Pelatih Arema Ungkap Dua Penyebab Tak Berdaya di Jayapura
Selasa, 25 Oktober 2016 - 18:53 WIB
Pelatih Arema Ungkap Dua Penyebab Tak Berdaya di Jayapura
A
A
A
MALANG - Pelatih Arema Cronus Milomir 'Milo' Seslija mengungkap dua alasan kekalahan 0-2 di kandang Persipura Jayapura dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, Senin (24/10/2016). Milo menyebut cuaca yang sangat panas dan kinerja wasit sebagai faktor penyebab.
Respons Milo terhadap kekalahan di Stadion Mandala memang berbeda dengan saat Singo Edan dikalahkan Persegres Gresik United pada 7 Oktober 2016 lalu. Saat dikalahkan Persegres 0-1, Milo tidak punya alasan untuk dikemukakan. Bahkan pelatih asal Bosnia ini langsung 'ngacir' meninggalkan sesi konferensi pers.
Tapi kali ini tidak. Milo memiliki alasan untuk disebarkan ke publik terkait sebab kekalahan timnya, bahkan ada dua: masalah cuaca yang sangat panas karena bertanding di siang bolong (pukul 13.30 WIB) dan wasit.
Bertanding dalam cuaca panas menurutnya berimbas pada performa tim. "Kami tidak biasa bertanding di cuaca panas seperti itu. Sedangkan Persipura sudah sangat terbiasa (dengan cuaca panas). Itu sangat berpengaruh," demikian alasan pertama Milo.
Sedangkan alasan kedua adalah kepemimpinan wasit Musthofa Umarella. Mantan Direktur Teknis Barito Putera itu menilai wasit salah membuat keputusan ketika Raphael Maitimo dijatuhkan di kotak penalti pada babak kedua. (Baca juga: Arema Cronus Keok di Markas Persipura).
"Seharusnya itu penalti, tapi wasit memberikan keputusan lain," kata Milo. Pelatih ini lebih menyoroti faktor nonteknis dalam pertandingan tersebut dibanding faktor teknis. Sedangkan pada kenyataannya Arema sudah beruntung kemasukan dua gol.
Tak bisa dimungkiri pertahanan Singo Edan kalang kabut menahan gempuran pemain Mutiara Hitam. Hilangnya Hamka Hamzah yang terkena kartu kuning memberi pekerjaan sangat berat bagi Ryuji Utomo yang masih belum kenyang pengalaman.
Seberapa pun kualitas Ryuji, Arema sangat kelihatan membutuhkan sosok yang lebih dari dia dalam pertandingan besar seperti kontra Persipura Jayapura. Ini merupakan salah satu penampilan terburuk bek-bek Arema di ajang ISC 2016.
Tidak hanya Ryuji yang terlihat canggung, bahkan Syaiful Indra Cahya dan Johan Alfarizie juga beberapa kecolongan sayap Persipura. Hanya Goran Gancev yang sebenarnya bermain normal, namun tetap saja kemampuan individu dia tak mampu berbuat banyak.
Respons Milo terhadap kekalahan di Stadion Mandala memang berbeda dengan saat Singo Edan dikalahkan Persegres Gresik United pada 7 Oktober 2016 lalu. Saat dikalahkan Persegres 0-1, Milo tidak punya alasan untuk dikemukakan. Bahkan pelatih asal Bosnia ini langsung 'ngacir' meninggalkan sesi konferensi pers.
Tapi kali ini tidak. Milo memiliki alasan untuk disebarkan ke publik terkait sebab kekalahan timnya, bahkan ada dua: masalah cuaca yang sangat panas karena bertanding di siang bolong (pukul 13.30 WIB) dan wasit.
Bertanding dalam cuaca panas menurutnya berimbas pada performa tim. "Kami tidak biasa bertanding di cuaca panas seperti itu. Sedangkan Persipura sudah sangat terbiasa (dengan cuaca panas). Itu sangat berpengaruh," demikian alasan pertama Milo.
Sedangkan alasan kedua adalah kepemimpinan wasit Musthofa Umarella. Mantan Direktur Teknis Barito Putera itu menilai wasit salah membuat keputusan ketika Raphael Maitimo dijatuhkan di kotak penalti pada babak kedua. (Baca juga: Arema Cronus Keok di Markas Persipura).
"Seharusnya itu penalti, tapi wasit memberikan keputusan lain," kata Milo. Pelatih ini lebih menyoroti faktor nonteknis dalam pertandingan tersebut dibanding faktor teknis. Sedangkan pada kenyataannya Arema sudah beruntung kemasukan dua gol.
Tak bisa dimungkiri pertahanan Singo Edan kalang kabut menahan gempuran pemain Mutiara Hitam. Hilangnya Hamka Hamzah yang terkena kartu kuning memberi pekerjaan sangat berat bagi Ryuji Utomo yang masih belum kenyang pengalaman.
Seberapa pun kualitas Ryuji, Arema sangat kelihatan membutuhkan sosok yang lebih dari dia dalam pertandingan besar seperti kontra Persipura Jayapura. Ini merupakan salah satu penampilan terburuk bek-bek Arema di ajang ISC 2016.
Tidak hanya Ryuji yang terlihat canggung, bahkan Syaiful Indra Cahya dan Johan Alfarizie juga beberapa kecolongan sayap Persipura. Hanya Goran Gancev yang sebenarnya bermain normal, namun tetap saja kemampuan individu dia tak mampu berbuat banyak.
()