Jalani Tes VO2Max, Hanya Tiga Pemain Timnas Terlihat Menonjol
Sabtu, 22 Oktober 2016 - 00:01 WIB
Jalani Tes VO2Max, Hanya Tiga Pemain Timnas Terlihat Menonjol
A
A
A
YOGYAKARTA - Dalam program pemusatan latihan di DI Yogyakarta, Tim Nasional (Timnas) Indonesia menjalani tes fisik volume oksigen maksimal (VO2Max). Dari 24 pemain yang mengikuti tes tersebut, hanya tiga pemain yang terlihat menonjol. Mereka yang dimaksud adalah Manahati Lestusen (PS TNI), Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC), dan Rudolof Yanto Basna (Persib Bandung).
Berdasarkan pantauan di lapangan, Skuat Garuda yang terbagi tiga kelompok itu menjalani Beep Test secara bergantian. Di sesi pertama, Hargianto berhasil mencatatkan diri hingga level 12 putaran 6. Disusul Manahati yang terlihat stabil hingga level 12 putaran 12 di sesi kedua. Yanto Basna yang mencatatkan diri hingga level 12 putaran 5. Sementara para pemain lainnya banyak yang mencatatkan diri di atas level 8 sampai dengan 11.
Ketika dikonfirmasi perihal hasil tes ini, Pelatih Kepala Timnas Senior Indonesia Alfred Riedl enggan membeberkan secara detail. Menurutnya hal itu privasi bagi tim dan bukan menjadi konsumsi media. Namun diakui, dari tes tersebut pihaknya jadi mengetahui fisik pemain yang termasuk bagus dan jelek.
"Yang jelas hasil spesifik tidak mungkin kita kasih tahu, tapi fisik (pemain memang) ada yang bagus dan jelek. Ada pemain yang bisa dan lebih kurang dipaksa (maksimalkan kemampuan ketika tes) juga ada indikasi bagus," ujar Riedl melalui penerjemahan Asisten Pelatih Wolfgang Pikal seusai memimpin latihan di Maguwoharjo International Stadium (MIS), Jumat (21/10/2016).
Disinggung tentang kepuasan atas hasil tes tersebut, pelatih asal Wina Austria ini terlihat ragu dalam menjawab. Dirinya masih akan melihat performa anak asuhnya nanti.
Perihal dua pemain yakni Dedi Kusnandar dan Irfan Bachdim yang belum nampak mengikuti TC dan menjalani tes tersebut, menurutnya akan dipertimbangkan untuk menghelat tes lagi nantinya. Ini berlaku buat semua pemain untuk mengetahui peningkatan ketahanan fisik atau tidak.
"Irfan itu bagus fisiknya, Dedi pertimbangan buat tes lagi. Nanti melihat (situasi dan kondisi), mungkin dua minggu lagi buat tes lagi untuk melihat ada peningkatan atau tidak," jelasnya.
Di sisi lain, dalam TC yang banyak memanggil pemain tengah, menurut pria 67 tahun ini tak lepas dari posisi tengah yang dinilai masih belum aman. Mengingat para pemain yang dipanggil rata-rata memiliki kekuatan yang sama.
Melalui kesempatan TC ini, besar kemungkinan pihaknya akan memutuskan empat pemain yang nantinya akan menempati posisi tersebut. Sedangkan lini belakang yang sering memasangkan Dominggus Fakdawer (Persipura Jayapura) dan Fachruddin Wahyudi Aryanto (Sriwijaya FC) bisa jadi formasi yang dinilai cukup bagus itu akan tetap dipertahankan hingga uji coba ke Myanmar. "Tidak ada penilaian khusus (terhadap salah satu pemain), semua sama dengan lainnya," kata dia.
Dalam TC hari kedua yang berlangsung sekitar 1,5 jam, 24 pemain telah hadir mengikuti latihan taktikal guna membangun kesepahaman satu sama lain. Nampak juga Zulham Malik Zamrun serta lima pemain seperti Abdul Rachman, Rizky Ahmad Sanjaya Pellu, Ferdinand Alfred Sinaga, Dian Agus Prasetyo dan Lerby Eliandry Pong Babu yang sempat absen latihan hari pertama karena pesawat terbang yang ditumpangi tidak bisa mendarat di Bandara Adisucipto Yogyakarta.
Sedangkan Dedi Kusnandar baru dapat bergabung pada 23 Oktober 2016. Sementara Irfan Bachdim yang sementara belum dapat bergabung karena cedera hamstring.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Skuat Garuda yang terbagi tiga kelompok itu menjalani Beep Test secara bergantian. Di sesi pertama, Hargianto berhasil mencatatkan diri hingga level 12 putaran 6. Disusul Manahati yang terlihat stabil hingga level 12 putaran 12 di sesi kedua. Yanto Basna yang mencatatkan diri hingga level 12 putaran 5. Sementara para pemain lainnya banyak yang mencatatkan diri di atas level 8 sampai dengan 11.
Ketika dikonfirmasi perihal hasil tes ini, Pelatih Kepala Timnas Senior Indonesia Alfred Riedl enggan membeberkan secara detail. Menurutnya hal itu privasi bagi tim dan bukan menjadi konsumsi media. Namun diakui, dari tes tersebut pihaknya jadi mengetahui fisik pemain yang termasuk bagus dan jelek.
"Yang jelas hasil spesifik tidak mungkin kita kasih tahu, tapi fisik (pemain memang) ada yang bagus dan jelek. Ada pemain yang bisa dan lebih kurang dipaksa (maksimalkan kemampuan ketika tes) juga ada indikasi bagus," ujar Riedl melalui penerjemahan Asisten Pelatih Wolfgang Pikal seusai memimpin latihan di Maguwoharjo International Stadium (MIS), Jumat (21/10/2016).
Disinggung tentang kepuasan atas hasil tes tersebut, pelatih asal Wina Austria ini terlihat ragu dalam menjawab. Dirinya masih akan melihat performa anak asuhnya nanti.
Perihal dua pemain yakni Dedi Kusnandar dan Irfan Bachdim yang belum nampak mengikuti TC dan menjalani tes tersebut, menurutnya akan dipertimbangkan untuk menghelat tes lagi nantinya. Ini berlaku buat semua pemain untuk mengetahui peningkatan ketahanan fisik atau tidak.
"Irfan itu bagus fisiknya, Dedi pertimbangan buat tes lagi. Nanti melihat (situasi dan kondisi), mungkin dua minggu lagi buat tes lagi untuk melihat ada peningkatan atau tidak," jelasnya.
Di sisi lain, dalam TC yang banyak memanggil pemain tengah, menurut pria 67 tahun ini tak lepas dari posisi tengah yang dinilai masih belum aman. Mengingat para pemain yang dipanggil rata-rata memiliki kekuatan yang sama.
Melalui kesempatan TC ini, besar kemungkinan pihaknya akan memutuskan empat pemain yang nantinya akan menempati posisi tersebut. Sedangkan lini belakang yang sering memasangkan Dominggus Fakdawer (Persipura Jayapura) dan Fachruddin Wahyudi Aryanto (Sriwijaya FC) bisa jadi formasi yang dinilai cukup bagus itu akan tetap dipertahankan hingga uji coba ke Myanmar. "Tidak ada penilaian khusus (terhadap salah satu pemain), semua sama dengan lainnya," kata dia.
Dalam TC hari kedua yang berlangsung sekitar 1,5 jam, 24 pemain telah hadir mengikuti latihan taktikal guna membangun kesepahaman satu sama lain. Nampak juga Zulham Malik Zamrun serta lima pemain seperti Abdul Rachman, Rizky Ahmad Sanjaya Pellu, Ferdinand Alfred Sinaga, Dian Agus Prasetyo dan Lerby Eliandry Pong Babu yang sempat absen latihan hari pertama karena pesawat terbang yang ditumpangi tidak bisa mendarat di Bandara Adisucipto Yogyakarta.
Sedangkan Dedi Kusnandar baru dapat bergabung pada 23 Oktober 2016. Sementara Irfan Bachdim yang sementara belum dapat bergabung karena cedera hamstring.
(bbk)