka atas Rossi di urutan kedua dan 66 poin dari Lorenzo di peringkat ketiga.
Dengan sisa empat balapan musim 2016, yakni GP Jepang (16/10), GP Australia (23/10), GP Malaysia (30/10) dan GP Valencia (13/11). Perolehan poin maksimal yang bisa didapatkan setiap pembalap adalah 100 poin.
Nah dengan kesabaran yang dipraktekkan Marc pada hampir setiap seri musim ini. Mampukah dia menjaga itu di GP Jepang akhir pekan ini?
Atau dia akan melempar dadu di meja, berjudi untuk tampil terdepan sekaligus meraih kemenangan pertamanya di Motegi tanpa melihat situasi dan kondisi pembalap rival?
Salah satu poin yang patut diperhatikan di Motegi ialah pemilihan ban. Dan pembalap yang sudah punya pengalaman dengan Michelin ialah Valentino Rossi. Dia pastinya akan berusaha dengan segala cara untuk memenangkan lomba akhir pekan ini yang terakhir kali dan satu-satunya dia rasakan pada 2008 bersama Yamaha.
Namun bukan hanya Marquez, Rossi, Lorenzo dan Pedrosa saja yang diprediksi bersaing ketat dalam lomba GP Jepang di Motegi akhir pekan ini. Karena Maverick Vinales juga ingin mendapat hasil oke saat dia merayakan start ke-100-nya di arena GP Motor.
Selain kelima pembalap terdepan, Cal Crutchlow (LCR Honda) juga bisa mengintip kemenangan jikalau air hujan mengguyur saat lomba berlangsung. Sedang Pol Espargaro (Yamaha Tech3), akan kembali ke lintasan Jepang lagi setelah memenangkan Suzuka 8 Jam untuk kedua kalinya. Lantas rekan satu timnya, Bradley Smith, juga bakal kembali pasca cedera.
Pun dengan jawara GP Assen 2016, Jack Miller (Estrella Galicia 0,0 Marc VDS) dan pemenang GP Austria, Andrea Iannone (Ducati Corse) yang mestinya sudah sembur dari cedera. Kemudian tim Yamalube Yamaha Factory Racing akan menurunkan rider wild card mereka, Katsuyuki Nakasuga.
Apakah akhir pekan ini Marc akan mengunci match point pertamanya sekaligus mengulang kisah sukses serupa pada 2014? Atau dia ogah melempar dadu ke meja untuk berjudi dan tetap ‘cool’ main aman dari serangan rider rival?
Mengingat keunggulan angka yang dia miliki di papan klasemen sementara, akankah Marquez berusaha memacu RC213V hingga batas maksimalnya sekali lagi buat mengisi kekosongan pada lemari trofinya yang mana belum ada yang berlabel ‘Jepang’?
(Baca juga: Data Fakta Seri 15 MotoGP Jepang 2016 dan Profil Sirkuit Motegi)
(sbn)