Preview GP Jepang 2016: Inkonsistensi Valentino Rossi di Motegi
Minggu, 16 Oktober 2016 - 10:58 WIB
Preview GP Jepang 2016: Inkonsistensi Valentino Rossi di Motegi
A
A
A
MOTEGI - Inkonsistensi yang tengah dihadapi Valentino Rossi bisa dimanfaatkan Marc Marquez atau Jorge Lorenzo untuk memenangkan balapan di Grand Prix Jepang, Minggu (16/10/2016) siang. Betapa tidak, juara dunia sembilan kali yang berhasil merebut pole position di kualifikasi gagal meneruskan hasil positif tersebut di sesi pemanasan.
Pada pemanasan jelang balap seri 15 di Sirkuit Twin Ring Motegi, Rossi tercecer di urutan kelima setelah mencatatkan waktu 1 menit 45.875 detik. Sementara Marquez melahap sesi tersebut dengan 1 menit 45.451 detik dari sembilan lap yang dilakukannya.
Hasil minor itu bisa jadi batu sandungan buat Rossi mengingat ia sebelumnya mengaku kondisinya tidak fit lantaran cuaca ekstrem yang terjadi di Jepang. "Kondisi saya tidak 100 persen karena setiap saya mendorong di setiap putaran saya tidak merasa maksimal. Saya bahkan cukup kesulitan untuk bernapas," terang Rossi.
Tak hanya soal inkonsistensi Rossi saja yang jadi topik hangat media. Penurunan suhu trek juga mendapat sorotan tajam dari 22 pembalap MotoGP saat mengaspal di Sirkuit Motegi. Pasalnya sebanyak lima pembalap di kelas utama mengalami insiden yang kurang mengenakkan di sesi latihan bebas.
Adalah Dani Pedrosa, Eugene Laverty, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Yonny Hernandez terpaksa terlempar dari motornya. Yang lebih memprihatinkan adalah langganan juara di Motegi absen setelah mengalami cedera tulang selangka.
Lantas bagaimana persiapan sirkus MotoGP jelang balap di kampung halaman tim Pabrikan Jepang? Mungkin itu adalah pertanyaan yang tepat untuk mengetahui seberapa siap pembalap menghadapi sirkuit angker ini.
Ditambah sejauh ini kesiapan Michelin sebagai pemasok ban MotoGP masih belum mendapatkan tempat di hati sebagian pembalap. Karena stok 4.000 ban yang mereka siapkan di tiga seri Asia belum sepenuhnya membantu, dan hanya Rossi yang merasa positif.
"Melakukan pengereman di jalur ini sangat buruk, ditambah kita harus berjuang dengan suhu. Semua pembalap menggunakan cakram besar untuk menjaga penurunan suhu, tapi ketika Anda kehilangan sedikit kinerja maka itu akan menjadi sangat sulit. Pada akhirnya, Michelin jauh lebih baik ketimbang Bridgestone," ungkap Rossi.
Baca juga:
Valentino Rossi Rebut Pole Position di GP Jepang
Marquez Tercepat di Sesi Pemanasan, Apakah Ini Pertanda?
Mampukah Pembalap MotoGP 2016 Lewati Rekor Tahun 2000?
Data Fakta Seri 15 MotoGP Jepang 2016 dan Profil Sirkuit Motegi
Pada pemanasan jelang balap seri 15 di Sirkuit Twin Ring Motegi, Rossi tercecer di urutan kelima setelah mencatatkan waktu 1 menit 45.875 detik. Sementara Marquez melahap sesi tersebut dengan 1 menit 45.451 detik dari sembilan lap yang dilakukannya.
Hasil minor itu bisa jadi batu sandungan buat Rossi mengingat ia sebelumnya mengaku kondisinya tidak fit lantaran cuaca ekstrem yang terjadi di Jepang. "Kondisi saya tidak 100 persen karena setiap saya mendorong di setiap putaran saya tidak merasa maksimal. Saya bahkan cukup kesulitan untuk bernapas," terang Rossi.
Tak hanya soal inkonsistensi Rossi saja yang jadi topik hangat media. Penurunan suhu trek juga mendapat sorotan tajam dari 22 pembalap MotoGP saat mengaspal di Sirkuit Motegi. Pasalnya sebanyak lima pembalap di kelas utama mengalami insiden yang kurang mengenakkan di sesi latihan bebas.
Adalah Dani Pedrosa, Eugene Laverty, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Yonny Hernandez terpaksa terlempar dari motornya. Yang lebih memprihatinkan adalah langganan juara di Motegi absen setelah mengalami cedera tulang selangka.
Lantas bagaimana persiapan sirkus MotoGP jelang balap di kampung halaman tim Pabrikan Jepang? Mungkin itu adalah pertanyaan yang tepat untuk mengetahui seberapa siap pembalap menghadapi sirkuit angker ini.
Ditambah sejauh ini kesiapan Michelin sebagai pemasok ban MotoGP masih belum mendapatkan tempat di hati sebagian pembalap. Karena stok 4.000 ban yang mereka siapkan di tiga seri Asia belum sepenuhnya membantu, dan hanya Rossi yang merasa positif.
"Melakukan pengereman di jalur ini sangat buruk, ditambah kita harus berjuang dengan suhu. Semua pembalap menggunakan cakram besar untuk menjaga penurunan suhu, tapi ketika Anda kehilangan sedikit kinerja maka itu akan menjadi sangat sulit. Pada akhirnya, Michelin jauh lebih baik ketimbang Bridgestone," ungkap Rossi.
Baca juga:
Valentino Rossi Rebut Pole Position di GP Jepang
Marquez Tercepat di Sesi Pemanasan, Apakah Ini Pertanda?
Mampukah Pembalap MotoGP 2016 Lewati Rekor Tahun 2000?
Data Fakta Seri 15 MotoGP Jepang 2016 dan Profil Sirkuit Motegi
(sbn)