Penyelesaian Akhir Enggak buat Pelatih Timnas Indonesia Puas
Minggu, 30 Oktober 2016 - 14:09 WIB
Penyelesaian Akhir Enggak buat Pelatih Timnas Indonesia Puas
A
A
A
TANGERANG - Timnas Indonesia kembali menjalani pemusatan latihan di Karawaci, Kota Tangerang, Minggu (30/10/2016) pagi WIB. Hanya 24 dari 27 pemain yang bergabung pada sesi latihan ini, sementara tiga nama lain, yakni Andik Vermansyah, Irfan Bachdim, dan gelandang serang naturalisasi Stefano Lilipaly absen.
Ketiganya tidak bisa bergabung dengan berbagai alasan yang sudah disetujui oleh tim pelatih. "Irfan akan langsung datang ke Myanmar, Andik juga akan seperti itu. Stefano kami perkirakan datang ke Hanoi (Vietnam)," ungkap Pelatih Timnas Alfred Riedl.
Porsi latihan kali ini lebih difokuskan pada finishing. Pelatih mengatakan, dirinya mencoba untuk membagi dua grup. Satu grup lebih fokus ke finishing dan grup lainnya latihan taktik.
"Pagi ini latihan bikin dua grup. Satu grup fokus ke finishing, satu grup ada latihan taktik untuk kita berusaha bagaimana kita bergerak pada fase pertahanan," ucap Riedl, seusai memimpin anak asuhnya berlatih.
Riedl menerangkan dalam latihan perdana di Karawaci, dirinya lebih memfokuskan pada penyelesaian akhir lini serang. Menurut pelatih asal Austria itu, fokus penyelesaian akhir akan terus dilakukan secara berulang-ulang sampai target yang diinginkan bisa dipenuhi.
"Sejak dua hari yang lalu (saat pelatnas di Sleman), kami mengadakan latihan seperti ini untuk melatih penyelesaian akhir. Duel udara saat menyerang atau bertahan. Itu juga berlaku untuk tiga orang penjaga gawang kami. Tidak ada evaluasi. Tidak. Ini hanya latihan yang diulang-ulang sampai mereka paham melakukan hal yang benar pada momen yang tepat. Yang penting pemain memahami yang kita mau," papar Riedl.
Akhir kata, ketika disinggung berapa persen tingkat kepuasan Riedl terhadap penyelesaian akhir pemain depan, dia mengatakan sejauh ini dirinya tidak pernah lekas puas dengan apa yang telah dicapai anak asuhnya. Yang terpenting, ia akan mencoba untuk meningkatkan naluri penyerangnya dalam mencetak gol.
"Jarang ada pelatih puas karena kita selalu berusaha untuk lebih bagus lagi. Sudah bagus kami ingin luar biasa, sudah luar biasa kami ingin fantastis. Kami ingin mengimplementasikan program ini selama latihan," tutup Riedl.
Ketiganya tidak bisa bergabung dengan berbagai alasan yang sudah disetujui oleh tim pelatih. "Irfan akan langsung datang ke Myanmar, Andik juga akan seperti itu. Stefano kami perkirakan datang ke Hanoi (Vietnam)," ungkap Pelatih Timnas Alfred Riedl.
Porsi latihan kali ini lebih difokuskan pada finishing. Pelatih mengatakan, dirinya mencoba untuk membagi dua grup. Satu grup lebih fokus ke finishing dan grup lainnya latihan taktik.
"Pagi ini latihan bikin dua grup. Satu grup fokus ke finishing, satu grup ada latihan taktik untuk kita berusaha bagaimana kita bergerak pada fase pertahanan," ucap Riedl, seusai memimpin anak asuhnya berlatih.
Riedl menerangkan dalam latihan perdana di Karawaci, dirinya lebih memfokuskan pada penyelesaian akhir lini serang. Menurut pelatih asal Austria itu, fokus penyelesaian akhir akan terus dilakukan secara berulang-ulang sampai target yang diinginkan bisa dipenuhi.
"Sejak dua hari yang lalu (saat pelatnas di Sleman), kami mengadakan latihan seperti ini untuk melatih penyelesaian akhir. Duel udara saat menyerang atau bertahan. Itu juga berlaku untuk tiga orang penjaga gawang kami. Tidak ada evaluasi. Tidak. Ini hanya latihan yang diulang-ulang sampai mereka paham melakukan hal yang benar pada momen yang tepat. Yang penting pemain memahami yang kita mau," papar Riedl.
Akhir kata, ketika disinggung berapa persen tingkat kepuasan Riedl terhadap penyelesaian akhir pemain depan, dia mengatakan sejauh ini dirinya tidak pernah lekas puas dengan apa yang telah dicapai anak asuhnya. Yang terpenting, ia akan mencoba untuk meningkatkan naluri penyerangnya dalam mencetak gol.
"Jarang ada pelatih puas karena kita selalu berusaha untuk lebih bagus lagi. Sudah bagus kami ingin luar biasa, sudah luar biasa kami ingin fantastis. Kami ingin mengimplementasikan program ini selama latihan," tutup Riedl.
(bbk)