Tolak Balapan di MotoGP Jepang 2016, Ducati-Stoner Punya Agenda Lain
Rabu, 12 Oktober 2016 - 20:03 WIB
Tolak Balapan di MotoGP Jepang 2016, Ducati-Stoner Punya Agenda Lain
A
A
A
MOTEGI - Matahari mulai terbenam pada pukul 18:00 petang di paddock Sirkuit Motegi, Jepang. Tapi ada satu garasi pit yang lampunya masih tampak menyala dan menarik perhatian bagi orang lain untuk datang mengetahuinya.
Rupanya, di belakang garasi pit itu masih ada Davide Tardozzi, manajer tim Ducati Corse. Dia tengah mencermati sejumlah data pada layar komputer timnya guna mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin jelang lomba MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (16/10/2016).
Apakah dia tengah melihat data yang dikirim anak buahnya dari Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia? Ya, itu karena di sirkuit tersebut tim Ducati Corse sedang menggelar tes pribadi yang mana untuk menjajal motor baru mereka, Desmosedici GP17. Tugas ini diberikan kepada rider penguji Michele Pirro.
“Sebenarnya, itu adalah versi hybrid dari Desmosedici, dengan sejumlah suku cadang 2016 dan sebagian lagi suku cadang baru untuk motor anyar kami (GP17). Tes bersama Michele kali ini bakal berguna dalam hal memberikan kami ide yang lebih jelas sebelum menyetel motor baru kami yang akan siap pasca lomba Valencia (pertengahan November),” beber Tardozzi kepada GPOne.
Pasalnya pasca lomba GP Valencia 2016, dua pembalap utama yang akan mengisi garasi pit mereka musim depan, Andrea Dovizioso serta Jorge Lorenzo akan mengujinya. Tes pasca musim 2016 itu bakal jadi modal penting tim asal Distrik Borgo Paginale, Bologna tersebut sebelum tes pra-musim 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Februari mendatang.
Nah ternyata bukan hanya Dovi dan Lorenzo saja yang bakal menjajal Desmosedici GP17 pada tes pra-musim MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia, akhir Februari nanti. Ducati rupanya punya rencana lain.
“Di Malaysia, Casey Stoner juga akan melakukan pengujian motor kami. Pada akhir November (2016), kami akan berada di Sirkuit Jerez. Tetapi program pengujian kami di sana sepertinya lebih cocok untuk diberikan kepada Pirro,” tutur Tardozzi. (Baca juga: Ditawari Ducati Balapan Lagi, Stoner Tolak Ganti Iannone di Motegi)
Ada sudah banyak pembicaraan tentang Casey Stoner belakangan. Salah satunya penolakannya untuk menggantikan Andrea Iannone di lomba GP Jepang, Minggu (16/10/2016). Padahal pada saat bersamaan, rider yang biasanya menggantikan Iannone pada dua balapan terakhir, Pirro, sedang bertugas menjajal motor baru Ducati di Valencia.
“Sejujurnya itu bukanlah sebuah permintaan dari kami, lebih condong ke arah basa-basi saja. Kami ingin melakukan hal yang benar dan menginformasikan situasi yang ada saat ini kepada Casey. Kami tidak mengharapkan dia untuk balapan lagi, tapi kami hanya ingin jujur kepada dia dengan kondisi yang ada,” kata Tardozzi berusaha mengklarifikasi.
Dan ternyata sang manajer tim mulai membuka diri soal motor baru Ducati untuk 2017. Masalahnya, musim depan mereka tak boleh lagi menggunakan winglets. Lantas apakah apa yang jadi inovasi baru mereka?
“Saya ingin mengatakan bahwa kami akan memasang fairing tradisional di GP17. Tapi, kami masih menggunakan mereka (winglets) pada motor prototipe 2017. Karena ini akan jadi cara terbaik untuk memahami sejauh mana hasil kerja dari suku cadang baru kami. Namun kami secara bertahap akan melepas mereka (winglets) di motor kami,” tutup Tardozzi yang pernah jadi juara Superbike Italia 7 kali dan juara Superbike Eropa 1991 serta sudah menjadi manajer tim Ducati di Kejuaraan Dunia Superbike era Carl Fogarty dengan rapor 8 kali juara dunia.
Rupanya, di belakang garasi pit itu masih ada Davide Tardozzi, manajer tim Ducati Corse. Dia tengah mencermati sejumlah data pada layar komputer timnya guna mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin jelang lomba MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (16/10/2016).
Apakah dia tengah melihat data yang dikirim anak buahnya dari Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia? Ya, itu karena di sirkuit tersebut tim Ducati Corse sedang menggelar tes pribadi yang mana untuk menjajal motor baru mereka, Desmosedici GP17. Tugas ini diberikan kepada rider penguji Michele Pirro.
“Sebenarnya, itu adalah versi hybrid dari Desmosedici, dengan sejumlah suku cadang 2016 dan sebagian lagi suku cadang baru untuk motor anyar kami (GP17). Tes bersama Michele kali ini bakal berguna dalam hal memberikan kami ide yang lebih jelas sebelum menyetel motor baru kami yang akan siap pasca lomba Valencia (pertengahan November),” beber Tardozzi kepada GPOne.
Pasalnya pasca lomba GP Valencia 2016, dua pembalap utama yang akan mengisi garasi pit mereka musim depan, Andrea Dovizioso serta Jorge Lorenzo akan mengujinya. Tes pasca musim 2016 itu bakal jadi modal penting tim asal Distrik Borgo Paginale, Bologna tersebut sebelum tes pra-musim 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Februari mendatang.
Nah ternyata bukan hanya Dovi dan Lorenzo saja yang bakal menjajal Desmosedici GP17 pada tes pra-musim MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia, akhir Februari nanti. Ducati rupanya punya rencana lain.
“Di Malaysia, Casey Stoner juga akan melakukan pengujian motor kami. Pada akhir November (2016), kami akan berada di Sirkuit Jerez. Tetapi program pengujian kami di sana sepertinya lebih cocok untuk diberikan kepada Pirro,” tutur Tardozzi. (Baca juga: Ditawari Ducati Balapan Lagi, Stoner Tolak Ganti Iannone di Motegi)
Ada sudah banyak pembicaraan tentang Casey Stoner belakangan. Salah satunya penolakannya untuk menggantikan Andrea Iannone di lomba GP Jepang, Minggu (16/10/2016). Padahal pada saat bersamaan, rider yang biasanya menggantikan Iannone pada dua balapan terakhir, Pirro, sedang bertugas menjajal motor baru Ducati di Valencia.
“Sejujurnya itu bukanlah sebuah permintaan dari kami, lebih condong ke arah basa-basi saja. Kami ingin melakukan hal yang benar dan menginformasikan situasi yang ada saat ini kepada Casey. Kami tidak mengharapkan dia untuk balapan lagi, tapi kami hanya ingin jujur kepada dia dengan kondisi yang ada,” kata Tardozzi berusaha mengklarifikasi.
Dan ternyata sang manajer tim mulai membuka diri soal motor baru Ducati untuk 2017. Masalahnya, musim depan mereka tak boleh lagi menggunakan winglets. Lantas apakah apa yang jadi inovasi baru mereka?
“Saya ingin mengatakan bahwa kami akan memasang fairing tradisional di GP17. Tapi, kami masih menggunakan mereka (winglets) pada motor prototipe 2017. Karena ini akan jadi cara terbaik untuk memahami sejauh mana hasil kerja dari suku cadang baru kami. Namun kami secara bertahap akan melepas mereka (winglets) di motor kami,” tutup Tardozzi yang pernah jadi juara Superbike Italia 7 kali dan juara Superbike Eropa 1991 serta sudah menjadi manajer tim Ducati di Kejuaraan Dunia Superbike era Carl Fogarty dengan rapor 8 kali juara dunia.
(sbn)