'Marquez Punya Kans Lewati Rekor Rossi, Tapi ....'

Kamis, 20 Oktober 2016 - 06:00 WIB
Marquez Punya Kans Lewati...
'Marquez Punya Kans Lewati Rekor Rossi, Tapi ....'
A A A
PHILLIP ISLAND - Dalam kolom terbarunya untuk Motorsport.com, mantan pembalap GP 500cc Randy Mamola memuji juara dunia MotoGP tiga kali, Marc Marquez dalam musim yang luar biasa pada 2016.

Cara dia menghadapi kejuaraan hingga merebut gelar juara begitu sempurna sejak awal. Dengan motor yang tidak menyamai performa Yamaha atau bahkan Ducati, tapi bisa melalui dua dari tiga seri awal dengan kemenangan (Argentina dan Austin). Kemudian untuk mempertahankan hingga pertengahan musim, dan puncaknya ketika Honda mulai tampil seperti yang dia inginkan.

Mengunci gelar juara dalam cara yang meyakinkan, Marquez layak mendapatkan semua pengakuan untuk pembalap ini, yang telah tumbuh dan menunjukkan kedewasaan luar biasa bagi seseorang yang masih berusia 23 tahun.

Marc berkompetisi melawan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, dua pembalap terhebat sepanjang masa. Meskipun lebih muda dari mereka dan tampil di balapan pertama dengan motor terburuk, dia membuat kesalahan lebih sedikit daripada duo Yamaha. Pendekatan dari kepandaiannya untuk melihat jauh ke depan, dan eksekusi tanpa cela menjadikan dia sebagai referensi mulai sekarang.

Lorenzo memenangi kejuaraan pada 2015 di seri pamungkas (Valencia), setelah dia ‘coming from behind’ dari tertinggal hingga unggul lima poin atas Rossi. Sedangkan, Marquez mengelola keunggulan yang dimiliki sejak musim panas dan telah tumbuh hingga dia ditahbiskan sebagai juara dunia di Motegi akhir pekan lalu.

Untuk memberikan prestasi dimensi yang nyata, Anda hanya perlu untuk melihat kembali beberapa bulan ke belakang. Saat Marquez di MotoGP Italia 2016, Sirkuit Mugello. Setelah memimpin di tikungan terakhir dan kalah dari Lorenzo di lintasan lurus karena motor yang kurang cepat, apakah banyak orang berpikir hasilnya dia bakal jadi juara dunia di akhir musim ini? Setidaknya, saya tidak berpikir demikian.

Apa yang terjadi pada dasarnya bahwa kita hidup di musim MotoGP yang sama dengan di Formula 1, di mana pengembangan mobil memiliki pengaruh kunci pada hasil akhir. Kini hal itu berlaku untuk teknologi motor.

Dalam hal ini pabrikan telah berevolusi dan ditambah kembalinya produsen ban Michelin. Honda boleh dibilang telah menjadi pencetak gol terbanyak dalam ujian tersebut.

Adapun untuk komponen manusia, kita telah melihat Marc yang sangat dewasa. Tapi pada saat sama, seseorang yang tidak melarikan diri dari pertarungan ketat, yang untungnya bagi fans adalah apa yang paling dia nikmati.

Kita melihatnya di MotoGP Jepang 2016, di mana dia merasa sangat kuat pada hari Minggu dan meladeni pertarungan melawan Valentino, yang tidak hanya harus dikalahkan, tapi juga mengambil risiko melewati batas maksimal hingga dia terjatuh. Jika dia (Marquez) bisa melakukannya, itu karena dia memiliki margin 0,2 atau 0,3 detik, sesuatu yang mengonfirmasikan bahwa motornya dalam performa lebih baik.

Jika Honda berjalan ke arah tepat tahun depan dan jika Marc melanjutkan untuk balapan secara bijak, seperti yang telah dilakukan pada 2016. Kita bisa menyaksikan dimulainya era serupa dengan yang telah dinikmati Vale pada musim 2000 sampai 2005.

Walaupun juga benar bahwa persaingan saat ini tidak sama seperti dulu. Karena saat ini, saya tidak bisa melihat Lorenzo, Rossi, (Maverick) Vinales atau Dani (Pedrosa) bahagia karena hanya bermain sebagai pembalap nomor dua!
(sbn)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
14 menit yang lalu
Profil Francois Letexier,...
Profil Francois Letexier, Wasit Terbaik Diterpa Skandal VAR Piala Dunia 2026
31 menit yang lalu
Mesir Laporkan Wasit...
Mesir Laporkan Wasit ke FIFA dan Minta Investigasi Keputusan Francois Letexier
1 jam yang lalu
Tangis Messi di Malam...
Tangis Messi di Malam Penuh Keajaiban
2 jam yang lalu
Drama 6 Gol Injury Time...
Drama 6 Gol Injury Time Bikin Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Sulit Dilupakan
3 jam yang lalu
Kontroversi VAR di Balik...
Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Tertua di Dunia,...
7 Negara Tertua di Dunia, Lahir sebelum Dunia Punya Peta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved